
Lita terus menangis menunggu kehadiran Jack di sekolah. Tetapi Jack tak kunjung datang membuat Lita semakin gelisah. Ia pun kembali menghubungi Bu Dewi untuk menanyakan keberadaan Jack. Tetapi Bu dewi mengatakan kalau Jack belum pulang ke rumah.
Desi pun mengenali tempat yang difoto Sintia. Ia pun langsung menuju ke sana tanpa memberitahukan kepada Lita. Karena dia takut Lita berpikir yang tidak-tidak tentang Jack. Desi sengaja tidak mengikuti pelajaran hanya khusus untuk melihat keadaan Jack.
Di sana sudah ada beberapa anak buah sintia yang sudah di bayar sebelumnya.
Tetapi Desi tidak gentar sama sekali mengingat Desi memiliki ilmu bela diri yang cukup handal.
Desi melakukan pengintaian melihat keberadaan Jack disana. Entah mengapa Jack belum juga bisa keluar dari sana.
Iya melihat Jack, tangannya sudah diikat dan kakinya sudah diikat juga mulutnya yang ditutup pakai lakban hitam membuat Jack tidak bisa bersuara.
Desi masuk melalui pintu belakang, tetapi naas anak buah Sintia mendengar kedatangan Desi disana sehingga mereka pun terlibat perkelahian dengan anak buah sintia.
Kerena anak buah sinta terlalu banyak sehingga Desi pun sedikit kewalahan untuk melawan mereka. Desi langsung membuka tangan Jack dan mulut nya agar dapat membantunya, untuk melawan anak buah sintia
Tetapi sebelum Desi membuka ikatan Jack. Anak buah Sintia sudah langsung menendang Sintia dari belakang membuat Sinta langsung terpental sejauh 2 meter membuat dirinya sedikit lemah.
Desi pun kembali bangkit dan berlawanan beberapa anak buah sintia. Desi sudah semakin geram akan apa yang dilakukan anak buah Sintia terhadapnya dan juga kepada Jack . Hal itu membuat Desi semakin beringas, Desi pun melakukan jurus-jurus yang sudah ia pelajari saat Ia belajar bela diri hingga membuat anak buah Sintia lumpuh semua dan tidak bisa melawan lagi. Anak buah Sintia pergi meninggalkan Sintia dan Jack di tempat itu sambil menahan rasa sakit akibat hantaman yang dilakukan Desi.
"Makanya jangan sepele sama perempuan."
"Huh hah Cemen Lo!" umpat Desi.
Kemudian Sintia langsung membuka ikatan tangan dan kaki Jack.
Sintia bertanya kepada Jack mengapa hal itu bisa terjadi terhadap nya. Jack menceritakan awal l mulanya dia di hadang anak buah Sintia dijalan. Ketika Jack hendak menjemput Lita pergi ke sekolah.
Jack memberitahu kalau dia tidak sadarkan diri lagi, Ketika seseorang menutup mulutnya pakai sapu tangan.
Desi yang sebelumnya sudah menghubungi kepolisian langsung datang menghampiri mereka.
__ADS_1
Kepolisian pun mengambil bukti-bukti yang ada di tempat itu beserta ponsel milik Sintia.
Desi menceritakan semuanya kepada Jack membuat Jack mengkawatirkan Lita takut kalau Lita salah paham kepadanya.
Setelah pihak kepolisian mengambil bukti-bukti yang ada di tempat itu. Pihak kepolisian juga meminta mereka ikuti kekantor polis untuk dimintai keterangan terkait penyekapan Jack.
Orang tua Jack yang mendapat telepon dari kantor polisi pun terkejut mendengar putranya berada di kantor polisi. Bu Dewi berpikir kalau putranya yang melakukan kriminal. Sehingga Bu Dewi langsung meminta suaminya agar mereka langsung menuju ke kantor polisi guna melihat keadaan putra mereka.
Tiba di kantor polisi, Bu Dewi dan Tuan Beandhard bertanya kepada pihak kepolisian tentang masalah apa yang dilakukan putranya sehingga putranya berada di kantor polisi.
Pihak kepolisian pun berkata kepada kedua orang tua Jack bahwasanya bukan jack lah yang melakukan kriminal, tetapi Jack lah yang menjadi korban di sana.
Bu Dewi langsung pergi melihat keadaan putranya. Bu Dewi sudah melihat Jack seluruh tubuhnya banyak bekas-bekas luka akibat gesekan dari aspal. Di wajah Jack tampak lebam-lebam begitu juga dengan Desi. Wajah Desi yang sudah tampak lebam akibat melawan beberapa anak buah Sintia.
Setelah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian Sintia dan Jack pun diperbolehkan untuk pulang.
Sementara Lita yang belum menyadari kalau Desi tidak ada lagi di sekolah Ia pun mencari-cari Desi.
"loh ke mana lagi Desi?" Gumamnya dalam hati.
Setelah sambungan telepon selulernya tersambung kepada Desi, Lita bertanya kepada Desi di mana Desi berada.
Desi pun berkata sejujurnya tanpa ada yang ditutup-tutupi kepada sahabatnya itu karena Desi takut kalau Lita kecewa kepadanya yang menutupi masalah seberat itu karena kasusnya sudah sampai ditangan Kepolisian.
Mendengar penjelasan dari Desi, Lita langsung permisi kepada kepala sekolah agar Lita minta izin tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah hari itu.
Kepala sekolah pun mengijinkan litab untuk pulang. Lita langsung menuju kantor polisi di mana Desi berada.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek online yang ia pesan sebelumnya, Lita bertemu dengan Desi di kantor polisi. Di sana sudah ada Jack dan kedua orang tuanya.
"Kak Kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Lita kepada Jack sembari memegang wajah kekasihnya yang sudah lebam-lebam.
__ADS_1
Melihat interaksi Jack dan Lita . Bu Dewi pun tersenyum. Bu Dewi senang melihat Lita perhatian kepada putranya.
Kemudian kedua orang tua Jack, meminta agar dan Desi diperiksa ke dokter takut ada benturan-benturan yang tidak diketahui sekarang.
Jack dan Desi mengikuti apa kata orang tua Jack Tuan Beandhard. Tuan Beandhard mengendarai mobilnya menuju rumah sakit X yang merupakan Rumah sakit milik sahabatnya sendiri. Lita tak habis-habisnya menangis melihat keadaan Jack
"Sudah Sayang tidak perlu menangis ,kakak baik-baik saja kok." kata Jack agar Lita tidak menangis lagi melihat kondisinya.
Desi yang melihat Lita menangis, berkata kepada Lita agar Lita tidak perlu Terlalu mengkhawatirkan Jack.
Desi berkata kalau Jack tidak kenapa-kenapa Ia hanya diberi obat bius oleh anak buah Sintia
Dia pun menceritakan segala sesuatu dan menceritakan tentang foto-foto yang diambil oleh Sintia sendiri membuat Lita semakin geram dan jijik kepada Sintia.
Lita pun berniat untuk memberi pelajaran kepada Sintia. Karena sudah melampaui batas kesabaran Lita selama ini.
Lita pun menghubungi papinya, untuk memberitahu pokok permasalahan yang terjadi kepada Jack agar Tuan Baskoro membantu memberi pelajaran kepada Sintia agar papinya meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan Sintia dari sekolah milik ayahnya sendiri.
Kemudian Lita juga meminta agar papinya memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan milik orang tua Sintia. Kesabaran Lita selama ini sudah tidak dapat dibendung lagi. Sehingga dirinya sampai meminta kepada tuan Baskoro yang merupakan ayah kandung lita sendiri.
Padahal selama ini Lita tidak pernah meminta apa-apa kepada papinya atau kepada Nyonya Rita. Bahkan Lita pergi ke sekolah pun tidak menggunakan mobil pemberian ayahnya kepadanya. Lita tidak mau mengungkapkan siapa jati dirinya sendiri.
Sehingga Sintia berbuat semena-mena terhadap nya. Padahal Lita selama ini sudah berbuat baik kepada Sintia. Ia juga tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak disukai teman-temannya.
Hanya karena Sintia merasa kalah bersaing mendapatkan Jack sehingga Sintia mampu melakukan apa saja demi mendapatkan yang ia mau.
Tuan Baskoro pun merespon apa yang dikatakan putrinya. Tuan Baskoro juga sudah geram mendengar apa yang dilakukan sintia kepada putrinya dan juga kepada putra sahabatnya itu. Sehingga tuan Baskoro langsung menghubungi Damar agar Damar memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan keluarga Sintia
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga kekarya teman outhor Ceritanya seru loh.