My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Damar junior


__ADS_3

Satu Minggu kemudian, setelah kepulangan Lizah dari rumah sakit, Lizah sudah memulai aktivitasnya bekerja di kantor Baskoro group. Semua rekan kerjanya yang berada di kantor Baskoro group. Memberi salam Kepada lizah karna terlepas dari maut.


" Selamat datang Bu lizah" sapa salah seorang rekan kerja Lizah yang berada di Baskor group.


" Selamat pagi semuanya....." Sapa lizah sembari mengebangkan senyumnya kepada rekan rekan kerjanya. Kemudian Lizah berlalu dari hadapan Rekan rekannya dan langsung menuju ruangannya. Setelah tiba diruanganya, Lizah sudah menemukan buked bunga kiriman dari Josua.


" Hum.....makin sayang deh sam kamu sayang......" Gumam Lizah dalam hati sembari membayangkan wajah kekasihnya yang tampan dan iapun Langsung duduk dikursi tempat biasa, dirinya melakukan aktivitas nya dikantor.


Sementara dikediaman Baskoro, Yunisa melakukan aktivitas Mengurus kepentingan Damar. Ia menyediakan pakaian dan semua keperluan Damar yang ingin berangkat kekantor. Tetapi dirinya sepertinya sudah mulai merasakan sakit dibagian pinggang dan perutnya. Perut Yunisa sudah mulai mulas. Tetapi dirinya tidak terlalu menghiraukan, Karna itu biasa dialaminya.


Setelah Damar bersiap siap pergi kekantor, seperti biasanya Yunisa selalu memasangkan dasi Damar.


" Hum....suami aku sudah tampan " kata Yunisa sembari mengembangkan senyumnya. Melihat senyum manis Yunisa membuat Damar tidak bisa menahan rasa gemasnya terhadap istrinya sehingga dirinya langsung mengecup bibir manis Yunisa. Membuat Yunisa sedikit terkejut karna perbuatan suaminya yang main nyosor aja.


"Mas... Jangan gitu ah buat aku kaget saja." gerutu Yunisa sembari memanyunkan bibirnya membuat Damar semakin gemas. " Sudah sana berangkat nanti terlambatloh" kata Yunisa mengingatkan suaminya agar tidak terlambat masuk ke kantor." Biarin saja kan aku bosnya." Kata Damar sembari mengebangkan senyumya.


" Iya mas memang kamu bosnya, tapi kamu juga harus jadi contoh yang bagus buat karyawan karyawati mu, Mas...."terang Yunisa agar suaminya bisa contoh yang bagus buat para karyawan nya.


" Ia sayang tapi kiss dulu dong .." kata Damar sembari memberikan pipi dan bibirnya agar Yunisa memberikan kecupan hangat kepada Damar. Akhirnya mau tidak mau Yunisa menuruti kemauan suaminya.


" Ummah...." Kata Yunisa dan langsung meminta Damar agar segera pergi kekantor untuk menjalankan tugas dan aktivitasnya sebagai seorang CEO.


Yunisa menghantarkan Damar Sampai pintu Ruang depan


" Pamit ya sayang ...." Kata Damar sembari mengecup kening Yunisa dibalas senyuman dari Yunisa.


" Hati hati Mas......" Kata Yunisa sembari melambaikan tangannya kepada Damar yang ingin berangkat kekantor.


Sore harinya, perut Yunisa sudah semakin sering mulas. Ia serasa mau buang air besar. Membuat dirinya pergi kekamar mandi untuk buah Ari besar, " Huh sedari tadi mau buang air besar tapi kok ngak keluar keluar gumam Yunisa dalam hati. Lalu ia berbaring ditempat tidur berniat untuk istirahat.

__ADS_1


Sementara ditempat lain Damar sedang mengadakan meeting dengan clientnya yang dari luar kota tentang proyeknya yang lagi berjalan disalah satu propinsi tepatnya berada di pulau Kalimantan. Damar memimpin rapat hingga menunjukkan jam delapan malam. Sementara Yunisa sudah mulai gelisah dan kesakitan karna perutnya yang semakin sering mulas.


" Mami.......panggil Yunisa sembari keluar dari kamarnya. Karna Yunisa sudah mengeluarkan tanda bahwasanya dirinya akan melahirkan. " Mami.....teriak Yunisa semakin kencang karna dirinya sudah semakin kesakitan mengingat air ketuban Yunisa sudah keluar.


Nyonya Rita yang mendengar teriakan Yunisa Langsung berlari kearah suara Yunisa . " Sayang.....kami sudah mau lahiran, ketuban nya sudah pecah." Kata nyonya Rita sembari berteriak memanggil manggil tuan Baskoro.


"Papi....." Teriak nyonya Rita. Tuan Baskoro yang sedang berada diruang kerjanya langsung keluar dan mencari asal teriakan istrinya. Ketika tuan Baskoro datang menghampiri nyonya Rita dan Yunisa, Air ketuban Yunisa semakin deras keluar. "Papi siapkan mobil, Teriak nyonya Rita sembari membopong tubuh Yunisa yang sudah sangat kesakitan.


" Mam .....sakit" jerit Yunisa membuat nyonya Rita semakin kwatir. " Ia sayang ....kita kerumah sakit Ya!" kata nyonya Rita sembari membopong Yunisa ke mobil yang sudah disiapkan oleh pak Jono dan tuan Baskoro.


" Bi.....susul bawa perlengkapan ya bi...." Kata nyonya Rita agar bi Ijah membawa perlengkapan pakaian bayi yang sudah disediakan Yunisa sebelumnya.


Diperjalanan Yunisa terus meringis kesakitan.


" Mam....sakit ..." Keluh Yunisa sembari memegang perutnya yang terasa sakit. Sementara tuan Baskoro menghubungi nomor ponsel milik Damar.


" Ya pi....." Jawab Damar dalam sambungan telepon selulernya.


" Segera kerumah sakit istrimu sudah mau lahiran ini kami sekarang lagi didalam perjalanan. Kita ketemu dirumah sakit saja. Kata tuan Baskoro dan langsung mematikan telepon selulernya.


Damar yang mendengar istrinya akan melahirkan langsung berlari keluar meninggalkan meeting begitu saja. "Josua lanjutkan meetingnya saya mau ke rumah sakit." Kata Damar sembari langsung berlari turun ke parkiran. Guna mengambil mobil sport yang biasa ia gunakan.


" Sayang........sabar Ya Mas akan segera datang." Gumamnya sembari melajukan mobilnya menuju rumah sakit x tempat Yunisa akan lahiran.


Sementara Yunisa yang sudah tiba dirumah sakit langsung di bawa keruang bersalin.


" Mam.....sakit ..." Keluh Yunisa sembari meringis kesakitan. Kemudian dokter yang bertugas menangani Yunisa langsung memeriksa kondisi Yunisa.


" Wah sudah bukaan tujuh sebentar lagi menuju sempurna. Kata dokter yang memeriksa Yunisa " Mas ..... Damar kamu dimana......sakit Mas ...." Jerit Yunisa karna dirinya sudah benar benar kesakitan.

__ADS_1


Mendengar jeritan dan ringisan Yunisa Membuat tuan Baskoro dan nyonya Rita semakin tidak tega melihat kondisi Yunisa .


" Pi...... putra kita dimana Kenapa dia belum datang?" sudah papi hubungi kan?" Kata nyonya Rita sembari Menangis karna tidak tega melihat jeritan tangis Yunisa.


" Sudah mi .... Damar dalam perjalanan." Sahut tuan Baskoro.


Tiba tiba Damar yang baru tiba dirumah sakit langsung berlari menuju ruang bersalin. Disana sudah ada tuan Baskoro dengan nyonya selena " Mam.....Pi......mana istri ku" tanya Damar sambil ngos-ngosan.


"Yunisa ada didalam nak....." Jawab tuan Baskoro.


Tiba tiba suster keluar dari ruang bersalin " "Maaf tuan nyonya Yunisa meminta anda untuk mendampinginya didalam" kata suster mempersilahkan Damar masuk keruang bersalin " Ah.....sakit dokter .....ah..." Rintih Yunisa. Mendengar jeritan Yunisa, Damar langsung masuk keruang bersalin.


" Sayang.....kamu yang kuat Ya demi anak kita." Kata Damar sambil mengecup kening Yunisa untuk memberikan kekuatan buat Yunisa.


" Sakit......" Jerit Yunisa. kemudian dokter kembali memeriksa kondisi Yunisa " wah sudah sempurna tinggal ngejan aja nyonya." kata dokter yang menangani Yunisa "Ayo nyonya ejan hitung satu Sampai tiga Yach nyonya ngejan. pandu dokter yang menangani Yunisa.


Satu, dua, tiga, ayo ejan nyonya.kata dokter Yunisa melakukan persis yang dikatakan dokternya. Sekali dua kali ketiga kali ngejan Damar juniorpun lahir " oek oek oek suara tangis bayi Damar junior memenuhi ruang bersalin.


" Selamatnya pak anak anda laki laki. Kata dokter dan suster Sembari Memberikan anaknya kepada Damar " Selamat datang sayang...... " Ucap Damar sembari memberi kecupan di pipi tembam Damar junior.


" Trimakasih sayang sudah memberikan kebahagian yang sangat berharga bagiku kata Damar sembari mengecup kening Yunisa.


Bersambung.........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


mampir juga kekarya teman outhor ceritanya seruloh dijamin tidak nyesal kalau sudah mampir


__ADS_1


__ADS_2