
Dirumah sakit tempat pak Robert dirawat tanpak dokter Delon dan beberapa suster berlari ke ruang ICU. Pak Robert kembali kritis, Yunisa menangis histeris karna melihat kondisi ayahnya. "Ayah........bertahanlah untukku dan mama." kata Yunisa sambil Menangis.
"Ayah aku mohon.....belum sempat Yunisa memberikan kebahagiaan buat ayah,
Ayah sudah janji kan, kalau ayah harus melihat Yunisa sukses.Kata Yunisa sambil menangis histeris. Yunisa merasa tidak sanggup jika terjadi sesuatu yang buruk kepada ayahnya.
"Sabar ya dek semua kita serahkan sama Tuhan. kata Damar untuk menghibur Yunisa yang sedari tadi menangis melihat kondisi ayahnya. Sementara Bu Rahma bangkit dari tempat duduknya.
Nak......kita serahkan semua ini sama Tuhan. semua yang terjadi sama kita atas kehendak-Nya. Sekarang kita hanya dapat berdoa agar ayah kamu bertahan. Kata ibu Rahma kepada putrinya agar putrinya merasa kuat.
Sementara suster keluar dari ruang ICU
"Keluarga pak Pak Robert?" kata suster yang ikut menangani pak Robert.
"Ya.....kami sus" kata Yunisa sembil langsung menghampiri suster.
"Pak Robert ingin berbicara kepada saudara Yunisa,apa Nona Yunisa ada? tanya suster memberi tahu kalau pak Robert ingin sekali berbicara dengan putrinya.
"Saya sus" jawab Yunisa dengan singkat
"Mbak silahkan masuk pak Robert ingin berbicara kepada anda dan Bu Rahma." kata suster sembari mempersilahkan Yunisa dan Bu Rahma masuk kedalam ruang ICU di ikuti Damar dari belakang.
"Ayah....." panggil Yunisa
Nak....ayah minta maaf kalau selama ini sudah menyembunyikan penyakit ayah sama kamu. Tapi percaya lah semua ini ayah lakukan karna ayah tidak mau kalau kamu kepikiran dan tidak fokus dengan pekerjaanmu nak, Dan sekarang ayah minta maaf kalau ayah ada salah sama kamu,sepertinya umur ayah tidak panjang lagi." kata pak Robert kepada Yunisa.
"Ayah jangan ngomong gitu ....ayah harus kuat dan bertahan untuk Yunisa dan mama. Seru Yunisa sembari menangis sesenggukan.
"Berhenti menangis nak......ayah tidak ingin melihat kamu menangisi ayah." kata pak Robert dengan suara lirih.
"Nak kalau ayah tidak ada lagi tolong kamu jaga mama kamu,buat mama bahagia, kalau mama bahagia itu berarti ayah sudah bahagia. Dan satu lagi jika ayah sudah tidak ada ,rumah yang sudah bertahun tahun kita tempati,ayah serahkan sama kamu dan tolong kamu rawat baik baik "Pinta pak Robert agar amanahnya di lakukan oleh Yunisa di masa yang akan datang .
__ADS_1
"Oh iya nak pria tampan ini siapa?
Tanya pak Robert sembari melihat kearah Damar "Kenalin pak saya Damar calon suaminya Yunisa. Kata Damar sambil memberi salam kepada pak Robert. Hal itu membuat Yunisa sangat terkejut akan apa yang didengarnya. Apalagi selama ini hubungan mereka tidak lebih dari atasan dan bawahan. bahkan mereka tidak pernah menjalin hubungan selain dari Rakan kerja. Hal itu yang membuat Yunisa terkejut akan pernyataan Damar. Yunisa menatap Damar dengan tatapan penuh tanya.
"Oh bagus kalau begitu ....saya harap kamu jaga anak saya baik baik dan saya merestui kalian. Tapi tolong jangan kamu kecewakan anak saya. Kata pak Robert dengan penuh harap
"Bu...... trimakasih sudah menemaniku selama ini dan juga sudah merawatku.
Ayah minta maaf kalau ada salah sama ibu." kata pak Robert sambil memegang tangan Bu Rahma.
"Jangan ngomong gitu yah......ayah harus bertahan." kata ibu Rahma
Lalu pak Robert meraih tangan Yunisa dan Damar dan menyatukan tangan mereka. Pertanda pak Robert merestui hubungan damar dengan Yunisa.
Lalu pak Robert pergi untuk selamanya.
"Ayah.........Ayah......panggil Yunisa sambil menangis histeris.Ma.......ayah ma......." tangis Yunisa semakin histeris.
"Ayah mengapa tega ninggalin ibu????"
Jerit Bu Rahma. Setelah memeriksa pak Robert dengan seksama dan memastikan kalau pak Robert sudah pergi untuk selamanya, dokter melepas alat alat medis yang ada ditubuh pak Robert agar pak Robert segera dibawa kerumah duka.
Setelah jenazah pak Robert, disemayamkan dan dikebumikan di TPU terdekat, tampak Yunisa terus menangis "ayah........kenapa harus secepat ini ayah ninggalin kami? Tangis Yunisa melihat tangisan Yunisa. Damar l tak kuat menahan air matanya "Ya ampun Tuhan berikan lah kekuatan buat Yunisa gumamnya dalam hati.
"Dek .....jangan nangis terus nanti ayah tidak tenang di alam sana....kata Damar
Dan Damar mengajak Yunisa pulang kerumah Untuk istirahat. Karna para kerabat dan tetangga yang datang untuk ngelayat sudah berpulangan.
Dijalan Yunisa hanya diam dengan tatapan kosong. Tidak ada yang keluar dari mulutnya hanya Isak tangis yang terdengar. Hal itu membuat hati Damar semakin tidak karuan. Bagaimana tidak ,dirinya tidak sanggup melihat wanita yang sangat ia cintai menanggung beban seberat itu.
Tiba dirumah, Yunisa langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri .Setelah selesai melakukan ritual mandinya Yunisa menghampiri mamanya. Sementara Damar yang sudah memesan makanan sebelumya, Menghampiri Yunisa dan Bu Rahma untuk makan.
__ADS_1
Yun....ibu makan yuk.... soalnya sudah dari pagi ibu dan Yunisa belum makan, ingat Bu .....ayah pasti sedih melihat kalian terus terusan menangis seperti ini. Apalagi ayah sudah mengatakan kalau kita tidak boleh menangis dan ayah juga menginginkan kalian bahagia. Jadi tolong demi ayah, kalian makan ya. Ayah juga pasti menginginkan kalian sehat dan tidak terus terusan menangis seperti ini." kata Damar. Mendengar nasihat Damar, Yunisa dan Bu Rahma mengiyakan dan merekapun akhirnya mau memakan, makanan yang dibawa Damar.
Sementara ditempat lain nyonya Rita dan pak Baskoro mencari tau mengapa anaknya tiba tiba berangkat kekota medan."Pi .....ada apa dengan anak kita kok tiba tiba dia berangkat ke Medan tanpa memberitahu kita? dan ada urusan apa hingga dia mendadak berangkat kesana? tanya nyonya Rita kepada suaminya.
"Ia mi ...papi juga tidak tau ada apa dengan anak itu,apa yang sudah ia sembunyikan dari kita." pertanyaan demi pertanyaan tumbuh di benak nyonya Rita dan pak Baskoro yang mendengar kepergian anaknya tanpa memberikan kabar. Padahal sudah satu Minggu Damar pergi dan tidak memberi kabar kepada kedua orangtuanya.Bahkan segala urusan kantor di serahkan kepada asistennya yaitu Josua .
"Pi apa sebaiknya kita tanya Josua dulu ada urusan apa Damar ke sana?
"Tidak perlu mi ....pasti Josua tidak akan buka mulut karna mereka kan sahabat. Jadi tidak mungkin Josua memberitahu kita. lebih baik ayah terjun langsung besok pagi ke sana.Kata pak Baskoro.
"Kerahkan anak buah papi mencarinya kan bisa." kata nyonya Rita seakan tidak memperbolehkan suaminya pergi ke Medan."Mi.....tidak semua urusan harus kita serahkan sama anak buah siapa tau ini privasi anak kita. Kan kita tidak tau apa yang menjadi urusan Damar disana? kata tuan Baskoro
"Ya sudah kalau papi pergi kemedan maka mami juga ikut, sekalian mami mau ketemu sama teman teman mami sewaktu kuliah dulu. Sudah kangen juga dengan mereka, apalagi dengan pak Maringan dan istrinya wah sudah lama tidak bertemu terang nyonya Rita.
"Ya udah kalau mami ikut ya ikut aja justru papi senang bangat kalau mami mau ikut sekali sekali bernostalgia lah kesana he he he he." kata tuan Baskoro sembari tertawa kecil.
"Ya sudah tapi mami tidak mau naik jet pribadi, Mami mau naik pesawat komersil dan class ekonomi agar seru. kata nyonya Rita membuat tuan Baskoro sedikit bingung dengan keinginan istrinya .
"Mami ......semua orang menginginkan yang mewah,ini mami justru ingin menaiki pesawat komersil udah itu class ekonomi lagi. Papi ngak salah dengar kan?" tanya tuan Baskoro
"Ngak dong Pi.......kan biar seru sekalian bernostalgia jaman dulu kan kita juga naik pesawat sewaktu pacaraan,naik pesawat class ekonomi juga kan He he he he ." kata nyonya Rita sambil nyengir. Akhirnya mereka memutuskan berangkat ke kota Medan dengan menggunakan pesawat komersil dan class ekonomi .
Sementara di kantor Baskoro group Josua disibukkan dengan berbagai berkas berkas dan pekerjaan yang ditinggalkan Damar begitu saja. Membuat Josua terkadang harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga dirinya tidak ada waktu untuk Heng out bersama teman temannya. Padahal selama ini Josua setiap weekend selalu ngumpul bersama teman temannya.
"Aduh ....kapannsih pak bos balik? Kepalaku sudah pusing bangat gerutu Josua karna Damar tak kunjung pulang padahal janjinya hanya dua hari tetapi sudah satu Minggu Damar belum juga pulang ke Jakarta.
Keesokan harinya tuan Baskoro dan nyonya Rita tiba di bandara kualanamu dan disambut dengan beberapa anak buahnya yang bertugas dimedan. Tepatnya di kantor cabang miliknya yang ada dikota Medan .
"Selamat datang tuan ....nyonya....sapa salah satu staf tuan Baskoro yang bertugas di medan.
"Ya ....sahut tuan Baskoro dan langsung masuk kedalam mobil yang sudah disediakan oleh staf sebelumnya .
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya.💓💓🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏 trimakasih