My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
TERLILIT HUTANG


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Lita, Desi, dan juga Jack sudah mulai melakukan aktivitasnya di perkuliahan universitas Brawijaya. Hari ini adalah hari pertama Lita, Desi dan Jack menginjakkan kaki di universitas. Lita tanpak antusias apalagi iya Satu jurusan dengan Desi.


Seperti biasa, ketika mahasiswa baru masuk universitas, ospek pasti diadakan.Beberapa kakak kelas yang sering disebut senior sudah bersiap memberikan pelatihan ospek kepada mahasiswa baru yang ada di universitas Brawijaya


Joni yang baru tiba di kampus melihat Desi dan Lita duduk disebuah taman yang ada di kampus. Joni menghampiri mereka


"Hai kalian disini?"


"Iya kamu baru sampai?"


"Iya tadi nyari-nyari kelas jurusan kimia."


"Jadi Kakak jurusan kimia juga sama seperti Kak jack?"


"Iya!"


Desi hanya diam dia tidak menyapa Joni sama sekali Entah mengapa Desi tiba-tiba tidak ingin berbicara kepada Joni.


"Kamu kenapa Des?"


"Tidak kenapa-kenapa!"


"Kamu kuliah disini juga ternyata?"


"Iya!" jawab Desi disingkat.


"Kamu kenapa kok ketus seperti itu?"


"Tidak apa-apa!"


"Jamu lagi ada masalah ya?"


"Tidak!" jawab Desi sambil bangkit dari tempat duduknya dan langsung berlalu meninggalkan Lita dan Joni di sana.


"Kamu mau ke mana Des?"


"Mau ke toilet!" ikut?


"Enggak ah ah." jawab Lita


Jono sangat penasaran Mengapa sifat Desi tiba-tiba berubah terhadap nya. Padahal sebelumnya mereka baik-baik saja. Entah apa yang membuat Desi berubah, Joni tidak tahu sehingga Joni bertanya-tanya dalam hati Mengapa Desi cuek dan berusaha menghindarinya.


"Desi Kenapa Lit?"


"Aku juga tidak tahu, Padahal tadi baik-baik saja kok!"


"Apakah dia lagi ada masalah?"


"Sepertinya tidak!" karena tadi baik-baik saja dan kami ngobrol seperti biasa." sahut Lita membuat Joni semakin penasaran Mengapa Desi berubah.


"Oh ya Lit.... Jack di mana?"


"Ada lagi ada urusan sama senior!"


"Hari ini kita mulai ospek ya?"

__ADS_1


"Tidak dua hari lagi!"


"Kamu serius?"


"Iya aku dapat informasi dari senior dan juga dosen yang menangani mahasiswa mahasiswi baru.


"Syukurlah ospeknya tidak dimulai dari hari ini kalau tidak aku sama sekali tidak memiliki persiapan.


"Ya sudah Kak Jon!" Lita duluan ya mau lihat Desi."


"Okey!" aku juga mau ke kelas."


Lita pun berlalu dari hadapan Joni. Ia berniat untuk menemui Desi dan bertanya kepada Desi Mengapa Desi tiba-tiba ingin menghindar dari Joni.


Tiba di kelas, Lita langsung menghampiri Desi yang sudah duduk di pojok paling depan.


"Kamu kenapa Des?"


"Kalian lagi ada masalah ya?"


"Tidak kok!"


"Terus kamu Kenapa cuek banget sama Kak Jon"


"Cuek gimana?" kan tadi aku jawab pertanyaannya semua!"


"Iya tapi tidak seperti biasanya.


Kalau kamu ada yang mengganjal di dalam hati kamu, boleh cerita kepada aku tidak perlu kamu tutup-tutupi. Kita kan sahabat." ujar Lita kepada Desi agar Desi terbuka kepadanya.


Desi hanya terdiam iya sepertinya memikirkan sesuatu membuat lita semakin penasaran.


Tiba-tiba Desi Langsung menangis membuat Lita semakin penasaran Mengapa sahabatnya itu tiba-tiba menangis ketika dirinya bertanya perihal masalah yang dihadapinya.


"Aku mau cerita kepada kamu!" tapi aku mohon kamu tidak cerita sama siapa-siapa mengenai masalah ini sebelum masalah ini selesai." ucap Desi sambil terisak.


"Aku janji tidak akan memberitahu sama siapapun. Tapi kamu harus memberi tahu apa masalahnya."


"Sepertinya aku tidak akan melanjutkan kuliah ini lagi!"


" Loh kenapa tiba-tiba kamu berubah pikiran? padahal kamu dapat beasiswa, kan sayang kalau tidak dijalankan!"


"Maaf Lit!" aku akan menikah untuk membayar hutang-hutang keluargaku.


"Maksud kamu apa Des?" kamu jangan bercanda dong?"


"Aku tidak bercanda, aku juga tidak tahu, kalau almarhum Ayahku memiliki hutang yang banyak kepada salah satu rentenir. Nah untuk menutupi hutang hutang itu aku terpaksa menerima tawaran rentenir itu. Karena aku tidak ingin ibuku dipenjara. jika Ibuku dipenjara adik-adikku harus bagaimana?" ucap Desi sambil terisak.


Hal itu membuat Lita langsung terkejut mendengar cerita pahit dari Desi.


"Memangnya berapa hutanng Ayah kamu?"Siapa tahu u aku bisa bantu!"


" Tidak Lit aku sudah terlalu banyak merepotkan mu.


"Aku tidak pernah merasa kamu repotkan, Kita ini sahabat. Aku sudah menganggap kamu seperti keluargaku sendiri." ucap Lita sambil memeluk Desi.


lita ikut menangis mendengar cerita dari sahabatnya. seolah-olah dia juga ikut merasakan beban itu.

__ADS_1


" Des tolong jujur sama aku berapa hutang almarhum Ayah kamu kepada rentenir itu?" Lita kembali bertanya


"Sejujurnya aku juga kurang yakin kalau hutang Ayahku sebesar itu. Tapi yang diberitahukan oleh rentenir itu hutang Ayahku sekitar 250 juta. Dari mana saya harus mencari uang sebesar itu sementara ibuku sudah tidak bekerja lagi sedangkan aku hanya berjualan gorengan keliling." ucap Desi kepada kita sambil menangis.


Aku akan membantumu, kamu tenang saja lanjutkan kuliahmu. Aku ingin kamu berhasil kita sama-sama menghadapi ini semua.


"Tapi aku sudah terlalu banyak merepotkanmu


"Tidaak pernah merasakan merepotkan jadi jika ada masalah seperti ini kamu langsung memberitahuku ucap Dita sambil meraih ponselnya yang ada di di tas sandang miliknya.


kring


kring


kring


Lita menghubungi kakaknya Damar Vincent, padahal Damar masih berada di Paris liburan bersama Yunisa dan juga baby Carlos. Sudah Dua bulan damar dan Yunisa berada di sana.


"Hallo Ada apa adikku sayang?" kenapa tiba-tiba menghubungi kakak?"


Lita meminta bantuan kepada kakaknya untuk meminjamkan uang kepadanya sebesar dua ratus limapuluh juta rupiah untuk membantu Desi. Mendengar nominal yang begitu banyak Damar begitu terkejut. Selama ini adiknya tidak pernah meminta uang kepadanya. Bahkan untuk uang jajan sekalipun dia tidak pernah meminta jika diberikan diterima, jika tidak diberikan kan kita hanya santai saja.


"Tapi untuk apa uang sebesar itu dek?"


"Ada sesuatu yang penting yang harus aku lakukan untuk sahabatku!"


"Coba cerita ke Kakak masalah apa yang kalian hadapi!"


Lita pun menceritakan apa yang dikatakan Desi kepada Damar, sambungan teleponnya di loudspeaker kan agar Yunisa dapat mendengarnya.


Damar pun meminta pendapat dari Yunisa.


Yunisa setuju memberikan uang itu kepada Lita. Hari itu juga Damar mentransfer uang uang itu ke rekening Lita. Mereka pun berniat kembali ke rumah untuk menemui sang rentenir itu tanpa memberitahu kepada Jack dan Josua


20 menit kemudian mereka tiba di kediaman Desi, di sana sudah ada Pak Joko sang renternir menunggu kehadiran Desi disana.


"Bagaimana Sayang kamu cantik sekali hari ini kamu dari mana saja?" ucap laki-laki paruh baya itu kepada Desi sambil mencoel dagu Desi.


"Jaga tangan anda Tuan!" jangan kurang ajar kepada temanku." ucap Lita yang sudah pernah melihat laki-laki paruh baya bandot itu.


"Heh Memangnya kamu siapa?" Saya tidak mengenal kamu jangan urusi urusan orang lain ucap laki-laki paruh baya itu membuat Lita emosi


"Bagus kalau kamu tidak mengenal saya. karena saya menyesal jika aku menemukan laki-laki tua bangka sepertimu." Tapi ingin menikahi sahabatku hanya karena hutang yang tidak seberapa.


"Apa kamu bilang hutang tak seberapa Memangnya kamu ada duit membayar hutang-hutang almarhum ayahnya.


"Berapa hutang ayahnya Desi katakan sekarang juga saya akan membayarnya." ucap Lita agak sombong.


"Dua Ratus juta bersama bunganya menjadi dua ratus lima puluh juta rupiah!" kamu sanggup membayarnya?"


"Oh hanya segitu?" saya kira tadi sampai 1 triliun." ucap Lita kepada Pak Joko yang sudah sangat sombong terhadap mereka.


"Kalau kamu memang memiliki uang silakan bayar sekarang.


"Itu gampang!" Tapi hitam diatas putih Jangan pernah kamu mengganggu kehidupan sahabatku ini lagi dan keluarganya, jika kamu saya ketahui kamu masih mengganggu kehidupan mereka, maka saya tidak akan segan-segan mematahkan leher kamu." camkan itu. ucap Lita penuh dengan emosi.


Lita memberikan selembar kertas Untuk ditandatangani oleh Pak Joko yang isinya surat perjanjian atau surat pernyataan yang dibumbui sebuah materai. Setelah Pak Joko menandatangani surat itu, Lita langsung mentransfer uang itu ke rekening pak Joko membuat Pak Joko langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Nah gitu dong kan cepat clear ucap pak Joko penuh dengan kemenangan.


bersambung......


__ADS_2