My Bos Cool Husband

My Bos Cool Husband
Kegelisahan Damar


__ADS_3

Setelah dokter Delon memperoleh kan Yunisa masuk kedalam ruang ICU,melihat ayahnya yang tidak sadarkan diri dengan berbagai alat medis menempel ditubuh pak Pak Robert. Membuat hati Yunisa semakin sedih. Rasanya dirinya tidak sanggup melihat orang yang ia sayangi,terbaring tidak berdaya "Ayah......ini Yunisa, Yunisa datang yah, Ayah dengar Yunisa kan? Aku rindu ayah,


Cepat sembuh Yah......bertahanlah untuk mami dan Yunisa. Kata Yunisa sambil memegang tangan ayahnya.


Suster datang menghampiri Yunisa yang terisak disamping ayahnya."Maaf mbak sebaiknya mbak keluar supaya pasien tidak terganggu apalagi ini diruang ICU tidak diperbolehkan berlama lama, karna ruangan ini harus disterilkan mbak. lalu Yunisa keluar, rasanya dirinya tidak tega meninggalkan ayahnya sendirian diruangan itu."Ayah Yunisa keluar dulu Yah...cepat sembuh ya ayah...kata Yunisa sambil mengelus pipi lelaki paruh baya Itu.


DI JAKARTA


Disebuah ruangan yang luas dan megah tampak Damar uringan uringan menunggu kehadiran Yunisa."Dimana dia kok belum ada di kantor? Pada hal tadi aku ke kostnya tapi dianya tidak ada." Gumam Damar dalam hati


Lalu Damar menghubungi Josua yang merupakan asisten kepercayaan Damar.


"Jos ....kamu tau ngak dimana Yunisa ? Soalnya sudah jam sepuluh tapi Yunisa belum datang juga. Tidak biasa biasanya dia sampai setelat ini, Tadi aku ke kosnya juga tidak ada,terus aku hubungin ponselnya tidak diangkat." kata Damar Vincent kepada josua yang merupakan sahabatnya sejak kecil.


"Maaf bro.....saya juga tidak tau dimana Yunisa sahut Josua di dalam panggilan teleponnya.


Damar semakin gelisah karna tak ada satupun rekan karja dikantor yang mengetahui keberadaan Yunisa. Mengingat Yunisa pulang ke medan mendadak. Apalagi dia berangkat malam hari. Hal itu lah yang membuat tetangga kos Yunisa tidak mengetahui kepergian dirinya.


"Jos .....coba kamu lacak ponsel milik Yunisa dimana keberadaan nya. Saya tidak mau tau bagaimana caranya yang penting kita mengetahui dimana keberadaanya. lakukan sekarang juga dan aku berikan waktumu paling banyak satu jam dari sekarang. Kata Damar kepada Josua.


" Hah h h h ada ada saja bos ini .Dasar bos tidak ada akhlak." umpat Josua dalam hati.


Josua melacak keberadaan ponsel Yunisa melalui sinyal GPS "Hah daerah Medan"? Gumam Josua, Karna dirinya sudah berhasil melacak keberadaan ponsel Yunisa .


"Loh kapan dia kemedan? Semalam aja masih masuk kantor, dan ada apa kok mendadak gitu? Josua pun bertanya-tanya dalam hati. Kemudian Josua menghubungi Damar Vincent.


" Tut ....Tut....Tut."


" Ya ....apa kamu sudah berhasil melacaknya? Pertanyaan itu yang langsung keluar Dari mulut Damar Vincent ketika Josua menghubungi dirinya.


"Ia pak bos .....Setelah saya lacak keberadaan Yunisa ada di daerah kota Medan. jawab Josua


"Apa Medan? Yang benar dong? Semalam aja dia masih masuk kampus." Kata Damar karna Belum percaya apa yang dikatakan Josua bahwa Yunisa berada di kota Medan.

__ADS_1


"Hah ada apa kok mendadak gitu dia pergi Damar bertanya tanya dalam hati."


"Segera urus keberangkatan ku kemedan sekarang juga." Kata Damar Vincent kepada josua dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Dengan menggunakan jet pribadi miliknya, Damar Vincent langsung berangkat menuju kota Medan


Beberapa jam kemudian Damar tiba di kota Medan, Kota kelahiran yunisa.


Tiba tiba ponsel Damar berdering tanpak pak Maringan sedang memanggil "Ya selamat sore pak Maringan."


"Selamat sore pak Damar."


Lalu pak Maringan menjelaskan apa tujuannya menghubungi Damar dan sebelum pak Maringan mengakhiri sambungan teleponnya, Damar bertanya kepada pak Maringan perihal tentang Yunisa.


"Maaf pak Maringan apa saya bisa menanyakan sesuatu kepada anda?


"Ya silahkan pak jawab pak Maringan


" Apakah anda tau dimana tempat tinggal orang tua Yunisa?Sontak pak Maringan terkejut akan pertanyaan Damar.


" Ceritanya panjang pak nanti setelah ini pasti akan saya ceritakan kepada bapak .Terang Damar


Lalu pak Maringan memberitahu alamat tempat tinggal orang tua Yunisa.


Sebelum dirinya pergi kerumah Yunisa Damar terlebih dahulu singgah kerumah milik orangtuanya yang ada di kota medan. Ya rumah orang tua Andre yang ada di kota Medan, sangat mewah letaknya tepat di kompleks perumahan elit yang ada dikota Medan.


Setelah tiba dirumah,tampak pak Wahyu disana sedang membersihkan taman


"Tin.... tin... tin " suara klakson mobil Damar terdengar jelas ditelinga Paka Wahyu, pak Wahyu yang sebelumya sudah diberitahukan oleh Josua akan kedatangan Damar, langsung berlari menuju gerbang dan membukakan pintu gerbang lebar lebar agar mobil milik Damar masuk dengan leluasa.


"Selamat sore den....? Sapa pak Wahyu dengan ramah


Ya selamat sore pak Wahyu jawab Damar ramah sambil berlari kecil masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Damar duduk disebuah sofa mewah sambil mengotak Atik ponselnya."Dimana kamu Yunisa kenapa kamu tega pergi tanpa memberitahu ku? Apa yang kamu sembunyikan dariku? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dihati Damar. " Belum juga aku ungkapin perasaan ku sama kamu tapi kamu sudah pergi begitu saja dariku .....dimana kamu sayang......." gumamnya dalam hati.


Melihat kedatangan tuannya Aisha datang menghampiri cristopel sambil menyuguhkan teh hangat ."ini den minumnya"


Ia bi taruh aja dulu disitu kata cristopel sambil tetap menelpon Chang mei tetapi belum juga ada jawaban.


Sementara ditempat lain Yunisa terkejut setelah mengetahui kalau ibunya sudah menggadaikan rumah milik mereka satu satunya "Ya ampun mama....masalah sebesar ini mama sembunyikan dari aku, kenapa ma?


" Mama ngak tahu harus berbuat apa nak


Mama sudah bingung jawab Bu Rahma sambil menangis sesenggukan.


"Ya ampun apa yang harus ku perbuat kalau sudah begini? tabunganku pun pasti tidak cukup untuk menutupinya." Gumamnya dalam hati. Tapi Yunisa tidak putus asa. Dia tetap ber pengharapan. Tetapi dirinya juga bingung harus bagaimana. Kalau rumahnya tidak ditebus mamanya pasti sedih mengingat rumah yang mereka tempati selama ini sudah terlalu banyak kenangan.


Tiba tiba Yunisa teringat kepada pak Maringan dan ia ingin menghubungi pak Maringan karna dirinya pernah ingat kata kata pak Maringan "Kalau dirinya butuh bantuan apa saja dia siap untuk membantu" diraihnya ponselnya yang ada di tas sandang miliknya. Ketika Yunisa membuka ponselnya, Ia sangat terkejut melihat panggilan tak terjawab dari bosnya Sampai ratusan kali


"Aduh aku lupa mengabari pak Damar, aduh pasti dia sangat marah kepadaku dan bisa bisa aku dipecat ya ampun kalau aku sampai dipecat aku harus kerja dimana lagi? Bagaimana biaya pengobatan ayah dan biaya hidup kami?" Yunisa merutuki dirinya karna sudah lupa mengabari bos tempat ia berkerja,kalau dirinya pulang ke Medan.


Lalu Yunisa menghubungi Damar, niatnya untuk memberitahukan kalau dirinya sudah pulang ke Medan. dan ingin meminta ijin tidak masuk kantor untuk sementara.


Sementara Damar yang mendengar ponselnya berdering langsung meraih ponselnya yang ia letakkan diatas meja, Damar terkejut bahwa yang menghubunginya adalah Yunisa


Hatinya sangat senang dan langsung mengangkat ponselnya.


"Hello Yunisa kamu lagi dimana?


"Kamu tidak apa apakan?Aku menghawatirkan mu. Cepat katakan kamu dimana?"


Belum juga Yunisa menjawab. Pertanyaan demi pertanyaan sudah dilayangkan Damar.


Lalu Yunisa memberitahukan keberadaan nya ada dimana. Dan mencaritakan apa yang terjadi terhadap keluarganya.


Mendengar penuturan Yunisa hati Damar turut sedih. dan Damar ingin sekali menghibur hati Yunisa.

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author Yach agar outhor lebih semangat untuk berkarya. beri like, coment dan votenya ya. Trimakasih.


__ADS_2