My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Hamil Muda


__ADS_3

Tiga bulan setelah pernikahan Yunisa dan Damar pun sudah berlalu. Damar sudah memulai aktivitasnya seperti biasa. Ia memimpin perusahaan seperti semula, terkadang Yunisa membantunya memeriksa dokumen dokumen penting yang perlu di tanda tangani oleh Damar. "Sayang hari ini mungkin Mas agak telat pulang karna ada meeting dengan Client jam lima sore" kata Damar kepada istri tercintanya.


"Ya sudah tidak apa apa, tapi ingat jangan sampai macam macam." Kata Yunisa karna ia takut kalau suaminya berbuat aneh aneh diluar sana."Ia sayang.....Mas ngak pernah akan macam macam diluar sana sayang...... karna cuman kamu yang ada di hati mas" jawab Damar sembari mengecup kening Yunisa yang lagi membenahi dasi Damar.


Yunisa tersenyum dan mengecup bibir milik Damar. Membuat Damar semakin gemas kepada istrinya. "Sudah semakin pintar ya sayang....."kata Damar sembari mengendong Yunisa ketempat tidur yang berukuran kings size "Kamu sudah membuat adik kecilku menjadi lancang depan sayang.....jadi harus bertanggung jawab dong." Hardik Damar sembari memberi kecupan di bibir manis milik Yunisa. Perlahan tangannya mulai menjalar kebagian gunung kembar milik Yunisa. dan memberi kecupan yang membuat Yunisa mengeluarkan suara merdunya seolah olah dirinya meminta lebih dan lebih lagi.


"Sayang.....suara merdu Yunisa yang semakin agresif terhadap Damar membuat Damar semakin melancarkan aksinya. Ia mulai mengecup ecup seluruh bagian tubuh Yunisa sampai bagian sensitifnya. Membuat Yunisa semakin mengeluarkan suara merdunya dan ia meminta kalau dirinya yang memimpin permainan.


Setelah melakukan permainan yang begitu nikmat surga dunia, Yunisa dan Damar mencapai puncak. Membuat Damar terkulai lemas sembari berbaring disamping Yunisa dan mengecup kening istrinya


"Thanks my wife." Kata Damar dibalas anggukan dari Yunisa. Setelah istirahat sejenak, ia melihat jam yang ada ditangannya sudah menunjukan jam 9.30 "sayang kamu ngak jadi kekantor?" Tanya Yunisa kepada suaminya.


Lalu Damar melihat jam yang ada ditangannya.


"Wah sudah telat nih" gumamnya lalu bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri yang kedua kalinya pagi itu. Lalu memakai pakaiannya yang sudah disediakan Yunisa dan Yunisa Memasangkan dasi Damar "sayang kamu makin pintar Ya." Kata Damar sembari mengembangkan senyumnya.


Yunisa tersipu malu melihat suaminya. Yunisa juga tidak tau mengapa ia tiba tiba seagresif itu kepada suaminya. "Tidak perlu malu sayang " kata Damar Karna melihat istrinya tersipu malu. "Sudah ah nanti mas semakin telat loh..... kan belum sarapan juga! lalu Yunisa mengajak suaminya menuju ruang makan.


Disana sudah ada nyonya Rita dan tuan Baskoro.


"Loh nak kamu ngak ke kantor? Tanya nyonya Rita kepada putranya


"Ke kantor sih pi.....tapi sedikit telat." Sahut Damar sambil mengembangkan senyumnya. kearah Yunisa membuat nyonya Rita sudah mengerti kalau anaknya mengadakan pertempuran pagi itu. Ketika Yunisa mencium aroma masakan yang dihidangkan di meja, membuat Yunisa mual dan Yunisa berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.

__ADS_1


"Uek....uek.... uek Yunisa memuntahkan segala isi perutnya membuat Yunisa menjadi lemas


Bi iyem yang melihat majikanya terkulai lemas langsung berteriak " non........non Yunisa ...." Teriak bi iyem. Mendengar teriakan bi iyem membuat seisi rumah langsung berhamburan menuju dapur.


Damar melihat istrinya sudah terkulai lemas "sayang....... Sayang..... " Panggil Damar sembari menepuk nepuk wajah istrinya. Damar menggendong Tubuh Yunisa ke ruang tamu, ia panik dan tuan Baskoro langsung menghubungi dokter keluarga Baskoro .Nyonya Rita dan Bu Rahma tidak kalah panik melihat Yunisa sudah terkulai lemas dan pucat


"Mam......istri aku kenapa mam..." Rengek Damar sembari memanggil manggil istrinya sesekali ia memberi kecupan di kening Yunisa "Sayang bangun dong ...." Tangis Damar


sekitar lima belas menit kemudian dokter Delon datang . Ia mengira nyaonya Rita yang sakit. Tetapi ia salah justru Yunisa yang merupakan menantu tuan Baskoro" Dok.....tolong periksa istri saya tadi tiba tiba dia muntah muntah Dan dia pingsan." terang Damar.


Lalu dokter Delon memeriksa keadaan Yunisa yang terbaring lemah diatas tempat tidur


Setelah memeriksa keadaan Yunida, dokter Delon mengembangkan senyumnya. "Ini biasa dialami ibu yang lagi hamil muda jadi nona Yunisa tidak apa apa." Jawab dokter Delon


Semua anggota keluarga yang ada disana kegirangan dan mengucapkan selamat kepada Damar dan Yunisa. Damar berkali kali memeluk istrinya dan mengecup kening Yunisa sembari mengucapkan terimakasih kepada Yunisa."Sayang trimakasih karna kamu sudah memberikan kabar gembira ini kepada Mas dan juga keluarga." kata Damar


Yunisa yang sudah mulai sadar dari pingsannya, terheran kalau disekelilingnya seluruh anggota keluarga ada didekatnya.


"Loh aku kenapa sayang?kok semuanya lihatin Yunisa ?" Tanya Yunisa kepada suaminya. "Kamu tadi pingsan sayang ...." Sahut Damar dan kembali mengucapkan terimakasih kepada istrinya."Trimakasih sayang"


"Trimakasih untuk apa sayang ?" Tanya Yunisa karna dirinya belum mengetahui apa apa tentang kehamilannya. "Trimakasih karna kamu sudah mengandung Damar junior ." Jawab Damar sembari memeluk istrinya dan sesekali ia memberi kecupan di kening dan bibir Yunisa. Yunisa yang masih heran dengan pernyataan Damar bahwa dirinya sedang mengandung begitu bahagia "Benaran mas aku lagi hamil?" Tanya Yunisa di balas anggukan dari Damar.


"Mas kamu tidak ke kantor?

__ADS_1


"Kan Mas bilang jam lima ada meeting dengan Client!" kata Yunisa


"Nanti saja deh sayang ke kantor, Mas masih ingin sama kamu dan anak kita." Sahut Damar membuat Yunisa membulatkan matanya.


"Ya ampun Mas ....anak kita kan masih didalam sini." Kata Yunisa sembari memegang perutnya yang masih rata. Damar hanya mengembangkan senyumnya. Padahal dirinya yang tidak ingin berjauhan dari istrinya.


"Nanti saja sayang kekantor agak siangan" hardik Damar


"Ya sudah tidak apa apa, yang penting pekerjaan mas tidak terganggu gara gara aku Mas......"


"Ia sayang semua dokumen penting yang perlu aku tanda tangani sudah diantar oleh Josua, jadi kamu ngak perlu kwatir sayang......" Terang Josua pada istrinya yang sedari tadi mengingatkannya agar tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai CEO Baskoro group.


Tiba-tiba nyonya Rita dan Bu Rahma datang menghampiri pasangan suami istri yang lagi bahagia, sembari membawakan segelas susu ibu hamil dan beberapa makanan ringan untuk mengganjal perut Yunisa. Yang sedari tadi muntah muntah menghirup aroma masakan.


"Sayang ini susunya diminum Ya." Kata nyonya Rita sembari memberikan segelas susu dan beberapa makanan ringan."Trimakasih mam....." Sahut Yunisa kepada ibu mertuanya dan juga Bu Rahma yang merupakan ibu kandung Yunisa.


"Oh Iya sayang .....mami senang bangat dengar berita gembira ini. Tetapi mami minta maaf, mami harus balik ke pematang Siantar karna ada hal penting yang mau mami urus disana. Paman mu menghubungi mama tadi pagi dan meminta mami harus segera balik ke pematang Siantar. Katanya ada hal penting yang mau dibicarakan mengenai nenek kamu." Kata Bu Rahma memberitahukan kepada Yunisa bahwa Bu Rahma harus segera pulang.


Bersambung...........


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. trimakasih 🙏🙏🙏🙏💓💓


jangan lupa kepoin cerita dari teman outhor juga ceritanya seru bangat loh karya Febyanti

__ADS_1



__ADS_2