
Mendengar penuturan dari Pak Maringan, Damar dan Josua,terkejut seorang OG bisa kenal dekat dengan seorang pengusaha sukses dari kota Medan bahkan antara Baskoro group dan perusahaan milik pak Maringan sudah lama menjalin hubungan kerja sama. Bahkan selama Baskoro group dan perusahaan Pak Maringan menjalin kerja sama, keuntungan yang mereka dapatkan cukup fantastis.
"Loh paman kok bisa ada disini." Tanya Yunisa karna belum mengetahui siapa dan apa sebenarnya profesi orang yang dia tolong setahun yang lalu. Karna Yunisa sebenarnya tidak begitu mengenal sosok Maringan sebelumnya. Yunisa hanya berniat untuk menolong mereka, pasca kecelakaan Itu.
Yunisa memanggil Pak Maringan dengan sebutan paman , karna Maringan pengusaha sukses yang berdarah Suku Batak, sementara ibu dari Yunisa juga suku Batak Yang kebetulan satu marga dengan Pak Maringan , dan ayah Yunisa dari suku tionghoa dan Jawa
"Paman ada urusan disini Yun......
Selama ini paman selalu mencari keberadaan mu, Paman mau ngucapin trimakasih buat kamu nak, kalau tidak ada kamu mungkin nyawa Paman dan anak paman tidak akan tertolong,"
Tetapi doa doa paman selama ini di dengar yang kuasa makanya kita bisa bertemu disini Yuni "kata Pak Maringan kepada Yunisa
"Mungkin ini sudah jalannya paman" kita dipertemukan lagi di tempat ini.
"Yunisa bekerja disini paman ...." Akhirnya Yunisa memceritakan segala keluh kisahnya sehingga dia sampai bekerja sebagai OG di Baskoro group.
Mendengar penuturan dari Yunisa, Pak Maringan merasa iba dan dia juga menawarkan bantuan untuk menyekolahkan Yunisa ke bangku kuliah. Tetapi Yunisa menolaknya dengan secara halus "Paman...,bukan Yunisa tidak mau menerima bantuan dari paman, tetapi kalau saya terima bantuan dari paman kapan Yunisa akan mandiri, dan bertanggung jawab kepada diri sendiri?" Jadi Yunisa minta maaf paman kalau Yunisa tidak bisa menerima itu semua. "jawab yunisa.
Membuat orang orang yang disana menatap Yunisa dengan tatapan tanya, seolah olah mereka butuh penjelasan tentang jawaban Yunisa yang menolak bantuan seorang pengusaha sukses dari kota Medan. Bahkan Pak Maringan orang yang paling disegani di daerah kota itu.
"Ya udah kalau kamu tidak mau menerimnya tidak apa apa. Tetapi kalau kamu butuh bantuan kapan saja, Paman siap membantu ya nak...."
__ADS_1
"Ia paman ...... Terimakasih" kata Yunisa
Akhirnya drama pertemuan antara Yunisa dan Pak Maringan berlalu. Meeting segera dimulai sementara Yunisa meninggalkan ruang meeting menuju pentri .
Diruang meeting Pak Maringan meminta kepada Damar dan Josua agar memberikan pekerjaan yang layak kepada Yunisa. Karna merasa tidak enak hati untuk menolak maka dengan terpaksa Yunisa mengiyakan permintaan pak Maringan.
Jam makan siang pun tiba, Yunis dan Rina keluar untuk mencari makanan untuk mereka santap. Mereka memilih makan dirumah makan Padang yang letak nya tidak jauh dari kantor tempat mereka bekerja. Selain rasanya yang pas dilidah mereka, harganya juga terjangkau
"Bang nasi pakai ikan nila dua Ya bang...." Kata Rina kepada pemilik warung. Mereka memang sudah sangat lapar mengingat mereka hanya sarapan segelas teh manis dan roti padahal pekerjaan yang mereka lakukan cukup berat.
Beberapa menit kemudian makanan yang mereka pesan pun datang. Yunisa dan Rina langsung memakannya. Setelah selesai makan, mereka kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan mereka
" Yun... entar kalau sudah pulang kita bareng yuk....." Ajak Rina
Sementara di tempat lain Damar dan Josua bercanda gurau setelah sepeninggalan Pak Maringan. Karna meeting ya sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Pak Maringan melanjukan perjalanan menuju kota Palembang untuk meninjau cabang perusahaannya yang ada di sana, ya selain dikota Medan, Pak Maringan juga, memiliki beberapa cabang perusahaan yang ada di berbagai propinsi termasuk Kalimantan dan juga Sumatra.
Perusahaan yang di kelola Pak Maringan memang semakin maju termasuk usahanya di bagian properti, Rumah sakit dan juga showroom bahkan Maringan juga memiliki beberapa hotel yang berada di kota Medan maupun dikota Palembang.
"Bro ..... sebenarnya aku sedikit heran melihat wanita bar bar itu menolak bantuan dari Pak Maringan, sudah jelas jelas Pak Maringan ingin membiayai kuliahnya bahkan segala kebutuhan nya akan dipenuhi Pak Maringan, tetapi di tolak sama dia, padahal yang saya tau setiap wanita kalau bicara tentang uang atau dana lainya, matanya pasti hijau ini justru menolak begitu saja," hanya manusia bodoh yang mau menolak rejeki." Kata Damar Vincent
"Kamu salah bro.....justru wanita seperti itu wanita yang bagus, berarti dia tipe wanita tidak matre dan juga kokoh dalam pendirian nya, dia hanya ingin berhasil dengan hasil jerih payahnya tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain, "justru aku sangat salut sama wanita seperti dia sudah cantik, rajin, pekerja keras lagi," lelaki mana yang tidak suka melihat wanita seperti itu bro" kata Josua.
__ADS_1
"Hah... apa kamu bilang ? Cantik? Cantik dari mananya dari Hongkong ?wanita bar bar seperti dia kamu bilang cantik? Aku rasa sudah ada yang salah dalam penglihatanmu bro," mungkin kamu lihatnya pakai mata putihmu bro makanya kamu bilang wanita bar bar itu cantik". Kata Yunisa
"Eh memang menurut gue dia cantik sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta sama dia." Kata josua berterus terang
"Ha ha ha ha... kalau kamu suka langsung bungkus aja dan ikat pakai karet dua."Kata Damar
"Eh bro kalau benci sama seseorang itu jangan benci benci bangat." Nanti bisa bisa kamu benaran jatuh cinta loh...." Kata Josua untuk mengetahui reaksi si CEO sombong dan dingin itu.
"Ngak akan......" Mana mungkin aku suka sama wanita bar bar seperti dia, bisa turun harga diri ku kalau aku Sampai suka sama dia." Jawab Damar tidak mau kalah
"Ah ya sudah lah aku malas berdebat dengan kamu bisa bisa mood ku jadi hilang, mendingan aku pergi nemuin Yunisa sang pujaan hatiku." Kata Josua sembari meninggalkan Damar diruangannya.
Sepeninggalan Josua, Damar sedikit gelisah karna memikirkan kata kata Josua kali dia cinta sama Yunisa Karna dirinya tau persis sifat sahabat nya itu yang suka Gonta ganti wanita. Damar juga merasa tidak menginginkan kalau Yunisa disakiti oleh Josua. lalu Yunisa korban josua selanjutnya.
Entah mengapa Damar seakan akan takut kalau Josua akan mempermainkan Yunisa sang cewe yang dikatakan bosnya wanita bar bar. "Aduh gimana ini bisa bisa Yunisa jadi korbannya si Josua deh. " Gumamnya dalam hati .Sembari memikirkan cara bagaimana caranya agar Josua tidak menyakiti hati Yunisa Entah dorongan apa yang membuat dirinya tiba tiba merasa kwatir.
Sementara ditempat lain dua orang wanita itu, sedang asik melap dan mencuci piring kotor yang ada dikantor tiba tiba Josua datang menghampiri mereka Berdua "hai Yunisa lagi mengapain? tanya Josua kepada Yunisa
" Ngak lagi mengapa ngapain pak ...., hanya membersihkan piring dan melap melap meja aja." Jawab Yunisa
"Oh Yach Yun ...aku boleh nanya ngak" "Memangnya bapak mau nanya apa?" sahut Yunisa
__ADS_1
"Kok bisa sih kamu mengenal pak Maringan dan apa hubunganmu sama dia, kenapa kamu panggil paman ? Tanya Andre karna penasaran.
Dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih