My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 89 | Dokumen yang harus di tandatangani


__ADS_3

Pierre sudah benar-benar tak bisa lagi membela diri, Madeline sudah mencecarnya. Membuat Pierre mau tak mau harus mengungkap semuanya di hadapan Madeline.


Meskipun ia tahu ini nantinya akan menyakitkan. Tapi tak ada jalan lagi, Madeline sudah mengetahui semuanya.


"Kau ingin tahu alasan dari semua itu? Apa kau yakin?"


Madeline mengangguk dengan penuh keyakinan,"Katakan!" serunya.


Pierre mengatur nafasnya, ia bisa pastikan jika ini adalah ucapan paling menyakitkan yang pernah ia lontarkan kepada Madeline. Tapi kembali lagi, semua ini permintaan Madeline dan Pierre hanya menurutinya.


"Baiklah, dengar ini baik-baik."


"Aku tak memiliki perasaan apapun kepadamu, Madeline. Aku bertahan karena ancaman dari orang tuaku yang takkan memberikan aku jabatan sebagai direktur jika memilih kembali bersama Yara."


"Dan tak hanya itu, aku merasa terkekang dan tak bebas jika sedang bersama. Berbeda saat bersama dengan Yara, aku menemukan duniaku saat bersamanya." Penjelasan yang begitu menyakitkan terlontar dari bibir Pierre.


"Bersamamu benar-benar membuatku tersiksa, aku seperti terikat dengan apa yang kau buat. Kau tak mampu memberi kenyamanan yang seperti Yara berikan padaku." jelasnya lagi.


Air mata Madeline langsung luruh sambil menutup wajahnya. Tersiksa? Jadi selama ini seluruh perhatian dan kepedulian Madeline membuat Pierre tertekan? Ini sangat-sangat menyakitkan baginya.

__ADS_1


"Kau benar-benar manusia tak berperasaan, Pierre. Apa salahku hingga kau tega melakukan hal sekejam itu?" Raung Madeline. Madeline tak bisa lagi bersikap baik-baik saja.


Pria br*ngsek itu sudah menghancurkan Madeline.


"Kau yang memaksaku untuk menikah denganmu, lalu kau juga yang memaksaku untuk membuat kesepakatan untuk memulai hubungan baru. Tapi kau sendiri yang melanggar itu semua, Pierre. Apa kau sudah tak waras, huh?" tanya Madeline.


"Dan tak hanya itu, secara tak langsung kau menjadikan aku alat untuk menggapai semua ambisimu,"


"Jelaskan padaku, Pierre! Apa kesalahanku yang membuat kau tega melakukan hal sekeji itu, huh?" tanya Madeline.


Jika di tanya apa kesalahan Madeline, tentu saja tak ada. Hanya dirinya saja yang terlalu kejam dengan melibatkan orang yang tak tahu duduk perkara akan apa yang terjadi pada dirinya.


"Kau tak memiliki salah apapun, hanya saja aku yang terlalu jahat." ucap Pierre.


"Kau tak perlu minta maaf, Pierre. Kesalahanmu padaku sudah tak terhitung banyaknya."


"Aku pikir, dengan menyetujui kesepakatan tentang hubungan pernikahan kita akan membuat kita memiliki rumah tangga yang harmonis dan bahagia. Tapi nyatanya, kau tertekan dengan semua itu dan memilih selingkuh dengan mantan kekasihmu sebagai solusinya."


"Aku sudah tak bisa marah lagi, Pierre. Harusnya aku lebih ke sadar diri dan tak berharap banyak dengan hubungan kita. Jika bukan karena Daddyku, aku takkan mungkin mau belajar untuk mencintaimu." Madeline mengeluarkan segala isi hatinya saat ini. Setidaknya Pierre harus mengetahui perasaan Madeline sebelum keduanya akan menjadi asing nantinya.

__ADS_1


Pierre yang mendengarnya semakin merasa bersalah, tapi ia juga tak bisa berbuat banyak. Semua adalah salahnya yang terlalu egois.


"Tapi kau tak perlu memikirkan perasaanku. Aku hanya ingin memberi kau sebuah pilihan."


Pierre yang mendengar pun langsung penasaran,"Apa itu?"


"Aku memberikanmu satu kesempatan jika kau ingin memperbaiki hubungan kita, tapi aku minta kau berhenti untuk berhubungan dengan Yara. Apa kau bisa?" tawar Madeline.


"Atau intinya seperti ini saja. Kau memilih aku atau memilih Yara?" tanya Madeline.


Tanpa ragu dan pikir panjang, Pierre pun langsung mengatakannya dengan lantang.


"Aku memilih Yara," ucapnya dengan penuh keyakinan.


Madeline terus mengamati sorot mata Pierre yang terlihat tak ada keraguan sedikitpun di sana. Melihat hal itu membuat Madeline yakin jika keputusan yang di ambil kali ini adalah yang terbaik.


Madeline mengambil dokumen yang sejak tadi ia sembunyikan di balik tubuhnya, lalu Madeline tersenyum simpul menatap Pierre.


"Aku sudah memprediksi hal ini sebelumnya, dan kau membantuku menyakinkan semuanya." Ucapnya sambil menyerahkan dokumen yang ia bawa kepada Pierre.

__ADS_1


Pierre dengan ragu menerimanya, tapi pria itu tak membukanya dan bertanya kepada Madeline,"Apa ini?"


"Surat kesepakatan cerai."


__ADS_2