
Setelah baby Carlos tidur, Yunisa dan Damar pun berniat untuk istirahat. Yunisa langsung masuk kedalam kamar mandi berniat untuk menggosok gigi dan mencuci kakinya mengingat dirinya sudah sangat ngantuk. Disusul dengan Damar .
Tetapi ketika Yunisa i ingin keluar dari kamar mandi dan ingin tidur, Damar langsung menarik Yunisa ke pelukannya.
" Sayang......boleh Ya mas minta jatah satu kali aja" bujuk Damar agar istrinya menuaikan tugasnya sebagai istri. Dibalas senyuman dari Yunisa Itu berarti Yunisa setuju akan permintaan Damar .
" Sayang....ayo Dong" kata Damar dan langsung mengecup bibir Yunisa membuat Yunisa tidak berkutik lagi, perlahan kecupan semakin mendalam. Membuat Yunisa menikmati ke kecupan demi kecupan Damar membuat Yunisa semakin terbuai, dalam keadaan
Yunisa mulai merespon kecupan suaminya Damar membuat Damar semakin melancarkan aksinya. Semakin dalam Damar mengecup kecup leher jenjang Yunisa Membuat Yunisa menikmati, semua apa yang dilakukan suaminya terhadapnya.
Damar pun menikmati malam yang indah, bersama Yunisa.
Satu jam Damar dan Yunisa melewati malam yang indah hingga Damar, merasa puas akan pelayanan Istrinya Yunisa.
Damar sudah mencapai puncaknya.
" Thanks my wife" kata Damar sambil mengecup kening Yunisa Dan Damar Langsung terkulai lemas disamping Yunisa.
Keesokan harinya, pagi yang indah sinar mentari sudah menampakkan wajahnya dikamar seorang Gadis Cantik nan rupawan melalui celah celah kaca nako yang ada dikamarnya. Membuat tidur gadis kecil itu jadi terusik. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 7.30 wib membuat Lita langsung meloncat dari tempat tidurnya.
"Mampus aku terlambat" gumamnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Lita langsung memakai seragam putih abu abu yang biasa ia gunakan untuk pergi kesekolah.
Dan setelah siap memakai seragam dan sepatu sekolahnya, ia langsung menghadang tas ransel miliknya agar segera berangkat kesekolah. Melihat adiknya tampak buru buru membuat Damar bertanya kepada Lita
" mau kemana Lit? kok kamu Sepertinya buru buru sih " tanya Damar dan Yunisa kompak.
"Lita mau kesekolah kak.... Lita udah telat Kaila pamit ya ka" kata Lita. Sembari memberikan salam kepada kakaknya. Semetara nyonya Rita yang baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri lita
" loh lit ini sudah hampir jam delapan kamu tidak terlambat " tanya nyonya Rita kepada putrinya. Karna memang benar jam sudah menunjukkan hampir jam delapan padahal Lita masuk pukul delapan pas . Hal itu membuat Lita langsung berlari terburu buru keluar gerbang rumahnya.
__ADS_1
Karna Jack sudah menunggunya disana agar mereka berangkat bareng kesekolah.
"Maaf ya ka... Lita telat "Ucap Lita meminta maaf kepada Jack yang sudah lama menunggu dirinya di depan gerbang rumah keluarga Baskoro.
" Ngak apa apa yuk cepat naik" kata Jack dan Lita langsung naik di belakang Jack
" Yuk pegangan Lit!" aku mau ngebut takut kita telat" Ujar Jack agar Lita memeluk nya dari belakang. Tetapi Lita langsung memeluk Jack dari belakang karna dirinya takut jatuh dari motor. Jack akan ngebut mengingat meraka sudah terlambat.
Ketika Lita memeluk Jack dari belakang, jantung Jack jadi dag-dig-dug entah apa yang membuat dirinya seperti itu. Setiap berdekatan dengan Lita jantung Jack terus saja menjadi tak karuan.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan, Jack dan Lita tiba di sekolah.Semua mata tertuju kepada Lita karna siswa siswi yang ada disekolah itu, Penasaran siapa yang dibonceng sang idola sekolah. Banyak diantara siswa disana berbisik bisik seolah mereka tidak percaya kalau yang dibonceng itu adalah lita.
Apalagi dengan Sintia yang selama ini mencintai dan mengejar ngejar sang idola sekolah itu. Ia menjadi sangat iri melihat kedekatan Jack dengan Lita seolah dirinya tidak terima kalau Jack lebih memilih Lita dibandingkan dirinya.
Hal itu membuat Sintia menjadi menaruh sakit hati terhadapku Lita. Padahal Kaila tidak pernah membuat Sintia sakit hati selama dirinya sekolah di Jakarta. Apalagi Kaila orangnya tidak banyak bicara dia juga periang sehingga Kaila banyak disukai banyak orang.
Sementara Jack yang tidak merasa berbuat salah kepada orang, sikapnya santai saja. melewati siswa siswi yang ada disana. Ia juga tidak perduli akan bisik-bisik orang orang lain. Dia terus saja melangkahkan kaki nya sejajar dengan Lita. Sambil berbicara tentang mata pelajaran kepada Lita.
Diperjalanan menuju kelas, seorang guru datang menghampiri mereka terkait dengan pertandingan basket yang akan di ikuti Jack sore ini. " Jack sudah Kamu persiapkan dirimu kan?" tanya guru yang merupakan guru pembimbing Jack dalam menjalankan bola basket yang ia guluti.
" Siap pak mudah mudahan kita menang" kata Jack sambil mengebangkan senyumya membuat jantung Lita semakin tak karuan
"Waduh semyumnya manis bangat" gumam lita dalam hati. Kemudian Lita dan Jack berlalu dari hadapan guru pembimbing Jack.
Dan langsung menuju ruang kelas.
"Lit kamu sudah siap PR belum" tanya Jack mengingatkan lita.
" He he he he sudah kok kak." jawab Lita sambil tersenyum kepada Jack membuat hati Jack jadi tidak karuan
__ADS_1
"Wah sudah cantik, senyumnya manis bangat" gumam Jack dalam hati sembari Langsung duduk di kursi sekolah tepatnya di samping lita.
Beberapa menit kemudian, bu guru datang menghampiri mereka,
"Selamat pagi semua" sapa Bu guru agar siswa siswi yang hadir sana memperhatikan materi pembelajaran yang diajarkan guru mereka.
"Semuanya PR tolang dikumpul kedepan"
" Siapa yang tidak mengerjakan PR nya maju ke depan." kata bu guru. Membuat siswa siswi yang tidak mengerjakan PR menjadi ketakutan. Termasuk Sintia yang paling malas mengerjakan PR Sintia orangnya pamalas, sehingga dirinya tidak mau kalau disuruh mengerjakan PR.
Sintia yang tidak mengumpulkan Tugasnya pun , akhirnya dihukum oleh ibu guru.
"Sintia kenapa tidak mengerjakan PR mu?"
"Belum paham Bu?"
"Kenapa kamu semalam tidak bertanya kalau kamu belum paham?" tanya Bu guru kembali.
Sintia tidak menjawab, Hening tidak ada suara di kelas. Karna Guru yang mengajar dikelas Lita sedang marah karna ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas.
"Semua yang tidak mengerjakan Tugas silahkan keluar, dan menghormat bendera sampai les ini berakhir."
Sintia pun keluar dan ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan PR
"Huh sok bangat sih tu guru!" baru jadi guru aja sudah belagu." gumam Sintia sambil keluar dari kelas menuju lapangan sekolah untuk menjalani hukuman menghormat Bendera sesuai perintah Ibu guru.
Bersambung........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya jangan lupa like coment dan votenya ya.
__ADS_1
mampir juga kekarya teman outhor ya ceritanya seru loh