
Ketika Pak Joko sudah menerima uang sebesar Dua ratus limapuluh juta dari Lita, Pak Joko langsung mengembangkan senyumnya dan berlalu dari rumah kontrakan keluarga Desi.
"Aku tidak tahu harus bagaimana membayar hutang orangtuaku ini sama kamu Lita, tapi aku janji akan membayarnya tetapi dengan mengecil." ucap Desi kepada Lita."
"Sudahlah tidak perlu terlalu kamu pikirkan Yang penting kamu bisa hidup dengan tenang bersama tante dan juga adik-adik kamu. Kita harus lebih giat belajar agar kita bisa berhasil kelak." ucap Lita kepada Desi dibalas anggukan dari Desi.
Sementara Joni yang menunggu Desi dan Lita di kampus tampak gelisah
"Kemana mereka Kok dari tadi dicariin tidak ada di kampus?" tanya Joni dalam hati hingga Ia memutuskan untuk mencari Jack.
"Jack kamu lihat Desi sama Lita tidak?"
"Tidak!" dari tadi Saya ada urusan dengan senior
"Memangnya kenapa?"
"Aku cariin mereka tidak kelihatan!" Mereka kemana ya?"
"Coba kamu hubungi nomor ponselnya!" tanya dimana mereka berada." ujar Jack
Joni pun menghubungi nomor ponsel Desi tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Membuat Joni semakin khawatir kepada Desi dan juga Lita.akhirnya Joni dan Jack memutuskan untuk kembali mencari keberadaan Desi dan Lita di kampus.
Jack yang mendapat informasi kalau kekasihnya tidak ada di kampus, Ia pun langsung menghubungi Lita. sambil mencari Desi dan Lita di kampus .
Ketika sambungan telepon selulernya tersambung ke ponsel Lita, Jack langsung bertanya.
"Sayang kamu di mana?"
"Aku lagi di rumah Desi Kak!"
"Kok nggak ngabarin kakak?"
"Kakak kelihatannya sibuk dan ini urgent sekali!"
"Memangnya ada apa Sayang coba kasih tahu sama Kakak siapa tahu Kakak bisa bantu!"
"Sudah clear kok Kak Semuanya sudah aman tak terkendali.
"Tadi naik apa ke rumah Desi?"
"Naik taksi!"
"Ya sudah pulang tunggu di situ Kakak akan jemput kalian."
"Ya sudah kami tunggu ya Kak."
__ADS_1
"Iya sayang!" sahut Jack di dalam sambungan telepon selulernya. Kemudian Jack pun langsung menghampiri Joni agar tidak terlalu menghawatirkan Desi dan juga kereta.
"Bro Mereka ada di rumah Desi!"
"Serius ngapain mereka di sana?"
"Tidak tahu katanya sih urgent.
Aku sekarang mau jemput mereka kamu mau ikut tidak?"
"Ikut dong!"
"Ya sudah kita cabut, kita jemput wanita yang paling kita cintai." ucap Jack kepada Joni.
Mereka berjalan ke parkiran mobil yang ada di kampus. untuk mengambil mobil sport milik Jack. Ketika mereka sudah berada di dalam mobil, Jack langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah kontrakan Desi.
sekitar 20 menit dalam perjalanan Mereka pun tiba di kediaman Desi. mereka melihat Lita dan Desi di sana sedang duduk ngobrol bersama ibunda Desi dan adik-adiknya.
"Assalamualaikum!" sapa Joni dan juga Jack yang baru tiba, turun dari mobilnya
"Waalaikumsalam!" loh kakak cepet banget sampainya?"
"Iya kalau bisa cepat ngapain lama-lama!"
"Oh iya ada apa sih kalian kok tiba-tiba langsung pulang dari kampus tanpa mengabari kita?" tanya Jack kepada Lita.
Ada hal penting yang harus kami selesaikan sehingga kami harus buru-buru pulang ke sini ucap lita. Lita menceritakan apa yang dialami keluarga Desi membuat Jack dan Joni sangat terkejut.
"Maslah sebesar ini kalian tidak beritahu sama kakak?"
"Kakak lagi sibuk, sehingga kami tidak ingin merepotkan kakak.
"Jadi masalahnya sudah selesai apa belum?"
"Insyaallah sudah siap Kak!" Kakak tenang saja!"
Jack menatap kekasihnya dengan tatapan yang dalam. Ia tahu benar dengan sikap kekasihnya yang selalu dermawan kepada setiap orang.
"Kakak tahu kalau kamu pasti bisa menyelesaikannya sayang!" jadi kakak bangga memiliki kekasih berhati Dewi sepertimu."
"Jangan terlalu memuji Kak!" nanti lita bisa besar kepala.
"Kakak serius sayang!" ucap Jack sambil mengembangkan senyumnya. Sementara ibunda dari desi melihat interaksi antara Jack dengan lita mengembangkan senyumnya. Ia begitu bahagia melihat teman dari anaknya begitu akrab di depannya tanpa ada rasa sungkan.
Ibunda Desi sangat bersyukur, Desi memiliki sahabat seperti Lita. Lita sudah banyak membantu keluarga Desi.
__ADS_1
"Terima kasih kamu selalu membantu keluarga ibu, ibu tidak tahu harus bagaimana cara mengucapkan terima kasih kepadamu. Kalau tidak ada kamu entah bagaimana yang terjadi kepada keluarga kami." ucap ibunda Desi sambil meneteskan air mata.
"Sama-sama Bu!" semoga kedepannya kehidupan kita lebih baik. Lita juga bersyukur memiliki sahabat baik seperti Desi jarang-jarang saya menemukan wanita sebaik Desi di kota ini, Desi juga sudah banyak membantu Lita Tante." ucap Lita
Ketika mereka sudah selesai berbicara panjang lebar Jack dan Joni mengajak Lita dan Desi untuk sekedar makan siang keluar.
"Bu Kami mohon izin keluar sebentar boleh bu?"tanya Joni kepada ibunda Desi
"Tentu boleh nak!" tapi pulangnya jangan terlalu larut!" Tidak bagus seorang wanita pulang ke rumah terlalu larut, pandangan orang kurang bagus.
"Baik Bu Kami tidak akan lama kok!" ucap Joni dan Jack kompak.
Kemudian mereka berlalu dari rumah kontrakan Desi menuju sebuah cafe yang ada di dekat kampus.
"Lita duduk di samping kemudi, sementara Desi dan Joni duduk kursi penumpang.
"Sayang kenapa tidak pamit dari kakak tadi?"
"Namanya juga urgent Kak!"
"Lain kali kalau ada masalah kasih tahu sama Kakak. siapa tahu Kakak juga bisa bantu!"
"Iya calon suamiku sayang!" ucap lita sambil mencubit pipi kekasihnya membuat Desi sedikit jengkel.
"Bisa nggak sih kalian bermesraan jangan di hadapan aku?" jiwa jombloku meronta-ronta nih!" Gerutu Desi
"Emangnya kalian belum jadian Des?"
"Jadian sama siapa ada-ada saja!"
Joni langsung menggenggam tangan Desi. Joni seolah tidak rela Desi mengatakan kalau dirinya tidak memiliki kekasih padahal sebelumnya Joni sudah mengutarakan isi hatinya kepada Desi. Tapi Desi belum menjawab.
" Loh Jon!" kalian benar-benar belum jadi?" kok lambat banget sih kamu Jon nanti keburu disamber orang baru tahu rasa loh."
"Sudah tapi Desinnya yang enggak mau sama aku."
"Benar kamu tidak mau sama si Joni Des?" bukannya kamu bilang juga sama aku kalau kamu menyukai Kak Joni?" ucap Lita keceplosan yang memberitahu Kalau Desi juga sangat mencintai Joni.
Desi menundukkan kepalanya. Ia sedikit malu ketika Lita memberitahu kalau Desi juga mencintai Joni.
"Tidak perlu malu Des!" justru kakak senang kamu ternyata mencintai kakak juga. Itu berarti cinta kakak tidak bertepuk sebelah tangan. "Terima kasih kalau kamu memang benar-benar mencintaiku. Aku berharap hubungan kita Lebih dari sahabat lebih tepatnya kita pasangan kekasih. ucap Joni sambil terus menggenggam tangan Desi.
"Sudah langsung terima aja deh!" nggak usah malu Kalau cinta katakan aja cinta kalau tidak ya katakan aja tidak." ucap Lita berniat menjahili sahabatnya.
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏