My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 77 | memilih


__ADS_3

Tak ada alasan logis untuk membenarkan sebuah perselingkuhan, Pierre sendiri bingung harus mengatakan apalagi. Mau berbohong pun juga takkan bisa, mengingat Madeline bisa mencari tahu melalui Daddy Garry.


Melihat Madeline yang menitikkan air mata, membuat sudut hati Pierre begitu tersentil. Madeline memang jarang terlihat menangis, wanita itu selalu menunjukkan sisi ceria pada orang terdekatnya.


"Apa kau tuli, Pierre? Jawab pertanyaanku!" seru Madeline dengan suara keras.


"Aku masih mendengar dengan jelas, Madeline."


"Kurasa tanpa di beritahu kau sudah tahu alasan," imbuh Pierre. Pria itu mendaratkan bokongnya di sofa, berdiri membuat kakinya begitu pegal.


Jika Pierre sudah mengatakan seperti itu, Madeline sudah bisa menebak dengan pasti. Ia benar-benar di buat kecewa dengan Pierre karena perselingkuhan ini, kepercayaan Madeline kepada Pierre seakan luruh.


"Karena cinta, begitu maksudmu?" Madeline tersenyum miris.


Ya, miris! Karena bisa-bisanya berselingkuh karena masih memiliki perasaan dengan orang di masa lalu, lantas Madeline selama ini di anggap apa? Figuran, kah? Bayangan? Benar-benar di luar dugaan.


Pierre mengangguk mantap,"Benar, perasaanku masih terpaku padanya. Maka dari itu aku memilih jalan seperti ini. Kuharap kau mengerti posisiku, Madeline."


Semakin meradang saja Madeline mendengarnya,"Apa kau bilang? Mengerti posisimu? Lantas kau menganggap aku apa, huh! Aku istrimu, Pierre. Bukan pajanganmu,"


"Bisa-bisanya kau melakukan hal ini di saat kau sudah membuat kesepakatan untuk memulai hidup baru sebagai suami istri sungguhan. Kau telah menodai semuanya, Pierre! Semua salahmu!" Madeline tak bisa lagi menahan emosinya, semua ucapan yang terlontar dari bibirnya mampu menbuat Pierre menggelengkan kepala.


"Bukan seperti itu, Madeline. Beri aku waktu untuk mencerna semuanya! Aku menjalani hubungan ini untuk memastikan siapa yang ada di hati saat ini," Pierre kembali melontarkan alasan yang tak bisa di terima oleh logika.

__ADS_1


Coba di pikir. Jika memang Pierre melakukan itu untuk memastikan isi hatinya, kenapa harus dengan cara seperti itu. Apa tak ada cara lain?


"Alasan apalagi yang kau berikan padaku, Pierre. Semua sudah jelas, berhenti menyangkalnya, si**an!" Maki Madeline.


"Kau benar-benar sumber masalah, Pierre. Harusnya jika tak mampu menjalaninya, lebih baik tak usah membuat kesepakatan yang akan merugikan orang lain. Kau benar-benar egois, Pierre!" Madeline benar-benar kecewa kepada Pierre. Kecewa karena merasa tak di anggap dan tak di hargai posisinya sebagai istri.


Pierre hanya bisa menerima semua makian dari Madeline. Ia menyadari semua adalah salahnya, ia banyak menjanjikan hal kepada Madeline termasuk untuk saling mencintai.


Tapi nyatanya, Pierre tak mampu melakukan itu.


"Maafkan aku," ucapnya dengan penuh rasa bersalah.


Madeline tersenyum miring,"Kata maaf sudah tak berarti lagi bagiku, Pierre. Aku hanya manusia biasa!"


"Aku minta kau jawab jujur hal ini, Pierre."


"Tentang?"


"Tentang hubungan kita. Kemana arah hubungan kita selanjutnya, apa kau ingin seperti terus?" tanya Madeline.


Pierre kembali mengalami kebimbangan, jika di tanya hal itu tentu sulit bagi Pierre untuk memilih. Jika ia memilih Hubungan dengan Madeline, itu sama saja ia menyakiti Yara dengan keputusan yang di buatnya.


Tapi jika dirinya memilih Yara, itu artinya Pierre harus siap dengan sebuah kehilangan.

__ADS_1


Ya, Madeline adalah orang yang membenci sebuah pengkhianatan apalagi perselingkuhan. Tapi Pierre tak tahu akan hal itu, jadi ia memilih untuk menjawab dengan apa yang ia rasakan saat ini.


"Pernikahan kita tetap terjalin, hanya saja aku juga tak bisa memutuskan hubunganku dengan Yara," jawab Pierre dengan jujur.


Benarkan, jawaban yang di lontarkan Pierre benar-benar di luar dugaan.


"Kau harus memilih, Pierre! Pilih aku atau Yara." Madeline hanya manusia biasa, ia takkan sanggup untuk berbagi. Apalagi jika ini tentang apa yang ia miliki saat ini.


Pierre langsung menggeleng cepat, itu bukanlah sebuah pilihan. Namun jebakan!


"Aku tak bisa memilih, Madeline. Kalian bukan pilihan."


"Lantas, kau memintaku untuk menerima perselingkuhanmu, begitu?" Madeline sampai tertawa sumbang karena hal ini.


Pierre berusaha menggapai Madeline yang ada di hadapannya, namun wanita itu seakan enggan dan terkesan menjauh.


"Beri aku waktu Madeline, setelah ini aku akan memutuskan. Biarkan aku memastikan perasaanku," Pierre meminta kesepakatan dengan Madeline.


Madeline tak bisa lagi mempercayainya, ia tentu menolak ide g*la itu.


"Mau sampai kapan, huh? Aku juga membutuhkanmu, Pierre. Aku butuh perhatian serta kasih sayangmu, apa aku salah?"


"Tapi dengan teganya kau memberikan itu semua pada masa lalumu."

__ADS_1


"Sekarang kau harus Pilih, Pierre! Pilih aku atau Yara!" Desak Madeline.


__ADS_2