
Setelah mendapatkan persetujuan dari Yunisa. Tim dokter yang menangani Bu Rahma langsung mempersiapkan ruang operasi agar Bu Rahma segera dioperasi mengingat kondisi paru parunya, yang menghirup asap tebal tidak berfungsi dengan baik. Dan luka bakar Bu Rahma sangat Lah parah. Hingga dokter memprediksi kemungkinan Bu Rahma selamat, sangat lah tipis berbagai upaya mereka lakukan untuk menyelamatkan Bu Rahma termasuk melakukan tindakan operasi.
Tindakan operasi dilakukan, karna paru paru Bu Rahma tidak berpungsi membuat tim dokter meminta persetujuan dari pihak keluarga " jika saat mengoperasi pasien tidak selamat maka, pihak keluarga tidak bisa menyalahkan pihak rumah sakit atau tim dokter.
Mengingat kondisi Bu Rahma sangatlah buruk. " Ya Tuhan mengapa semua ini terjadi kepadaku." Jerit Yunisa membuat Damar merasa tidak tega melihat istri yang sangat ia cintai menangis. " Ya Tuhan sembuhkan lah mama Rahma" Kata Damar sembari memeluk istrinya yang lagi hamil tua.
" Yang sabar ya sayang....."
" Ingat ada anak kita didalam sini."kata Damar sembari kembali memeluk Yunisa untuk menguatkan istrinya.
"Mas.....mama..." Tangis Yunisa karna ia takut kehilangan sosok ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan nya.
Yunisa sangat menyayangi Bu Rahma Hubungan mereka begitu dekat membuat Yunisa tidak sanggup jika dirinya kehilangan Bu Rahma.
" Sayang kamu harus tenang lebih baik kita berdoa meminta kepada Tuhan agar mama sembuh." Kata Damar untuk menengkan istrinya.
Sementara ditempat lain Lizah yang mengetahui musibah yang menimpa Bu Rahma begitu Shok. " Ibu....." Lizah menjerit histeris membuat orang orang yang berada itu dikantor Baskoro group melihat kearah suara jeritan Lizah. Ia menangis histeris, Karna dirinya sangat menyayangi Bu Rahma. Lizah juga sudah menganggap bu Rahma sebagai ibu kandungnya sendiri.
" Josua yang mendapat informasi dari bawahannya. Bahwa kekasihnya menangis histeris di ruangannya langsung berlari menuju ruangan Lizah.
" Sayang ada apa?" Tanya Josua yang sebenarnya dirinya sudah tau musibah yang menimpa Bu Rahma. Josua sengaja tidak memberitahu musibah yang menipa Bu Rahma. Karna Josua tidak mau kalau Lizah akan sedih. Ternyata yang ditakutinya benar benar terjadi. Lizah terus terusan menangis setelah mendengar berita yang menimpa Bu Rahma.
" Sabar sayang kita lebih baik berdoa semoga Bu Rahma tidak kenapa kenapa." Kata Josua untuk menenangkan kekasihnya Lizah.
" Jujur samaku sayang ..... sebenarnya kamu sudah tau kan musibah ini?" Tanya lizah, karna dirinya sudah curiga kalau Josua menutupi musibah yang menimpa Bu Rahma dari lizah.
" Maafkan aku sayang .....aku tidak berniat untuk menutupinya dari kamu, tetapi aku tidak mau kalau kamu kepikiran dan bersedih." Kata Josua sembari memberi kecupan di kening lizah. Orang orang disana bertanya tanya apa yang terjadi sehingga lizah Sampai menangis histeris.
" Maaf pak Josua kalau boleh tahu, ada apa kok bisa Bu lizah Sampai menangis?"
__ADS_1
Tanya salah satu staf yang bekerja di kantor Baskoro group.
" Maaf kalau kalian jadi terganggu kerja"
Kata Josua kemudian Josua pun menceritakan kejadian yang sebenarnya yang menimpa mertua dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Semuanya berada disana, memanjatkan doa meminta agar Bu Rahma selamat dalam menjalankan operasi yang dilakukan oleh tim dokter akibat kebakaran yang dialaminya.
" Kasihan Bu Rahma" gumam salah satu staf yang bekerja di kantor Baskoro group. Setelah lizah sedikit tenang, Josua menuntun lizah untuk beristirahat diruang Josua yang kebetulan diruangan Josua dipasilitasi tempat istirahat.
Di Pematang siantar
Bu Rahma yang sedang dioperasi oleh tim dokter pun kondisinya semakin lemah sehingga, Tim dokter sangat kuatir kalau Bu Rahma tidak bisa bertahan pasca operasi. Semua tim dokter dan perawat yang bertugas menangani Bu Rahma terus saja berusaha untuk menyelamatkan nyawa bu Rahma.
Tambahan tenaga ahli untuk menangani Bu Rahma pun dilakukan untuk menyelamatkan nyawa bu Rahma. Tetapi Tuhan berkehendak lain hingga yang pencipta memanggil Bu Rahma. Tim dokter menyesalkan mereka tidak berhasil menyelamatkan Bu Rahma
Mendengar Bu Rahma sudah tidak ada lagi Yunisa langsung pingsan. Yunisa merasa tidak sanggup kalau sampai kehilangan Bu Rahma
" Sayang ....."panggil Damar sembari menepuk nepuk wajah istrinya berharap istrinya sadar. Karna Yunisa tidak kunjung sadar, Damar memutuskan untuk membawa Yunisa keruang UGD agar diperiksa oleh dokter ahli.
"Dokter......dokter...."panggil Damar sembari menggendong tubuh Yunisa yang lagi hamil tua.
Dokter tolongin istri saya, istris saya pingsan setelah mendengar, bahwasannya ibu mertua saya telah meninggal pasca operasi." Terang Damar kepada dokter yang bertugas di ruang UGD. Kemudian dokter langsung memeriksa kondisi Yunisa. Sementara Tuan Baskoro dan nyonya Rita mengurus jenzah dan administrasi agar jenazah Bu Rahma dapat disemayamkan. Di TPU terdekat yang ada dipematang Siantar.
" Suster bagaimana keadaan istri saya dan bayinya?" Tanya Damar mengebu gebu karna dirinya sangat kwatir dengan keadaan istrinya.
Kondisi istri anda dan bayinya baik baik saja. Istri Anda hanya shock mendengar berita kematian ibunya.
Jadi lebih baik setelah istri anda sadar, tolong kasih pengertian kepadanya dan hibur dia.Hati yang happy membuat kondisi wanita hamil akan stabil pasca melahirkan." Kata dokter yang menangani Yunisa.
" Jadi tolong jaga mood istri anda, apalagi istri anda sedang hamil tua. Ini sudah tinggal menghitung hari. Kata dokter yang menangani Yunisa.
__ADS_1
" Baik dokter saya akan menjaga dan menghibur istri saya."Jawab Damar sembari membelai lembut wajah istrinya. Sepeninggalan dokter, Damar mengecup kening istrinya. " "Sayang....kamu yang kuat Yach demi aku dan anak kita." ujar Damar
Setelah kondisi Yunisa sudah membaik, jenazah Bu Rahma akan disemayamkan.
" Sayang......mams....." Isak tangis Yunisa sambil bangkit dari tempat tidurnya. Ia juga meminta Damar agar menghantarkannya untuk melihat Bu Rahma untuk yang terakhir kalinya.
"Mas ......aku mau melihat mama...." Tangis Yunisa. Agar suaminya mengijinkannya melihat jenazah ibunya untuk yang terakhir kali. "Ia kita akan kesana, tapi kamu harus janji, kamu harus kuat." Kata Damar agar istrinya kuat dalam menghadapi musibah Yang dialami keluarga Yunisa.
" Mas.......papa sudah ninggalin aku sekarang mama yang ninggalin aku....apa salahku.... Aku sudah yatim piatu." Tangis Yunisa membuat hati Damar bagai tertusuk duri. Ia tak sanggup melihat istrinya terus menangis.
" Kamu yang kuat sayang.......kamu masih ada aku......masih ada mami Rita dan papi " kata Damar untuk menguatkan istrinya. Kemudian Yunisa dan Damar langsung menuju tempat Bu Rahma disemayamkan.
" Mama......kenapa mama tega ninggalin Yunisa ....." Tangis Yunisa sembari menabur bunga di makam ibu Rahma.
Setelah jenazah Bu Rahma Dikebumikan, Yunisa ingin melihat kondisi rumah mereka yang sudah hangus terbakar. Ia melihat puing puing rumah mereka yang terbakar hingga merengut nyawa ibunya.
" Sebenarnya bagaimana bisa terjadi seperti ini pak Kep." Tanya Damar kepada Kepling yang ada di lingkungan tempat tinggal Bu Rahma.
Kemudian pak Kepling menceritakan kepada Damar kejadian yang sebenarnya hingga membuat rumah Bu Rahma hangus terbakar.
Bukan cuman Bu Rahma yang menjadi korban, tetapi tetangga Bu Rahma juga ikut korban. Dua anak dan istrinya meninggal dunia akibat kebakaran itu. Api bermula dari rumah tetangga Bu Rahma . Tetapi karna kejadiaannya tengah malam hingga orang orang tidak mengetahui kalau rumah mereka sudah terbakar. Apalagi Bu Rahma saat itu masih terlelap tidur Membuat dirinya tidak sempat menyelamatkan dirinya.
Bersambung......
hai hai para readears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga ke karya baru outhor ceritanya seruloh
__ADS_1