My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 68 | Madeline Mulai Curiga


__ADS_3

Terhitung sudah satu bulan lamanya Pierre dan Yara menjalin hubungan gelap. Hubungan keduanya semakin intens dan sering kali bertemu di setiap kesempatan.


Sedangkan hubungan Pierre dengan Madeline, hubungan keduanya mengalami kemunduran. Dan hal itu membuat Madeline merasa curiga dengan perangai Pierre yang terlihat berbeda.


Pria itu jadi lebih sering menyendiri dan tak ingin Madeline dekati. Bahkan ponsel milik pria itu selalu dalam genggaman tangan, dan tak terlepaskan.


Seperti saat ini, Madeline sedang berada di dapur menyiapkan bekal untuk Pierre. Dan Pierre saat ini tengah sibuk dengan ponselnya.


"Apa ponselmu jauh lebih menarik perhatian dari pada perbincangan kita pagi ini, Pierre?" tanya Madeline.


Pierre mengalihkan perhatiannya sebentar dari ponsel, lalu menatap Madeline yang sibuk di dapur. Hanya sekat kecil yang menjadi pembatas antara dapur dan meja makan, hingga membuat mereka bisa saling berbicara.


"Ada hal penting, kenapa?" tanya Pierre.


Madeline menggelengkan kepala,"Tidak, lanjutkan jika memang itu penting."


Madeline mencoba mengerti Pierre, Madeline merasa kesibukan Pierre semakin bertambah. Apalagi saat ini pria itu tengah menyiapkan sebuah pembahasan yang nantinya akan di presentasikan kepada Direktur Spencer.


"Apa masih lama? Aku harus segera ke rumah sakit?" tanya Pierre yang sepertinya tengah terburu-buru.


"Wait, aku sedang mencari tempat makan untukmu terlebih dahulu." Madeline sedang sibuk mencari tempat makan milik Pierre di segala penjuru dapur, padahal kemarin baru saja ia rapikan dan ia lupa menaruhnya.


Benar saja, tempat makan milik Pierre ada di kabinet atas rak piring. Madeline langsung menata semua makanan yang ia siapkan untuk Pierre, dengan penuh semangat Madeline menyusunnya hingga rapi.

__ADS_1


Lalu Madeline memasukkannya ke dalam tas bekal, wanita itu berjalan menghampiri Pierre yang masih setia dengan ponsel di genggamannya.


Saking fokusnya Pierre terhadap ponselnya, membuatnya tak sadar jika Madeline sedang menatapnya dengan penasaran.


"Pierre." Madeline menepuk bahu Pierre hingga pria itu itu berjengkit kaget.


"Ah, iya."


"Bekalmu sudah siap sejak tadi, tapi kau sibuk dengan ponselmu."


"Apa ponselmu jauh lebih menghiburmu daripada berbicara denganku?" pertanyaan Madeline mampu membuat Pierre mati kutu.


Pierre mulai menangkap sinyal bahwa Madeline sudah mulai mencurigai dirinya, dan itu bukanlah sesuatu yang baik dan akan berimbas pada hubungan dengan Madeline.


Madeline tak menjawab, namun jarinya menunjuk ke hadapan Pierre,"Itu."


Pierre langsung menyambar tas bekal itu dan segera memasukan ponsel miliknya ke dalam saku jas putih yang ia kenakan, berada di satu ruangan bersama Madeline membuatnya resah saat ini.


Berselingkuh memang jauh lebih menantang, buktinya itu harus ekstra hati-hati agar tidak membuat Madeline mengetahuinya.


"Aku berangkat dulu, mungkin aku akan pulang malam nanti."


Madeline hanya mengangguk, saat ini ia memang tidak satu shift kerja dengan Pierre. Pierre yang shift pagi, sedangkan dirinya shift malam.

__ADS_1


"Jangan lupa makan bekalmu agar tidak sakit nantinya." pesan Madeline saat Pierre mulai melangkahkan kakinya menjauh darinya.


Pierre hanya mengangguk sekilas, lalu dengan cepat ia meninggalkan apartment miliknya dan segera bergegas ke rumah sakit.


Sedangkan Madeline, wanita itu hanya menatap kepergian Pierre dengan tatapan nanar. Bagaimana tidak? Sudah satu bulan ini Pierre seperti menyembunyikan sesuatu padanya, dan tak hanya itu. Pria itu semakin banyak menghabiskan waktu di luar dari pada menghabiskan waktu bersamanya.


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku, Pierre." gumam Madeline.


Madeline Berusaha menepis itu semua, ia tak ingin segala pikiran buruk menguasai dirinya.


"Apa Pierre begitu terkekang karena aku terus mengaturnya?" pikir Madeline.


Ah! Tapi itu semua tidak mungkin, Pierre selalu menuruti ucapannya, hanya perlakuanku tidak sehangat saat kedua sepakat untuk menjalin hubungan baru.


***


Sedangkan Pierre, pria itu kini melajukan mobilnya ke sebuah perumahan yang letaknya tak jauh dari mansion keluarga Spencer.


Pria itu menunggu kedatangan seseorang yang telah sebulan ini menjalin hubungan dengannya secara diam-diam.


"Maaf membuatmu menunggu, Pierre." ucapnya dengan suara lembut.


"No problem, Yara. Bisa kita berangkat?" tanya Pierre. Keduanya berniat untuk sarapan pagi bersama di sebuah restoran yang ada di pinggir kota.

__ADS_1


Yara mengangguk,"Let's go!"


__ADS_2