My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 47 | Mencecar Dokter Arsen


__ADS_3

Satu bulan terlalu berlalu sejak terakhir perdebatan Madeline dan Pierre. Keduanya kini lebih dekat dan sering kali menghabiskan waktu bersama setiap habis bekerja.


Seperti saat ini, Madeline telah menunggu Pierre selesai shift kerja. Wanita itu menunggu Pierre yang tengah berada di ruangan hematologi untuk menangani pasien yang mengalami hemofilia atau darah sukar membeku.


"Apa masih lama, sudah tiga puluh menit aku menunggunya," gerutu Madeline.


Madeline tak beranjak dari depan ruangan kerja Pierre, wanita itu begitu setia menunggu. Hingga datang Dokter Arsen yang mendekatinya.


"Madeline... Untuk apa kau kesini?" tanyanya. Pasalnya, baru kali ini ia melihat Madeline menunggu Pierre di depan ruangan pria itu. Biasanya ia langsung masuk ke dalam dan keluar dari ruangan dengan pamer kemesraan.


Madeline mendongak, menatap Dokter Arsen dengan heran. Biasanya pria itu selalu memanggilnya dengan embel-embel Dokter di depan namanya.


Dokter Arsen menyadari itupun langsung terkekeh,"Tak perlu kaget aku dan kau tidak sedang bertugas."jawabnya.


Madeline yang menyadarinya langsung menepuk jidat, menunggu Pierre yang tak kunjung kembali langsung membuatnya tak fokus. Sungguh! Ini sangat memalukan sekali.


"Sorry, aku sedang tak fokus." balasnya dengan jujur sambil mengusap tengkuk lehernya.


Dokter Arsen mengangguk,"No problem! Apa kau sedang menunggu Dokter Pierre, Madeline?" tanya Dokter Arsen.


Madeline mengangguk,"Iya, aku sedang menunggunya. Apa kau melihatnya, Arsen?"


Dokter Arsen tersentak, pria itu seperti orang terkejut.

__ADS_1


"Apa kau melihat Pierre, Arsen?" ulang Madeline.


Dokter Arsen mengangguk, pria itu tak bisa berbohong jika sedang berhadapan dengan Madeline. Bukan tanpa sebab, karena Madeline juga dirinya bisa menjadi tim inti di departemen onkologi. Dokter Madeline juga yang membuat namanya melambung tinggi karena keberhasilan yang ia capai.


"Aku melihat, tadi Dokter Pierre berada di ruangan pasien." jawabnya dengan jujur.


Ruangan pasien? Untuk apa? Bukankah saat ini Pierre berada di ruang penanganan.


"Ruang pasien? Apa dia sedang menangani pasien?" tanya Madeline dengan penasaran.


Dokter Arsen menggelengkan kepala,"Apa kau tidak tahu, Madeline?" tanya Dokter Arsen dengan hati-hati.


Kini giliran Madeline yang menatap Dokter Arsen dengan rasa penasaran.


Dokter Arsen tak yakin untuk mengungkapkan hal ini, dirinya tak bisa membayangkan jika memberitahu yang sebenarnya pada Madeline. Pasti akan memicu perdebatan nantinya.


"Ah tidak! Bukan apa-apa." jawabnya dengan segera.


Madeline tentu tak percaya begitu saja, wanita itu terus mendesak Dokter Arsen hingga membuatnya mau membuka suara.


"Apa ada yang kau rahasiakan padaku, Dokter Arsen?" tanyanya dengan nada penuh intimidasi.


Dokter Arsen menggeleng cepat, matanya tak mampu bersitatap dengan Madeline yang seakan ingin menguliti dirinya dengan mata tajamnya. Ah! Dirinya menyesal memancing pembicaraan dengan Madeline.

__ADS_1


Pria itu tahu seluk-beluk keluarga Madeline. Di tambah para sepupunya yang hebat, mencari informasi bukan hal yang sulit bagi keluarga Madeline.


"Apa kau yakin tidak menutupi apapun dariku, Dokter arsen?"


"Jika aku tahu kau berbohong, pasti kau tahu konsekuensinya, bukan?" Madeline terus mengintimidasi Dokter Arsen hingga membuat pria itu terpojokkan.


Madeline yang melihat Dokter Arsen tak bersuara langsung melayangkan ancaman.


"Baiklah, aku akan mencari tahu sendiri." putus Madeline.


Mendengar ucapan Madeline, membuat Dokter Arsen mau tak mau membuka suara.


"Baiklah, aku akan memberitahu padamu. Tapi berjanjilah satu hal padaku." pintanya.


"Apa?"


"Berjanjilah untuk tidak mengatakan jika kau mengetahui ini semua dariku,"


Madeline mengangguk,"Katakan."


Dokter Arsen menghirup oksigen ke paru-paru dengan rakus, lalu menghembuskan napas dengan perlahan dan setelah di rasa ia siap, Dokter Arsen pun mengatakan.


"Dokter Pierre sedang berada di ruangan Yara, wanita itu mengalami keguguran." ungkapnya tanpa melihat raut wajah Madeline yang terlihat berubah.

__ADS_1


__ADS_2