My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Ungkapan isi hati


__ADS_3

Dikediaman Bu Rahma tampak Yunisa sedang duduk dibawah pohon mangga yang ada didepan rumahnya. Disinilah biasanya tempat ia bercanda gurau bersama ayahnya, semenjak kecil Yunisa dengan ayahnya sangat dekat. "Ayah seandainya kau masih disini." gumamnya dalam hati. Tiba tiba Damar datang menghampirinya


"Selamat pagi Yun..."


Yunisa sama sekali tidak menjawab sapaan Damar. Dirinya hanya menatap Damar dengan tatapan yang sulit diartikan. loh kok bengong kamu kenapa? tanya Damar kepada Yunisa.


" Eh tidak apa apa pak, oh iya ada apa pagi pagi datang kemari, memangnya bapak ngak kerja ? Jangan gara gara kami pekerjaaan bapak jadi terganggu." kata Yunisa karna merasa tidak enak hati sudah terlalu banyak merepotkan Damar.


Yunisa sudah saya bilang sama kamu,jangan panggil aku dengan sebutan itu aku tidak suka. lagian aku ini kan calon suami kamu jadi tidak wajar kamu panggil aku seperti itu, dan ini tidak dilingkungan kerja." kata Damar sambil tersenyum.


Apa.......calon suami? Memangnya sejak kapan kita pacaran? Jangan Ngada Ngada deh." kata Yunisa dengan serius dan butuh penjelasan penuh dari Damar. "loh memangnya kamu lupa akan apa pesan ayah kamu saat dirumah sakit?" tanya Damar kepada Yunisa


"Saya tidak lupa sama sekali akan pesan ayah saya, tapi yang jadi pertanyaan saya sekarang mengapa saat di rumah sakit bapak mengaku ngaku sebagai calon suami saya?


Kalau bapak berniat untuk menyenangkan hati Almarhum ayah saya, tidak perlu bapak mengaku ngaku sebagai calon suamiku.


Dan seharusnya bapak harus pikirkan jangka panjang bagaimana kalau ibu menanyakan hal ini! jawaban apa yang aku katakan nanti tuan Damar Vincent yang terhormat?" kata Yunisa dengan mengebu gebu karna dirinya sama sekali tidak mengetahui maksud dan tujuan Damar mengaku sebagai calon suaminya didepan orang tuanya.


"Ya kamu tinggal jawab aja kalau aku itu calon suami kamu dan kita akan segera menikah." kata Yunisa dengan enteng.


"Aduh memang sudah sinting kurasa pak Damar Yach? Memangnya sejak kapan kita pacaran?" kata Yunisa yang belum mengetahui jalan pikiran Damar yang berani mengaku ngaku sebagai calon suaminya.


"Sejak kemarin dirumah sakit dan sewaktu ayahmu merestui kita " jawab Damar enteng membuat Yunisa semakin geram


"Tuan Damar Vincent yang terhormat ...... bagaimana kita menikah sedangkan rasa cinta diantara kita tidak ada? kata Yunisa.


"Siapa bilang? Aku sayang dan cinta bangat sama kamu, kamunya saja yang belum sadar akan hal itu kata Damar sambil mengebangkan senyumya.


"Hah ....cinta ngak salah tuh?" kata Yunisa kepada Damar karna dirinya belum percaya akan pernyataan cinta Damar kepadanya.


"Terserah kamu mau ngomong apa yang penting aku cinta dan sayang sama kamu sayang" kata Yunisa sembari meraih tangan Yunisa. Yunisa hanya diam mendengarkan perkataan Damar, yang tiba tiba mengungkapkan isi hatinya kepada Yunisa.


"Pak.....jangan karna pesan terakhir ayah saya anda jadi terbebani,aku tidak apa apa kok pak, dan lagian kita tidak mungkin bersatu secara antara bapak dan aku sangat berbeda jauh, bagai langit dan bumi dan tidak mungkin orang tua bapak akan merestui kita." kata Yunisa dengan suara lirih.

__ADS_1


"Bedanya apa sayang?"


"Dan kenapa kamu berasumsi kalau orangtuaku tak akan merestui kita? tanya Damar


Yunisa hanya diam tidak menjawab sama sekali pertanyaan dari Damar. Padahal Yunisa sebenarnya sangat mencintai Damar. Tetapi dirinya kwatir tidak mendapat restu dari kedua orangtua Damar. Karna ia merasa perbedaan mereka sangatlah jauh.


Keluarga Baskoro, adalah pengusaha sukses yang terkenal di Indonesia sementara dirinya hanya anak yatim yang tidak memiliki apa apa.


"Kring ....kring......kring....." Tiba tiba ponsel Damar berbunyi. Ia melihat dilayar ponselnya penggilan dari ayahnya.


Yunisa melirik kearah Damar. Damar yang mengetahui tatapan dari Yunisa, langsung mengangkat ponsel dan menekan tombol speaker agar Yunisa dapat mendengar pembicaraan antara papi dan anak itu.


"Hallo Pi."


"Ya ampun nak ......kamu kemana aja papi dari kemarin hubungi kamu loh tapi Hp kamu Ngak aktif, kamu ngak apa apa kan nak? tanya pak Baskoro.


"Aku ngak apa apa pi ....papi ada ada aja" jawab Damar.


"Syukurlah kalau kamu baik baik saja. Oh ia kamu lagi dimana dan sama siapa? Tanya tuan Baskoro.


"Apa jadi sudah ada toh wanita yang mencairkan hati anak papi yang sudah membeku seperti es dari kutup Utara?kata tuan Baskoro. Membuat Yunisa yang ikut mendengar nya, tersenyum tipis.


"Oh ya dimana orangnya? Papi sama mami pengen ketemu." kata tuan Baskoro


"Papi ada ada aja Main ngerocos aja


Ini Baskoro masih dimedan Pi"


"Papi sama mami juga di Medan." jawab tuan Baskoro dengan santai.


"Hah papi sama mami dimedan?kok aku tidak tau memang sejak kapa papi sama mami dimedan?" tanya Damar.


"Sejak semalam, tapi kamu tidak ada dirumah." terang tuan Baskoro membuat Damar kikuk.

__ADS_1


"Ya sudah Pi nanti Damar balik kerumah deh jawab Damar. lalu Damar menutup sambungan telepon selulernya.


"Papi sama mami ada ada aja bisa bisanya mereka kemedan tidak memberitahuku. Dan darimana papi dan mami tau kalau aku dimedan? Pasti dari Josua." gumamnya tapi masih dapat didengar Yunisa


"Kenapa? Kamu takut kalau papi dan mami kamu tidak merestui kita kan? Makanya kamu kwatir akan kedatangan orangtua kamu? kata Yunisa asal


"Jangan asal nuduh sayang.....cuman yang ngak habis pikir darimana mereka tau kalau aku dimedan? Pasti dari Josua kan." kata Damar.


"Ya sudah lah tak penting dari mana mereka tau kalau aku dimedan. Yang penting aku kemari tujuanku hanya menjemput tulang rusukku yang hilang." Kata Damar sambil membelai rambut panjang milik Yunisa.


"Mulai sekarang saya tidak mau mendengar kamu memanggil saya dengan sebutan bapak." kata Damar karna dirinya tidak menyukai kalau Yunisa memanggilnya dengan sebutan Bapak.


"Jadi aku manggil apa dong?" tanya yunisa


"Terserah kamu mau memanggil apa yang penting yang enak di dengar saja." Sahut Damar


" Hum m m aku panggil apa Ya


"Oh gimana kalau aku panggil Mas?"


"Terserah kamu deh yang penting enak didengar. Kata Damar Vincent


"Yun ......yun.....panggil Bu Rahma dari dalam rumah sambil berjalan kearah pokok mangga tempat mereka biasa bersantai.


" Ih kamu ini dicariin ternyata disini, eh nak Damar disini juga?kata Bu Rahma


"Oh ia Bu maaf sudah mengganggu." kata Damar Vincent.


"Oh tidak apa apa yuk masuk kita makan ibu sudah masak kesukaan kamu Yunisa. Ikan teri kacang di sambal dan daun ubi ditumbuk terang Bu Rahma.


Mendengar Bu Rahma masak teri kacang dan daun ubi tumbuk, selera makan Yunisa langsung meningkat "makan yuk mas ....ajak Yunisa sembari menarik tangan Damar melihat perlakuan Yunisa terhadapnya. Damar sangat senang dan bahagia. Akhirnya merekapun makan dengan lahapnya


"Ternyata bahagia itu sederhana" Gumam Damar dalam hati

__ADS_1


Ternyata tidak hanya harta, tahta dan jabatan yang membuat kita bahagia. Dekat dengan orang yang kita sayangi walau makan ubi saja rasanya nikmat dan enak." Gumamnya dalam hati sambil menyuapkan makanan kemulutnya.


hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Trimakasih 💓💓💓💓💓🙏🙏🙏🤝


__ADS_2