My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 40 | Madeline di abaikan


__ADS_3

Pierre tentu merasa bersalah pada Madeline, karena telah membuat wanita itu berpikiran seperti itu. Namun mengabaikan Yara bukanlah solusi baik, meski Pierre telah mencoba membuka hati pada Madeline. Tapi Yara tetaplah menempati tahta tertinggi di hati Pierre.


Sedangkan Madeline, wanita itu mendengar ucapan Pierre langsung bungkam. Wanita itu seakan enggan untuk membahas lagi, membiarkan Pierre melanjutkan makan nya.


"Tak perlu merasa seperti itu, aku yakin kau adalah pria yang mampu memegang ucapanmu," jawabnya dengan santai.


Pierre kembali tersentil mendengar ucapan Madeline, pria itu langsung kehilangan selera makan.


"Aku kenyang." ucap Pierre yang menyudahi kegiatan makan nya.


Melihat hal itu, membuat Madeline menatap dengan heran. Bukankah tadi Pierre mengatakan dia sangat lapar, lalu kenapa baru makan beberapa suap langsung kenyang? Ini benar-benar membuatnya penasaran.


"Are you okey, Pierre?" tanya Madeline yang merasa jika ada yang di sembunyikan oleh Pierre.


Pierre hanya menggelengkan kepala,"Segera bersiap! Rapat antar departemen akan segera berlangsung," pinta Pierre yang meminta Madeline untuk segera bersiap.

__ADS_1


Madeline langsung bergegas sambil membawa tas bekal yang berisi makanan untuk dirinya dan juga Pierre. Terlihat repot, namun hal seperti itulah yang begitu Madeline nikmati.


"Ayo," ajak Madeline yang sudah siap untuk berangkat.


Pierre langsung keluar dari apartement miliknya sambil merangkul Madeline. Seperti inilah kebiasaan Pierre setelah keduanya sepakat untuk membuka hati, namun kali ini Pierre merasa resah. Karena Yara yang tiba-tiba hadir di hidupnya, dan hal itu tentu sangat membuatnya terusik dan gagal untuk memulai hidup baru dengan Madeline.


Madeline yang sejak tadi menaruh curiga pada Pierre hanya bisa diam. Ia sendiri juga bingung harus menyelidiki dari mana, karena Pierre jarang sekali terbuka padanya akan apa yang terjadi padanya.


Bahkan di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Pierre juga terus meluruskan pandangannya menatap jalan sambil memutar kemudinya. Madeline berpikir, mungkin Pierre tengah ada masalah dengan departemen lainnya hingga membuatnya kalut seperti ini.


Hingga mobil yang dikendarai oleh Pierre sampai di rumah sakit. Pria itu langsung turun begitu saja, meninggalkan Madeline yang masih berada di dalam mobil.


Pierre tersentak! Pria itu baru menyadari bahwa dirinya tengah bersama Madeline. Ia pun langsung menghentikan langkah kakinya, hingga Madeline mendekati dan menggerutu padanya.


"Kenapa kau meninggalkan aku? Ada apa sebenarnya padamu, Pierre?" cecar Madeline yang merasa kesal dengan tingkah Pierre hari ini.

__ADS_1


Pierre tak mampu menjawab, tak mungkin bukan jika Pierre mengatakan dirinya tengah memikirkan ajakan Yara yang ingin bertemu dengannya.


"Aku hanya terburu-buru," jawabnya dengan asal.


Mendengar alasan Pierre yang tak masuk di akal membuat Madeline pun tersulut emosi,"Buru-buru kau bilang? Kau itu sangat berbeda sejak di meja makan tadi, apa ada yang mengusik pikiranmu, huh?" Madeline terus mencecar Pierre dengan segala ucapannya.


"Tidak seharusnya kau seperti ini jika sedang ada masalah Pierre, kau mengabaikan aku!" ucap Madeline dengan suara tinggi.


Pierre sampai menghela napas panjang. Semua adalah salahnya, andai dirinya tak terdistraksi dengan segala pesan dari Yara. Mungkin Madeline takkan menjadi sasarannya saat ini.


"Maaf," jawabnya dengan singkat dan tanpa wajah bersalah.


Madeline yang merasa kesal karena tak di hargai dan di anggap pun langsung memberikan kotak bekal untuk Pierre.


"Aku tak butuh maaf darimu, harusnya jika ingin memulai semuanya tak seperti ini caranya."

__ADS_1


"Kau benar-benar mengecewakan, Pierre," ucap Madeline yang berlalu meninggalkan Pierre dengan kesal.


Sementara pria itu, ia hanya bisa menatap kepergian Madeline tanpa berpikir untuk mengejarnya.


__ADS_2