My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 74 | Kejutan untuk Pierre


__ADS_3

Madeline sejak tadi mengikuti kemana mobil yang di kendarai Pierre melaju, matanya berkaca-kaca menyaksikan bahwa Pierre telah mengkhianati dirinya, mengkhianati kesepakatan yang telah di buat bersama.


Lihatlah, bahkan Yara di perlakukan layaknya tuan putri. Di bukakan pintu, di gandeng tangannya saat turun dari mobil. Betapa romantisnya pasangan berselingkuh itu.


Sedangkan Madeline, ia yang notabenenya adalah istri dari Pierre tidak pernah merasakan hal itu. Madeline semakin tak sanggup lagi melihat hal itu dengan mata kepalanya sendiri.


Ia memutuskan untuk kembali ke apartment, ia tak sanggup menjadi saksi perselingkuhan suaminya.


"Apa ini adalah akhir dari semuanya? Tak seperti yang aku harapkan." Madeline mengendarai mobilnya sambil menitikkan air mata.


Madeline meluapkan kesedihan di dalam mobilnya, ia mengendarai mobilnya. Tidak ada orang yang baik-baik saja jika menjadi korban selingkuhan, Madeline sudah merasakan sendiri.


Ingin rasanya mengadukan hal ini pada Daddy-nya, namun ia juga tak ingin Pierre kena imbas dari pengaduannya itu.


Entahlah, mungkin ini yang di namakan dengan cinta. Sampai Madeline sendiri tak sadar jika ia mengesampingkan perasaannya sendiri agar Pierre tidak kena masalah.


"Aku akan menanyakan hal ini padanya saat ia pulang kerja nanti." Madeline sudah bisa menebak, pasti Pierre akan pulang malam nantinya. Mengingat waktu paginya ia gunakan untuk menghabiskan waktu bersama Yara di taman.


"Lebih baik aku ke supermarket saja, membeli makan dan meluapkan kesedihanku melalui makanan."


"Banyak menangis membutuhkan banyak tenaga, dan aku tak ingin jatuh sakit karena menangisi pria seperti suamiku yang bren*sek itu."


Cara Madeline meluapkan kesedihan memang berbeda dengan wanita pada umumnya, jika wanita lain akan menangis meraung. Tapi tidak untuk Madeline, wanita itu memilih untuk melampiaskan segalanya dengan makan yang banyak.

__ADS_1


Sebelumnya Madeline juga sudah membuang waktu dengan menangisi Pierre seorang diri, mencurigai suaminya. Hingga kecurigaan itu benar adanya.


"Apa pria seperti Piero sudah langkah? Ah! Dunia ini benar-benar tak adil untukku yang baru merasakan jatuh cinta." Madeline terus merutuki nasib percintaannya sepanjang jalan menuju supermarket.


Hingga mobil yang di kendarai Madeline sampai di supermarket, wanita itu melenggang masuk ke dalam pusat perbelanjaan. Membeli banyak makanan dengan uang miliknya sendiri.


Sebenarnya, Pierre memberikan nafkah untuknya. Namun Madeline tak ingin menggunakan uang dari pria itu.


Banyak sekali makanan yang Madeline beli, bukan hanya satu jenis. Tapi jenis lainnya pun ada termasuk coklat.


Madeline membayar semua belanjaan milik dan membawa dua tas belanjaan miliknya. Tapi lagi-lagi Madeline harus di suguhkan dengan pemandangan yang begitu menyakitkan mata, karena ia harus di pertemukan dengan Pierre.


Madeline terlihat biasa saja, justru wanita itu melempar senyum tipis ke arah Pierre yang terlihat terkejut.


"Ah tidak, Madeline. Aku hanya kaget saja. Tak biasanya kau ke supermarket," alibi Pierre.


Madeline tersenyum,"Tentu saja jarang, aku itu sibuk bekerja hingga lengah dan kecolongan jika sedang di khianati orang terdekatku." ketus Madeline sambil menatap tajam ke arah Yara.


Sedangkan Yara, wanita itu hanya menundukkan kepala karena merasa malu harus berhadapan dengan Madeline. Di tambah saat ini ia sedang bersama Pierre.


Pierre menggelengkan kepala,"Madeline, aku bisa jelaskan ini semua. Aku tadi tak sengaja bertemu dengannya saat di luar, jadi aku...,"


Madeline langsung memotong pembicaraan Pierre,"Jadi kau mengajaknya untuk bersamamu, begitu?"

__ADS_1


"Padahal aku tak memberondong kalian dengan pertanyaan, tapi kalian sudah merasa panik. Apa jangan-jangan ada sesuatu yang kalian sembunyikan?" Madeline pura-pura tak tahu, untuk melihat seberapa jauh suaminya berbohong.


Yara menggelengkan kepala,"Madeline, jangan salah paham! Kita benar-benar tak berbohong. Kau tahu sendiri jika aku sudah punya suami bukan?" tanya Yara yang berusaha meluruskan semuanya dengan kebohongan yang ia buat.


Tapi sayang, Madeline takkan semudah itu percaya, wanita itu tetap pada pendiriannya.


"Tentu tahu, tapi siapa yang bisa menjamin jika wanita bersuami tidak bisa bermain api dengan pria lain," gothca! Balasan telak di berikan Madeline hingga Yara pun tak bersuara.


"Apa kau sedang mencurigaiku berselingkuh, begitu?" tanya Pierre.


Madeline hanya mengedikkan bahu,"Tidak, hanya saja aku perlu waspada. Karena perselingkuhan sudah merajalela."


"Apa aku salah?"


Pierre menggelengkan kepala, hanya saja dirinya saat ini tengah was-was menantikan reaksi selanjutnya yang akan di berikan Madeline.


"Tidak, hanya saja ucapanmu begitu mengusikku."


Madeline menggelengkan kepala,"Tidak perlu khawatir jika memang kau benar tak melakukan hal itu."


"Sudah ya, aku mau pulang dulu karena masih banyak yang aku harus kerjakan termasuk menyiapkan kejutan di apartment untukkmu." Ucap Madeline yang berhasil membuat Pierre penasaran.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Sesuatu yang tak terduga sebelumnya,"


__ADS_2