
Setelah Joni dan Jack datang, Mereka pun langsung berangkat untuk sekedar berkeliling di kampung tempat villa keluarga jack berada. Mereka pergi ke sungai yang mengalir di di tengah-tengah desa itu.
"wow indah sekali sungai ini bersih dan asri. "Kata Desi dan Lita karena mereka takjub melihat keindahan pemandangan yang ada di desa itu.
"Kamu suka sayang tempatnya" tanya Jack kepada Lita karena dirinya sangat senang melihat kekasihnya Lita bahagia.Sudah lama sebenarnya nya ingin mengajak Lita berjalan-jalan untuk sekedar rekreasi untuk hilangkan penat setelah seharian beraktivitas.
Tetapi karena masalah yang menimpa keluarga mereka bertubi-tubi. sehingga Jack mengurungkan niatnya untuk bepergian bersama Lita . apalagi Tuan Baskoro memberikan aba-aba kepada anggota keluarga agar untuk sementara waktu itu tidak pergi keluar rumah tanpa dikawal oleh bodyguard.
Setelah sampai di sungai tepatnya di belakang villa keluarga Jack. Desi dan Lita menikmati keindahan sungai yang mengalir di sana. Mereka pun bermain air seperti layaknya anak kecil yang bermain-main di sungai.
"Wow Sudah lama aku tidak merasakan seperti ini"kata Lita kepada Desi berterus terang karena Lita juga merindukan hal-hal sederhana yang mereka lakukan sekarang.
"Iya aku juga merindukan seperti ini karena terakhir kali aku bermain air bersama teman-temanku sewaktu kami pergi ke rumah almarhum nenekku sebelum ayahku meninggal sekitar 6 tahun yang lalu.Kata Desi kepada lita.
Joni dan Jack pun memperhatikan segala tingkah laku kekanak-kanakan wanita yang mereka kagumi.
"Jack kamu sudah lama belum pacaran sama lita?"tanya Joni kepada Jack
"Sudah lumayan lama kami pacaran semenjak kami duduk di bangku kelas 2 SMA setelah perpindahan Lita dari Medan ke Jakarta "jawab Jack.
"Wah sudah lumayan lama juga ya." sahut Joni kepada jack. Tapi ngomong-ngomong Kalau Desi sudah punya pacar belum?" tanya Joni kepada Jack karena Joni penasaran dengan sosok Desi yang bersama mereka.
"Kamu ada-ada saja Jon!" Kalau Desi punya pacar atau kekasih tidak mungkin dia datang kemari sendirian. Semenjak aku mengenal desi dia belum pernah sama sekali berpacaran." Kata Jack kepada Joni memberitahu siapa sahabatnya Desi.
"Gimana Dia mau pacaran laki-laki saja takut sama Desi, orang dia pemenang taekwondo se kota Jakarta dan dia sudah beberapa kali mengharumkan nama sekolah kami. Dia sudah beberapa kali membawa piala kemenangannya.
"Jadi maksud kamu Desi itu pemain karate gitu." tanya Joni kepada Jack yang semakin penasaran dengan sosok Desi yang tampak lugu dan sederhana.
"Iya memang itu adanya, Desi pemain karate yang handal dari sekolah kami." kata Jack kepada Joni membuat Joni semakin kagum melihat sosok wanita yang mulai ia sukai.
__ADS_1
"Kamu suka ya Jon sama Desi?" tanya Jack karena Jack penasaran kepada Joni yang setelah mulai pertemuan mereka, Joni terus saja bertanya-tanya mengenai Desi.
"Kira-kira mau nggak jadi pacar aku iya jack."tanya Joni kepada sahabatnya jack
"Kalau untuk itu Saya kurang tahu bro!" lebih baik kamu tanya aja langsung orangnya, orangnya asik kok." ucap Jack kepada Joni.
Tanpa mereka sadari Lita juga mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Des sepertinya temannya kak jack, kak Joni suka deh sama kamu."ucap Lita kepada Desi.
"Ah kamu bisa aja Lit " tepis Desi kepada Lita karena Desi tidak percaya kalau Joni suka kepadanya.
Setelah merasa puas mereka bermain air di sungai yang mengalir yang berada di tengah-tengah desa itu, mereka pun kembali menghampiri kedua lelaki yang menemani mereka.
"Kalian cerita apa sih kok asik banget ngobrolnya "tanya Lita kepada Jack dan Joni. "Biasalah sayang namanya juga laki-laki apalagi kita sudah lama tidak ketemu"
" Iya kan bro" kata Jack kepada teman masa kecilnya itu.
"Istirahat disini dulu ya, sebelum kita pulang ke villa." kata Jack dan Joni kepada Desi dan lita.
"Boleh deh Lagian kami lumayan capek juga jalan nya tadi!" ucap Lita kepada kekasihnya.
"Jadi kamu capek Sayang mau perlu Kakak gendong ngak?"tanya Jack kepada Lita sambel mengembangkan senyumnya ke arah kekasihnya.
"Ih seperti anak kecil aja digendong" ucap lita sambil langsung menghampiri Jack dan duduk tepatnya di samping Jack
Mereka pun memesan makanan di warung tersebut. Mengingat mereka belum makan siang. Di Kampung, mereka makan seadanya. tidak seperti berada di kota, makan di restoran mahal merogoh kocek jutaan rupiah. Tetapi ketika mereka berada di desa tepatnya di kampung halaman ibunda dari Jack. Lita dan Jack pun menyesuaikan diri hidup seperti layaknya masyarakat di sana.
"Teh!" pesan Indomie kuah nya 4 ya dan teh manis hangat nya juga 4." ucap Lita kepada pemilik warung yang berada di sekitar aliran sungai yang mereka jalani.
__ADS_1
"Oh iya neng silakan ditunggu ya." kata pemilik warung tersebut.
Setelah menunggu sekitar 20 menit pesanan mereka pun datang, Lita, Desi, Jack, dan Joni pun memakan Indomie kuah pesanan mereka dengan lahap. Mengingat mereka sama sekali belum makan siang padahal jam sudah menunjukkan pukul 2 siang.
"Wah Kak ternyata asik juga ya jalan-jalan di desa seperti ini karena hidup di kota kadang-kadang membosankan juga. Kalau kita berada di kota kita tidak memakan seperti ini." Tapi jujur aku benar-benar menikmati perjalanan kita."kata Lita kepada Jack .
Karena kekasihnya tidak hanya menyuguhkan dirinya dengan hidup berkelimpahan harta tetapi kekasihnya juga mengajaknya hidup sederhana hal itu yang membuat Lita semakin cinta dan sayang kepada Jack.
padahal orang tuanya pengusaha kaya raya dari Singapura. Tidak pernah merasa dirinya hebat. Tetapi dia selalu hidup apa adanya dan sederhana. Begitu juga dengan Lita orang memiliki orang tua kaya raya. Tetapi itu tidak membuat Lita menjadi sombong,dan hidup glamor seperti anak orang-orang kaya lainnya.
Mereka juga tidak memilih-milih teman yang harus sederajat sama mereka. justru mereka lebih senang berteman dengan orang-orang yang hidupnya sederhana.
Kehidupan mereka yang sama-sama tidak menginginkan keglamoran, membuat mereka merasa memiliki sifat yang sama.
Setelah mereka selesai menyantap makanan yang mereka pesan sebelumnya. Lita pun meminta kepada Jack agar mereka balik ke villa sebelum matahari terbenam. Setelah melakukan perjalanan sekitar 30 menit dengan berjalan kaki mereka tiba di villa.
"Aduh capek juga ternyata." kata Lita kepada Jack dan Desi. Mereka pun tertawa bareng. Tiba-tiba Mang karim datang menghampiri mereka.
"Den makanannya sudah siap, di meja makan Nanti kalau sudah lapar dimakan saja Den." kata mang Karim yang merupakan penjaga villa itu. Karena sebelumnya Jack sudah memberikan kepada istri dari Pak Karim uang belanja agar istri Pak Karim memasak makanan buat mereka.
"Baik mang terima kasih ya mang "ucap Jack kepada mang Karim Sambil memberikan pecahan uang pecahan seratus ribu rupiah sebagai ucapan terima kasih kepada Mang karim. karena sudah membantu mereka di villa
"Terima kasih Den"
"Sama sama mang!"
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir kekarya teman outhor Ceritanya seru loh