
Keesokan harinya tepat di kantor Baskoro group, tampak Yunisa sedang berkutat dengan laptop yang ada dihadapannya. Tiba tiba pak Baskoro Vincent keluar dari lift, Yunisa yang tidak mengetahui kehadiran pak Baskoro, terus mengerjakan pekerjaannya.
"Ehum....." suara bariton terdengar ditelinga Yunisa. Sehingga dirinya menghentikan sejenak pekerjaan nya dan mendongakkan kepalanya. Melihat kearah suara deheman itu.
Tetapi Yunisa yang tidak mengenal siapa sosok laki laki paruh baya itu, hanya mengembangkan senyumnya semanis mungkin "Selamat pagi pak ....ada yang bisa saya bantu."Yunisa ramah. Pak Baskoro hanya memandangi Yunisa dengan penuh tanya.
" Siapa wanita cantik ini?" Ternyata putraku pintar juga cari asisten, sudah muda, cantik lagi. Gumam pak Baskoro dalam hati.
"Maaf pak ada yang bisa saya bantu." Kata Yunisa balik bertanya kepada lelaki paruh baya yang ada dihadapannya.
lalu pak Baskoro tersadar dari lamunannya "Ada Damar didalam?" tanya pak Baskoro
"Oh ada pak......kalau boleh tau sebelumnya sudah ada janji pak?" Tanya Yunisa karna dia takut kalau bosnya akan ngomel kalau memperoleh kan tamu yang tidak penting masuk keruangan ya.
Tetapi Pak Baskoro tidak menjawab melainkan mengembangkan senyumnya sembari masuk keruang CEO Damar .
"Papi....... " Damar terkejut akan kedatangan pak Baskoro kekantornya. "Ada apa pi....kok tumben ke kantor?" Tanya Damar sambil memberikan salam kepada papinya.
"He... h memangnya papi ngak bisa datang kekantor papi sendiri.... jangan mentang mentang kamu CEO nya jadi tidak memperbolehkan papi kemari! ingat ini masih kantor papi." Kata pak Baskoro menegaskan.
" Ih papi ..,siapa juga yang bilang kantor ini milik aku, bukan maksud aku tidak senang kedatangan papi kemari, tapi yang jadi pertanyaan kok tumben papi datang Kekantor ini? Biasanya juga hanya pergi memantau Rumah sakit sama hotel dan kampus doang gitu loh Pi...."
" Ah sudah sudah ngapain jadi berdebat sih." Gerutu pak Baskoro
"Ha ha ha ha ya udah duduk yuk Pi...." ajak Damar
"Oh Yach papi mau nanya wanita yang ada didepan siapa nak?
"Oh dia asisten aku Pi." Jawab Damar singkat.
"Masih muda Ya, cantik lagi sepertinya dia cocok jadi menantu papi." Kata pak Baskoro sembari mengembangkan senyumnya.
Mendengar omongan papinya sontak Damar jadi gugup dan grogi .
"Loh kok kamu jadi gugup gitu nak...."
"Kan benar dia cantik, muda lagi."
"Ia pa ....dia cantik dan muda tapi belum tentu juga dia mau samaku." Jawab Damar Vincent pesimis.
"Hus... jangan ngomong gitu, memangnya kamu benaran suka sama dia? Dan apa kamu sudah pernah nyatain perasaanmu." Tanya pak Baskoro kepada Damar
"Ia Pi aku sayang dan cinta sama dia ,tapi aku rasa mana mungkin dia mau samaku yang sudah pernah gagal nikah, apalagi umur kami berbeda jauh." kata Damar kepada papinya
__ADS_1
"Hus .....jangan pesimis gitu dong, harus optimis jangan mundur sebelum berperang." Sahut Pak Damar untuk memberikan semangat kepada anak semata wayangnya.
Tiba tiba suara ketukan terdengar dari luar.
" Tok tok.....tok"
"Masuk ...." Jawab Damar dari dalam.
Tampak Yunisa masuk membawa beberapa file yang akan ditanda tangani oleh Damar.
"Maaf pak menganggu," kata Yunisa karena merasa ngak enak hati sudah mengganggu bosnya.
"Oh ngak apa apa Yun ....Ada apa ?
"Ini pak berkas berkas yang perlu bapak tanda tangani." Kata Yunisa sambil menyerahkan beberapa file yang sudah ia bawa sebelumnya.
Sementara pak Baskoro hanya memperhatikan interaksi antara Yunisa dengan Damar.
"Oh ya dek .....habis ini apa agenda saya."
"Untuk saat ini belum ada pak, tetapi sepertinya besok jadwal meeting bapak cukup padat, karna ada beberapa client kita yang dari luar kota ingin langsung bertemu dengan bapak untuk membicarakan kontrak kerja sama." Jawab Yunisa dengan singkat padat dan jelas.
"Hum ....sudah saya bilang kalau kita lagi berdua jangan panggil saya bapak." Memangnya saya itu bapak kamu apa? Gerutu Damar. Karna tidak senang kalau dirinya dipanggil bapak oleh Yunisa.
Pak Baskoro hanya senyum senyum melihat tingkah putra kesayangan itu.
Dan setelah menyerahkan berkas berkas penting kepada Damar, Yunisa kembali ke meja kerjanya.
"Ih ada ada aja nih pak bos masa dia menyuruh aku manggil dia Abang saat di kantor, Apalagi dia ada tamu lagi"
" Ih dasar bos tidak ada akhlak." Gumam ya dalam hati.
Setelah kepergian Yunisa dari ruangan Damar, Pak Baskoro tertawa kecil "cie cie sudah panggil Adek dan Abang nie ...e e " kata Pak Baskoro untuk mencandai putra kesayanganya. Membuat Damar jadi salah tingkah
"Ah papi..... kepo bangat ngurusin anak muda."
"Ingat Pi.....singa betina papi nanti marah dirumah karna lihat lihat daun muda yang bening...." Kata Damar balik mencandai papinya
"Hus s s ngak boleh ngomong gitu ah" "Maminya Kok dibilang singa betina, gitu gitu cinta pertama dan terakhir papi tuh." Kata pak Baskoro kepada Damar
Drama pagi itupun telah usai, tanpak seseorang datang menghampiri Yunisa
"Hai Yunisa .....kamu langsung ke kampus kan? Tanya Ardi yang kebetulan Ardi datang ke kantor tempat Yunisa Bekerja.
__ADS_1
"Eh bang Ardi....ia nih bang Yunisa langsung mau ke kampus" Sahut Yunisa
"Oh kalau begitu Abang antar aja kan bisa lebih cepat." Kata Ardi
Tiba tiba Datang datang menghampiri Yunisa dan Ardi. Damar menarik tangan Yunisa menuju mobil yang sudah ada di depan loby kantor. Hal itu membuat Yunisa tidak bisa menolak ajakan Damar. "Maaf bang sepertinya bosku ada penting samaku, jadi lain kali aja ya bang." Kata Yunisa kepada Ardi sembari berjalan mengikuti langkah Damar yang sedari tadi menarik tanganya.
Setelah Sampai di kampus Yunisa langsung keluar dari mobil milik Damar. Dan langsung berlari masuk kampus tanpa berpamitan sama Damar. Karna masih merasa kesal kepada Damar. Sementara Damar hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Yunisa.
Di kota Medan
Tampak seorang lelaki paruh baya sedang berbaring lemah dirumah sakit. Sekitar dua bulan yang lalu kondisi kesehatan Pak Robert drastis menurun sehingga dirinya harus dirawat dirumah sakit. Tetapi Bu Rahma enggan memberitahu kepada Yunisa tentang kesehatan suaminya. Karna Bu Rahma tidak ingin menambah beban Yunisa. Itu juga atas permintaan Pak Robert, agar Bu Rahma tidak memberitahukan tentang kondisinya kepada Yunisa.
"Yah .....apa tidak sebaiknya kita memberitahu kondisi ayah kepada Yunisa?" Tanya Bu Rahma kepada suaminya.
"Jangan Bu ....." Kata pak Robert karna dirinya tidak mau membuat Yunisa jadi kepikiran, sehingga menggangu pekerjaan dan kuliahnya.
"Hum... m m ya sudah kalau itu yang ayah mau," tapi ayah harus janji cepat sembuh." kata Bu Rahma.
"Bu.....kalau hidup dan mati seseorang itu ditangan Tuhan, sekuat apapun kita kalau kata Tuhan kita mati ya mati juga, jadi ibu tidak perlu kwatir." Kata pak Robert
"Yah......ibu ingin ayah tetap disamping ibu. Ayah harus kuat."
Tiba tiba dokter datang menghampiri kedua pasangan suami istri itu untuk memeriksa kondisi kesehatan pak Robert.
"Selamat siang pak.... bu....." Sapa dokter Delon
"Siang dokter ...." Sahut Bu Rahma
Lalu dokter Delon memeriksa keadaan pak Aliong tetapi tampak raut wajah dokter Delon sedikit kwatir.
"Bu .....bisa ikut saya keruangan saya." Kata dokter Delon
"Oh ia bisa dokter." lalu dokter Delon keluar dari ruang rawat tempat pak Robert dirawat. Dan langsung menuju ruangnya. Di ekori Bu Rahma dari belakang "Silahkan duduk Bu" Kata dokter Delon mempersilahkan Bu Rahma untuk duduk.
"Begini bu..... sebenarnya untuk memberitahu yang sebenarnya saya sangat berat, karna menurut pemeriksaan yang saya lakukan penyakit kangker yang diderita pak Robert sudah stadium empat, Saya juga bingung mengapa perkembangan sel kangker itu cepat tumbuhnya." Terang dokter Delon
"Terus apa yang harus saya lakukan dokter? tanya Bu Rahma sambil menangis sesenggukan.
"Saya sendiri juga bingung Bu.... soalnya sudah berbagai upaya kita lakukan, termasuk kemoterapi. Tetapi sel sel kangkernya tetap menjalar dan sudah sekitar 75 persen bagian tubuh pasien digerogoti oleh sel sel kangker yang di idap pasien." Terang dokter Delon
Mendengar penuturan dokter Delon, Bu Rahma semakin menangis histeris. "Tolong dokter tolong selamatkan nyawa suami saya" Pinta Bu Rahma kepada dokter Delon
"Kita hanya bisa berdoa Bu....hidup dan mati manusia itu ditangan Tuhan bukan ditangan dokter Bu.....saya hanya berusaha membantu." Jawab dokter Delon.
__ADS_1
hai hai redears yang baik dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya.🙏🙏🙏🙏💓💓💓💓🤝