My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Kecupan Hangat


__ADS_3

Setelah orang tua Desi, dipindahkan ke ruang rawat inap. Lita pun berniat menghubungi papinya untuk sekedar mengucapkan terima kasih. Lita menginformasikan kepada kedua orang tuanya bahwasanya dia berada di rumah sakit untuk menemani Desi.


Nyonya Rita yang mendengar putrinya menolong orang yang kurang mampu merasa senang karena memiliki seorang putri yang dermawan.


Iya bangga kepada putrinya yang hidup sederhana dan tidak seperti orang-orang yang anak orang kaya lainnya.


Lita meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk menemani Desi di rumah sakit.


Nyonya Rita dan Tuan Baskoro pun mengijinkan putrinya untuk menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan.


Setelah mendapat izin dari kedua orangtuanya, Ia pun mengatakan kepada Desi bahwasanya dirinya akan menemani Desi untuk menjaga orang tuanya di rumah sakit.


Tim Dokter yang sudah mengenal Lita sebagai Putri pemilik Rumah sakit pun memberikan fasilitas yang sangat bagus untuk orang tua Desi.


Padahal Lita tidak pernah memberi tahu kalau dirinya putri dari pemilik Rumah sakit.


Desi yang belum mengetahui bahwasanya orang tua Lita yang memiliki Rumah sakit itupun bingung, melihat fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada orang tuanya. Padahal mereka adalah orang yang tidak mampu.


Orang tua Desi hanya seorang buruh pabrik. Hal itu yang membuat Desi terkadang harus mencari uang tambahan dengan berjualan di sekeliling komplek yang ada di daerahnya.


Tetapi Desi tidak pernah mengeluh kepada Lita mengenai ekonomi keluarganya.


Ayah Desi meninggal sewaktu Desi berumur 10 tahun. Hal itulah yang membuat ibunya Desi harus membanting tulang untuk menghidupi anak-anaknya.


Melihat keadaan ekonomi Desi, Lita pun menawarkan kalau ibunya tidak perlu kerja di pabrik lagi mengingat kondisi orang tua Desi sudah sangat lemah.


Mendengar perkataan Lita, Desi pun terdiam karena yang dikatakan Lita memang benar adanya tidak sepatutnya orang tua Desi harus bekerja seberat itu.


Apalagi orang tuanya kondisi kesehatannya sudah semakin menurun.


Desi pun memutar otak Bagaimana cara untuk menghasilkan uang. Agar orang tuanya tidak harus banting tulang menjadi buruh pabrik.


Sementara Jack melihat kebaikan kekasihnya semakin bangga.


"Tidak salah aku memilih wanita sebaik Lita " gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Iya bersyukur dipertemukan dengan wanita seperti lita.


Jack pun berharap setelah lulus dari sekolah menengah Atas hubungan mereka diperjelas. Jack menginginkan mengikat Lita dengan ikatan Pernikahan


Tetapi jek belum membicarakan hal itu kepada. Lita


Tetapi Jack sudah membicarakan kepada kedua orang tuanya, dan orangtua Jack pun setuju apa yang dikatakan oleh putra mereka satu-satunya.


Sementara di tempat lain Sintia yang sudah nekat melarikan diri sudah kewalahan karena kehabisan dana. Sintia pun sudah dikeluarkan dari sekolah dan dan orang tuanya pun datang untuk meminta maaf kepada tuan Baskoro agar perusahaan Tuan Baskoro tidak memutuskan hubungan kerjasama atau mencabut saham-saham Tuan Baskoro di perusahaan keluarga Sintia.


Tetapi Tuan Baskoro mengatakan tidak perlu minta maaf kepada dirinya tetapi Tuan Baskoro mengatakan kalau mereka harus terlebih dahulu meminta maaf kepada putrinya.


Orang tua Sintia pun berniat untuk menemui Lita di kediaman keluarga. Tuan Baskoro tetapi Lita yang tidak ada disana pun mereka sangat kecewa tidak menemukan Lita disana.


Keesokan harinya orangtua sintia datang kembali, ke kediaman keluarga Tuan Baskoro untuk mencari Lita untuk sekedar meminta maaf atas perlakuan yang di lakukan oleh Putri mereka.


Tetapi setelah mereka tiba di sana, mereka tidak menemukan lita. Karena Lita masih berada di rumah sakit untuk menemani Desi menjaga orang tuanya Begitu juga dengan jack. Jack pun berada di rumah sakit untuk menemani lita dan Desi menjaga orang tua Desi.


Deringan ponsel Lita pun terdengar jelas di telinga mereka hingga Lita pun meraih ponselnya yang ia letakkan di atas nakas. Iya melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya adalah nomor ponsel Tuan Baskoro


"Halo Pi..... Ada apa telepon Lita?" tanya Lita kepada papinya.


"Kamu masih di rumah sakit nak?" tanya Baskoro.


"Iya pi....... Lita masih berada di rumah sakit sama Kak jack juga." kata Lita kepada orang tuanya.


"Ada apa papi?" tanya Lita


"Oh tidak apa-apa nak bagaimana kabar orang tua Desi apakah dia sudah semakin membaik?" tanya Tuan Baskoro karena dirinya juga penasaran mengenai kesehatan orang tua Desi sahabat dari putrinya. Yang sudah wah pernah menolong putrinya dari orang-orang jahat suruhan Sintia.


"Operasinya berjalan lancar Pi, dan sekarang sudah lumayan.


Kemudian Tuan Baskoro menutup sambungan telepon selulernya kepada putrinya .


Desi sangat bersyukur memiliki sahabat sebaik Lita padahal Desi sudah putus asa untuk mencari biaya pengobatan ibunya. Tetapi ketika litab datang ke rumah kontrakan mereka tanpa diminta, Lita langsung menawarkan bantuan pengobatan kepada keluarga Desi.

__ADS_1


Keesokan harinya setelah orang tua Desi sudah lumayan jack dan Lita pun berniat untuk pulang ke rumah. Ia pun berpamitan kepada Desi agar mereka diizinkan pulang untuk sekedar membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka.


Desi pun mengatakan dia sudah bersyukur setelah satu hari satu malam temannya membantu dirinya dan menemani dirinya dalam pengobatan orang tuanya.


Sementara di tempat lain tepatnya di kediaman Tuan kaspar Wijaya tampak orang tua Sinta menunggu kehadiran Kayla disana berharap Kayla dapat memaafkan kesalahan kesalahan yang dilakukan Putri mereka agar Tuan kaspar Wijaya tidak memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaannya.


Karena tuan kaspar Wijaya sejak kejadian itu ia langsung menarik semua sahamnya yang berada di perusahaan keluarga Sinta.


Sementara Kayla dan Jack yang sudah berpamitan untuk pulang dari sahabatnya Desi, mereka menuju parkiran rumah sakit. Agar Jack dapat mengambil mobil sport miliknya.


Lita merasa nyaman berada di mobil sport milik Jack


"Kak mobil Kakak keren banget ya."ucap Lita kepada kekasihnya.


"Enggak ah biasa aja!" karennan juga kamu." kata Jack memuji kekasihnya sembari memberikan kecupan di kening dan di bibir manis milik Lita.


"Kakak ah!" malu tau dilihatin orang" gerutu litab karena Lita belum terbiasa mendapat perlakuan seperti yang dilakukan Jack kepadanya.


"Siapa juga yang lihat Sayang..... kita kan ada di mobil."ucap Jack kepada Lita karena memang benar Jack mengecup kening dan bibir Lita tepatnya berada di dalam mobil sport milik.


"Iya kan orang itu bisa lihatin kita dari sono." kata lita karena dirinya tidak mau mengumbar kemesraan di depan orang-orang banyak mengingat umur mereka masih tergolong muda.


"Orang-orang yang dari luar tidak akan melihat kita sayang."


"Hanya kita yang dapat melihat mereka dari sini" ucap Jack kepada Lita


"Kalau kamu tidak percaya coba deh kamu lihat Kakak dari luar kelihatan tidak"


Lita pun terdiam dan memonyongkan bibirnya membuat seorang jack semakin gemas melihat wanita yang sangat ia cintai. Jack pun kembali mengecup bibir manis Lita


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


jangan lupa mampir kekarya Morata yang lain ya.

__ADS_1


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Jatuh Cinta Karna Kentut, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1747379&\_language\=id&\_app\_id\=2


__ADS_2