
Di Medan ( Pematangsiantar)
Di pematang Siantar, ibu Rahma kembali menjalankan aktivitasnya setelah pulang dari Jakarta. Ia kembali membuka warung kelontong miliknya. Dengan suka cita ibu Rahma selalu semangat untuk mengais rezeki. Walau bu Rahna memiliki menantu kaya. Bu Rahma tidak pernah, mengharapkan bantuan dari menantunya. Ia selalu bekerja untuk menghidupi kehidupannya sendiri.
Setiap hari bu Rahma membuka warung kelontongnya. Berharap dapat mencukupi kehidupannya sehari-hari. Hingga malam waktunya, Bu Rahma telah menutup warung miliknya berniat untuk istirahat, entah karna faktor kecapean membuat Bu Rahma tidur terlelap mengarungi alam mimpi.
Tepat ditengah malam, sekitar jam satu malam dirumah tetangga Bu Rahma terjadi kebakaran yang dahsyat hingga rumah milik Bu Rahma juga ikut terbakar, tetapi karna Bu Rahma tertidur pulas membuat dirinya tidak tahu menahu tentang kejadian diluar.
Bu Rahma terbangun ketika hawa panas dan asap yang sudah banyak mengepul membuat dirinya sesak dan Bu Rahma pun terbangun. Ia melihat kalau kamarnya sudah dikelilingi api yang sangat besar." Tolong .....tolong....." Teriak bu Rahma untuk minta tolong agar seseorang dapat menolongnya. Tetapi tak ada seorangpun yang berani masuk untuk menyelamatkan Bu Rahma
Bu Rahma mencari cari celah untuk bisa keluar dari kamar tempat dirinya tidur. Bu Rahma sudah mulai sesak karna terlalu banyak menghirup asap yang sudah banyak mengepul. Tubuh Bu Rahma sudah mulai lemah.
Api sudah semakin besar membuat celah untuk keluar semakin tidak ada. Ia berusaha bertahan " Tolong.....tolong.....lirihnya karna tidak sanggup bersuara lagi akibat kepulan asap dan hawa panas yang ia rasakan.
Tetapi ibu Rahma berusaha keluar walau tubuhnya sudah terbakar api yang sudah sangat besar . Bu Rahma melompat api hingga tubuhnya terbakar sekitar enam puluh persen. Setelah Bu Rahma berhasil keluar dari api yang sangat besar itu. Bu Rahma lansung tidak sadarkan diri. Kemudian orang orang sekitar membawa Bu Rahma kerumah sakit.
Sementara rumah tetangganya dan rumah Bu Rahma terbakar jadi abu. Tidak ada barang yang tersisa.
Setelah tiba dirumah sakit, orang orang yang menolong Bu Rahma bingung untuk menghubungi keluarga korban. Yang mereka tau suami Bu Rahma sudah meninggal di kota Medan sekitar satu tahun yang lalu.
" Gimana ini," gumam salah satu yang membawa Bu Rahma kerumah sakit.
Dokter dan suster yang bertugas saat langsung memeriksa kondisi Bu Rahma. Setelah selesai memeriksa keadaan Bu Rahma, tim dokter yang menangani geleng kepala.
" Maaf pak ....apa anda keluarga korban?
" Maaf pak kami hanya menolong ibu itu,
Jadi kami tidak keluargaNya.
"Ada yang bisa menghubungi keluar korban?" Tanya tim dokter dan juga suster. Kemudian salah seorang yang menolong Bu Rahma mengingat sosok Yunisa ." Oh ia dok yang saya tau, ibu Rahma memiliki seorang anak bernama Yunisa. Tetapi dia tinggal di Jakarta. Terang salah satu pemuda yang menolong Bu Rahma.
__ADS_1
Maaf pak apa anda bisa menghubungi nya?" Tanya dokter
" Maaf dokter saya tidak memiliki kontak Yunisa Kata pemuda itu.
"Eh tapi tunggu dulu, sepertinya saya berteman Sama Yunisa di akun Facebook. Jadi akan saya coba cari dan memberitahu kondisi Bu Rahma." Kata pemuda yang menolong Bu Rahma yang kebetulan namanya Hisar.
Setelah melakukan pencarian di akun Facebook milik Hisar, Hisar pun menemukan akun Facebook milik Yunisa. Lalu ia menghubungi Yunisa melalui jaringan messenger di ponselnya.
Setelah melakukan panggilan messenger berkali kali barulah Yunisa mengangkat ponselnya. "Hello siapa ini?" Tanya Yunisa
" Maaf mbak apa betul ini Yunisa?"
" Ya saya Yunisa ini siapa Ya" tanya Yunisa kepada Hisar
"Maaf mbak kami hanya mau mengabari kalau ibu anda ibu Rahma sedang dirawat dirumah sakit." Terang Hisar
Di JAKARTA
"Kenapa sayang ...." Kata Damar sembari memeluk Yunisa
" Mama ......mama......tangis Yunisa menangisi kondisi ibunya yang terbaring lemah dirumah sakit. " Ia mama kenapa sayang....." tanya Damar tetapi Yunisa sudah tidak sanggup lagi menceritakan semua yang terjadi kepada ibunya.
Nyonya Rita, tuan Baskoro dan Lita langsung menghampiri Yunisa.
" Ada apa sayang ......coba tenangkan dirimu." Pinta nyonya Rita agar Yunisa dapat memenangkan dirinya dan menceritakan semua apa yang terjadi.
"Mas.....kita pulang ke siantar Sekarang juga" kata Yunisa sambil menangis sesenggukan
" Ia kita akan kesana tetapi sayang harus ceritakan dulu apa yang sebenarnya terjadi." Kata nyonya Rita dan Damar.
" Rumah mama kebakaran, mama juga ikut terbakar, mami sekarang berada dirumah sakit kondisinya kritis." Terang Yunisa sambil terisak. Mendengar berita musibah yang menimpa ibu Rahma, Lita langsung menjerit menangis histeris " Mama......" Teriak Lita menangis semakin histeris. Semua keluarga tuan Baskoro menangisi musibah yang terjadi yang menimpa Bu Rahma.
__ADS_1
" Siapkan jet pribadiku menuju Medan, dan persiapkan juga heli dari Medan menuju Siantar" kata tuan Baskoro kepada anak buahnya memerintahkan agar anak buahnya mempersiapkan segala sesuatunya yang menjadi keperluan keberangkatan ke Pematangsiantar guna melihat kondisi bu Rahma. Didalam sambungan telepon selulernya.
Setelah persiapan keberangkatan mereka sudah siap, " sayang.....kamu harus kuat Yach ....ingat kondisimu," Kalau kamu bersedih, anak kita juga akan sedih didalam sayang...." Ujar Damar sembari mengelus perut Yunisa yang sudah membuncit.
" Ia Mas" sahut Yunisa. Tetapi Damar sangat kuatir melihat kondisi Yunisa. Hingga Damar membawa dokter khusus untuk menangani Yunisa selama berada diperjalanan dan Di Pematang siantar.
Setelah dirasa sudah persiapan sudah siap, keluarga Baskoro berangkat menuju kota Pematangsiantar.
Sebelumnya Damar sudah memberitahu Josua dirinya tidak masuk kantor untuk beberapa hari kedepan. Ia juga meminta agar Josua mengambil alih tugas Damar selama dirinya tidak ada di kantor.
Setelah melakukan perjalanan sekitar lebih kurang empat jam, keluarga Baskoro tiba di rumah sakit tempat Bu Rahma dirawat. Yunisa langsung berlari menghampiri ibunya yang dibalut perban dan berbagai macam selang alat medis. Bu Rahma tidak sadarkan diri membuat Yunis semakin kwatir melihat kondisi Bu Rahma.
" Mama......panggil Yunisa sembari menangis Sesunggukan.
" Mama kenapa Bisa seperti ini ma .." Isak Yunisa
"Mama.... Bangun ma...." Tangis Lita sambil memeluk Yunisa .
" Kak.....mama ka...." Kata Lita sembari memeluk Yunisa. Damar,tuan Baskoro dan nyonya Ritapun menangis sesunggukan melihat kondisi Bu Rahma
Tiba tiba tim dokter dan suster datang menghampiri " maaf apa kalian keluarga korban?" Tanya dokter yang bertugas menangani Bu Rahma.
" Iya dok saya anaknya." Sahut Yunisa
" Begini mbak ibu Rahma harus segera dioperasi mengingat kondisi dan luka bakar Bu Rahma sangat parah . Tubuh Bu Rahma hampir 70 persen terbakar. Terang dokter yang menangani Bu Rahma.
Bersambung......
jangan lupa like coment dan votenya ya redears agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya outhor yang sudah tamat ceritanya seru loh
__ADS_1