
Beberapa hari kemudian kondisi lizah sudah semakin membaik. Ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menangani lizah.
" Sayang......hari ini kita jadi pulang kan?" Tanya Lizah karna dirinya sudah sangat bosan berada dirumah sakit. " Ia sayang kita sebentar lagi kita akan pulang." Jawab Josua sembari mulai membereskan barang barang milik lizah yang digunakan selama dirumah sakit
Semetara Yunisa dan Damar Sudah dalam perjalanan berniat untuk menjemput lizah pulang dari rumah sakit. "Mas....aku bersyukur kak Lizah bisa melewati masa masa sulitnya." Kata Yunisa sembari tiduran di pangkuan Damar di dalam mobil yang dikendarai oleh pak Jono.
Beberapa menit kemudian Yunisa dan Damar tiba dirumah sakit untuk menjemput lizah pulang dari rumah sakit. " Kak......" Panggil Yunisa dan langsung menghampiri Lizah.
" Dek ...." Sapa Lizah sembari memberikan pelukan hangat kepada Yunisa " Hai keponakan ounty.....baik baik didalam Ya ....kapan mau ketemu sama aunty?" Kata Lizah sembari mengelus perut Yunisa yang sudah membuncit.
" Kamu tidak USG dek?" Tanya Lizah kepada Yunisa yang ingin mengetahui jenis kelamin keponakannya.
" He he he ngak kak biarkan saja menjadi kejutan nanti setelah lahiran." ucap Yunisa sembari mengebangkan senyumya kepada lizah.
" Tapi kamu sering periksa ke dokter kan dek?" Tanya Lizah karna dirinya kwatir terhadap adiknya. "Iya dong ka..... pasti periksa dong." Jawab Yunisa sembari duduk di sopa yang Berada diruang rawat inap lizah.
Sementara Damar dan Josua pergi keruang administrasi untuk melakukan pembayaran pembiayaan Lizah selama dirumah sakit. Walau rumah sakit tempat lizah dirawat adalah rumah sakit milik tuan Baskoro tetapi Damar tetap menjalankan prosedur yang berlaku dirumah sakit.
Setelah selesai melakukan pembayaran, Damar dan Josua menghampiri Lizah dan Yunisa " Sayang kita pulang kerumah utama Ya..... soalnya mama sudah terus nyariin kamu. Mama sangat kwatir sama kamu." Kata Josua agar lizah pulang ke rumahnya. " Iya kak......kakak pulang kerumah Josua ?" Tanya Yunisa kepada lizah.
" Terserah Gimana baiknya lah." Sahut lizah Sembari bangkit dari tempat duduknya. " Yuk kita pulang ....aku sudah bosan dirumah sakit ini." ucap Lizah sembari berjalan menuju parkiran rumah sakit. " Sayang tunggu .....hati hati dong...." Seru Josua sembari langsung menghampiri lizah yang sudah berjalan duluan. Damar dan Yunisa pun mengikuti sepasang kekasih itu untuk pulang. Diperjalanan Yunisa dan Lizah bercanda gurau mereka rebutan memberikan nama buat anak yang dikandung Yunisa
Setelah tiba dikediaman keluarga Josua , disana sudah ada ibu Novita yang menyambut kedatangan lizah.
" Sayang...." Kata Bu Novita sembari memeluk Lizah m. " Mama merindukan mu sayang...." Kata Bu novita sembari merenggangkan pelukannya dari lizah agar lizah dapat bernapas Dengan leluasa.
__ADS_1
" Yuk masuk nak...... ibu sudah masakin yang enak buat kamu." Kata Bu Novita sembari mengajak Yunisa dan Damar masuk kerumah.
" Ibu sudah sehat?" Tanya Lizah sembari memperhatikan kaki Bu Novita yang sudah sembuh dari luka akibat diabetes yang dialaminya.
" Wah mama sudah sembuh" seru Lizah merasa senang karena melihat Bu Novita sembuh. " Itu berarti Lizah berhasil merawat dan mengobati mama." Kata Bu Novita sembari mengajak mereka pergi keruang makan mengingat Bu Novita sudah memasak enak untuk menyambut kepulangan Lizah. Di ruang makan sudah tersedia beberapa macam makanan kesukaan kartika.
" Wow ini semua mama yang masak?" Tanya Kartika kepada Bu Novita
" Iya tapi dibantu bibi juga." Kata Bu Novita sembari mengebangkan senyumya. merekapun mencicipi masakan bu novita " wah enak bangat Tante " kata Yunisa karna dirinya merasakan masakan Bu novita Sangat enak.
" Oh Yach kamu suka tidak?"
" Suka Banget Tante, boleh nambah kan kata Yunisa sembari tertawa kecil.
" Iya dong sayang tentu bisa kan masakannya dimasak untuk dimakan bukan untuk dilihatin." Kata Bu Novita sembari tersenyum. Lizah Yunisa sangat menikmati masakan Bu Novita.
Sementara Josua dan Damar memperhatikan adik kakak itu menyantap masakan Bu Novita begitu lahapnya. " Kamu lapar ya sayang....." Tanya Josua kepada Lizah.
" Hum m aku sudah lama tidak makan masakan rumah seperti ini. Terakhir sewaktu mama Rahma masak di Rumah utama milik tuan Baskoro" kata Lizah sembari kembali menyantap makanan yang ada dihadapannya.
Setelah selesai makan, dan bercanda gurau Yunisa dan Damar pamit pulang mengingat jam sudah menunjukkan jam 19.00 wib setelah berpamitan Yunisa dan Damar berlalu menuju kediaman keluarga Baskoro.
Sementara Lizah dan Josua yang berada diruang tengah sedang menonton televisi siaran pavorit Lizah.
"Nak .....mama istirahat dulu ya" pamit Bu Novita berniat untuk istirahat mengingat jam sudah menunjukan pukul 20.00 wib " ia mam....." Sahut lizah dan josua kompak.
__ADS_1
Kemudian Bu novita masuk kekamarnya berniat untuk istirahat.
Lizah sedang asik menonton, tiba tiba serangan mendadak datang dari Josua . Ia langsung mengecup bibir manis Lizah yang sudah lama ia rindukan.
" Ih sayang....buat orang terkejut aja." Gerutu Lizah sambil melap bibirnya yang basah akibat perbuatan Josua.
" Sayang....aku merindukanmu" kata Josua sembari memeluk dan mengecup kening Lizah.
Tiba tiba bibi yang bekerja dirumah Josua tiba tiba nongol membawakan segelas coffe late yang dipesan Lizah sebelumya. Membuat Josua salah tingkah karna kepergok sedang memeluk dan mengecup kening lizah
" Ah bibi ngagetin aja." Kata Josua sembari melap bibirnya yang sudah belepotan.
" Maaf non....ini coffe late nya"
" Oh ia bi trimakasih" ucap Lizah Sembari menerima Coffe late pesanan nya. Kemudian bibi Berlalu kembali kedapur. Sementara Lizah langsung membawa coffe latenya masuk kedalam kamar, membuat Josua sedikit kesal. Ia mengikuti Lizah dari belakang menuju kamar Lizah . Ia juga ikut masuk kekamar yang ditempati Lizah selama berada tinggal dirumah Josua.
" Sayang....." Panggil Josua Sembari langsung duduk di ranjang yang biasa ditempati lizah untuk tidur. Kemudian ia kembali memeluk dan mengecup bibir Lizah. Lizah juga tidak munafik ia merespon kecupan yang dilakukan Josua. Merasa mendapat respon dari kekasihnya Membuat andre mulai memainkan lidahnya di rongga mulut lizah. Perlahan Andre mengecup leher jenjang milik lizah
" Sayang....mas sangat merindukan mu, kamu tau tidak, sewaktu kamu berada dirumah sakit, sepertinya gairah hidupku sudah tidak ada lagi. Tetapi melihat kamu ada di hadapanku penuh dengan senyuman, Rasanya hidupku terasa sangat bahagia. Jujur sayang mas sudah tidak tau lagi bagaiman mengatakan kekhawatiran ku saat kamu berada dirumah sakit." Ucap josua kepada Yunisa berterus terang bahwa Josua sangat mencintai dan menyayangi Lizah.
Bersambung.........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga ke karya baru outhor ya ceritanya seru loh