
Setelah pihak kepolisian datang, untuk mengevakuasi korban kecelakaan yang menimpa Sintia yang merupakan teman satu kelas Lita dan Jack. Kepolisian meminta saksi mata yang melihat kejadian kecelakaan.
"Dek kamu mengenal korban ini? " tanya salah satu personel kepolisian yang bertugas untuk mengevakuasi korban kecelakaan yang menimpa Sintia dan Sopirnya.
"Iya Pak dia teman satu sekolah saya." jawab Lita jujur.
" Kalau begitu kalian boleh ikut bersama kami ke rumah sakit guna dimintai keterangan untuk mengetahui identitas korban. Pinta pihak kepolisian kepada Lita dan Jack.
"Baik Pak kami bersedia"
" Kami memang benar-benar mengenali korban, karena memang korban adalah teman satu sekolah sama kami, Sintia juga merupakan satu kelas saya." Kata Lita untuk menceritakan siapa sebenarnya korban kecelakaan itu.
"Baiklah kalau begitu kalian ikut saja ke rumah sakit agar kami dapat menghubungi keluarga korban.
" Apakah kalian memiliki nomor ponsel orang tua korban?" tanya salah satu personel kepolisian kepada Lita dan Jack.
"Maaf Pak kami tidak memiliki nomor ponsel orang tua korban, tetapi kemungkinan pihak sekolah kami atau kepala sekolah kami memiliki nomor ponsel orang tua Sintia." kata Lita kepada pihak kepolisian sembari berjalan menuju motor yang dikendarai oleh Jack.
Agar mereka dapat langsung menyusul Sintia yang di bawa ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit guna memberikan pertolongan.
Setelah melakukan perjalanan sekitar 15 menit kemudian Jack dan Kayla tiba di rumah sakit tempat Kayla dilarikan untuk menyelamatkan Sintia.
Kemudian Jack mencoba menghubungi Pak Burhan untuk meminta nomor ponsel milik orang tua Sintia.
"Tut..
"Tut...
"Tut....
Satu kali dua kali panggilan dilakukan oleh Jack kepada Pak Burhan, tapi tak kunjung di angkat. Ketiga kali Jack kembali menghubungi Pak Burhan agar segera mendapat nomor ponsel milik orang tua Sintia. guna untuk mengabari keadaan Sintia yang sebenarnya. Agar orang tuanya dapat langsung datang ke rumah sakit tempat Sintia dirawat.
Setelah panggilan yang ketiga kali, Pak Burhan pun mengangkat ponselnya. Ia bertanya-tanya dalam hati mengapa Jack menghubungi pak Burhan
__ADS_1
"Iya halo nak Jack!" Ada apa kok kamu menelpon bapak?" Tanya Pak Burhan kepada jack karena dirinya penasaran mengapa jack menghubungi dirinya. Padahal Jack baru pulang dari sekolah.
"Selamat siang Pak!" Maaf mengganggu waktu bapak, Saya mau memberitahu kalau Sintia sekarang berada di rumah sakit. Karena mengalami kecelakaan di jalan x." Kata kepada Pak Burhan. Saya juga meminta kepada bapak agar bapak segera menghubungi orang tua Sintia.
Mendengar kabar tentang Sintia yang mengalami kecelakaan, Pak Burhan begitu terkejut.
"Bagaimana itu bisa terjadi Jack" tanya Pak Burhan kepada jack. Karena dirinya masih belum percaya akan kejadian yang menimpa Sintia. Padahal Sintia baru saja menghadap kepala sekolah atas kesalahan yang ia lakukan terhadap lita.
"Maaf Pak saya juga kurang tahu, kebetulan saya dan Lita ingin pulang kerumah, tetapi kami kurang mengetahui bahwa mobil Sintia berada dibelakang Kami. Kami tiba-tiba mendengar kalau ada yang mengalami kecelakaan sehingga kami memutar balik untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Tetapi ketika kami melihat mobil yang mengalami kecelakaan sepertinya kami mengenali mobil itu yang tak lain adalah mobil milik Sintia yang dikendarai oleh supirnya sendiri. Kami sudah melihat kondisi Sintia yang sudah bersimbah darah karena terjepit oleh kursi yang ada di dalam mobil." Terang jack kepada Pak Burhan untuk memberitahu yang sebenarnya. Agar Pak Burhan langsung segera menghubungi orang tua Sintia.
Setelah mengakhiri panggilan telepon selulernya, Jack menyusul Lita ke ruang UGD tempat Sintia diperiksa "Aku udah hubungin pak Burhan dan aku juga udah minta kepada Pak Burhan agar menghubungi orangtua Sintia." Ucap Jack kepada Lita
Tetapi Lita hanya terus menangis melihat kondisi teman satu kelasnya walaupun selama ini Sintia berbuat jahat terhadapnya. Tetapi dirinya tidak pernah dendam terhadap sintia.
"Hua.... hua.... hua "tangis Lita melihat kondisi teman satu kelasnya yang sudah bersimbah darah. Ia juga teringat dengan kecelakaan yang menimpa dirinya sekitar 2 bulan yang lalu yang hampir merenggut nyawanya sendiri.
Tiba-tiba dokter datang menghampiri Jack dan Lita untuk menanyakan perihal orang tua korban.
Di tempat lain Nyonya Rita dan Tuan Baskoro sudah gelisah menunggu kedatangan putrinya satu-satunya. Karena sudah jam menunjukkan pukul empat sore. Tetapi Lita tidak kunjung pulang ke rumah. Padahal jam pelajaran dari sekolah pulang sekitar jam 1 siang.
"Pi anak kita kok belum pulang?" tanya Nyonya Rita kepada tuan Baskoro karena dirinya sudah merasa kuatir terhadap putrinya yang tak kunjung pulang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Sementara Yunisa yang baru keluar dari kamarnya menghampiri Nyonya Rita
"Tenang saja mam ....mungkin Lita ada ekstrakurikuler" ujar Yunisa untuk menenangkan Nyonya Rita. agar Nyonya Rita tidak terlalu kuatir terhadap putrinya.
Mendengar penuturan dari Yunisa hati Nyonya Rita sedikit lega. Kemudian diam-diam Yunisa menghubungi lita
"Tut...
"Tut....
__ADS_1
"Tut......
Lita pun melihat ponselnya yang sudah berdering. Ia melihat nama yang tertera di sana nama kakaknya Yunisa."
"Halo kak!"Sapa Lita dari seberang
"Halo Lit!" kamu di mana dek?" tanya Yunisa kepada Lita
"Maaf kak!" Lita lupa mengabari soalnya Lita sekarang berada di rumah sakit . Karena teman satu kelas Lita ada yang mengalami kecelakaan sekarang Lita menunggu keluarga Sintia yang merupakan korban kecelakaan.
"Oh tapi kamu baik-baik saja kan dek" tanya Yunis kepada Lita karena dirinya juga khawatir dengan kondisi Lita apalagi Lita baru saja mengalami hal yang serupa dengan sintia.
"Lita baik-baik saja kok kak." jawab Lita dengan singkat.
Kemudian Yunisa menutup sambungan telepon selularnya dengan Lita dan langsung menghampiri Nyonya Rita
"Mam.... " mami tenang saja lita Tidak apa-apa kok sekarang Kayla ada di rumah sakit untuk menolong temannya yang baru saja mengalami kecelakaan di jalan x. Kata Yunisa kepada Nyonya Selena agar Nyonya Selena tidak terlalu kuatir kepada putrinya.
"Jadi mengapa sedari tadi saya hubungin Lita tidak mengangkat angkat ponselnya tanya nyonya Rita . karena dirinya penasaran mengapa putrinya tidak mengangkat telepon selulernya.
"Mungkin Lita lagi sibuk mengurus temannya itu mi!" jawab Yunisa untuk mengobati hati nyonya Selena.
"Syukurlah kalau putriku tidak apa-apa jawab Nyonya Rita singkat sembari memperhatikan Carlos yang ada di gedongan Yunisa
"Wah cucu oma udah gede tampan lagi." puji Nyonya Rita kepada cucu pertamanya yang merupakan pewaris dari Wijaya group.
"Iya dong Oma!" namanya juga Oma dan maminya cantik" puji Yunisa kepada Ibu mertuanya karena memang benar Nyonya Rita yang sudah lebih diatas paruh baya masih tampak muda dan cantik.
"Ih kamu ini Yunisa .....mami sudah tua!" kamu bilang cantik." kata Nyonya Rita karena dirinya merasa sudah lanjut usia.
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
mampir juga ke karya teman outhor ceritanya seru loh.