My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 78 | Keceplosan


__ADS_3

Pierre berada di pilihan sulit saat ini. Jika Pierre bisa egois, ia ingin memilih keduanya. Namun semua kembali lagi pada Madeline. Wanita yang menjadi istrinya hanya ingin menjadi satu-satunya bukan salah satunya.


"Bisa kita bahas ini lain kali, tubuhku merasa lelah." Pierre memilih untuk mengakhiri pembicaraan ini sebelum akhirnya ia kelepasan bicara.


Madeline tetap pada keputusannya, ia menghadang Pierre yang akan memasuki kamar.


"Aku butuh jawaban jujur darimu, Pierre. Jangan berusaha menghindari pembicaraan ini," ucap Madeline.


Tak enak berada di posisi Madeline, ia seakan mengemis sebuah kepastian dan posisi sebagai istri kepada suaminya sendiri. Menyaksikan perselingkuhan suaminya di depan mata sudah cukup membuatnya terpukul, Madeline ingin hari ini semuanya terang benderang agar ia bisa mengambil keputusan untuk kehidupan di masa mendatang.


"Jika kau berpikir untuk menyudahi pembicaraan adalah jalan terbaik dalam hal ini, kau salah, Pierre. Sampai kapanpun aku takkan berhenti sebelum memberikan jawaban yang jujur,"


Pierre sampai menghela nafas dengan panjang, Ia benar-benar tak bisa memberikan jawaban dengan pasti. Hatinya tengah bimbang, apakah Madeline tidak tahu akan hal itu? Sungguh, ini benar-benar membuatnya tertekan.

__ADS_1


"Berhenti menekanku, Madeline! Aku benar-benar lelah hari ini, jangan membuatku melakukan hal yang tak terduga nantinya." Ancam Pierre.


Namun Madeline bukanlah wanita lemah yang di ancam sedikit saja langsung menciut nyalinya. Ia justru balik memantang suaminya, Belajar dari kejadian yang membuatnya harus menikah dengan Pierre, Madeline terus belajar agar menjadi kuat.


"Kau ingin apa? Memukulku? Atau membuat tuduhan tak berdasar seperti yang kau lakukan padaku demi menyelamatkan harga dirimu?" Tantang Madeline dengan berani.


Pierre sampai mengepal kedua tangannya, ia tak ingin lepas kontrol yang nantinya akan membuat Madeline tersakiti karena perbuatannya.


"Lelaki sejati takkan pernah menyakiti wanita, Pierre. Karena pria sejati tahu siapa yang paling berjasa dalam hidupnya," tekan Madeline menatap nyalang ke arah Pierre.


Pierre sudah tak bisa lagi mengontrol diri hingga tak sadar ucapannya kali ini mampu membungkam Madeline.


"Pantas saja tak pernah ada satupun pria yang mendekatimu, kau benar-benar wanita tak beretika, Madeline. Menyesal aku berhubungan denganmu meski terpaksa sekalipun."

__ADS_1


"Keputusanku berselingkuh dengan Yara sepertinya adalah jalan terbaik daripada harus membuka lembaran baru bersamamu,"


"Yara bahkan tak pernah sekalipun berbicara dengan lancang tentangku," Tanpa sadar ucapan Pierre kali ini benar-benar melukai Madeline.


Madeline yang mendengarnya pun langsung merasa dunia tak ada di pihaknya kali ini, takdir begitu kejam hingga membuatnya harus mencintai Pierre yang nyatanya tak ingin kehadirannya.


Ia seakan tak mampu lagi menopang bobot tubuhnya yang sudah tak mampu lagi berdiri, hingga ia bertumpu pada tembok yang berada tak jauh dari tempatnya saat ini berdebat dengan Pierre.


"Kau menyamakan aku dengan Yara? Kau membandingkan aku dengan wanita penggoda itu? Gil*! Ini benar-benar gila!" Madeline sampai tak menyangka akan hal itu.


"Dari jawaban yang kau berikan sudah membuatku yakin siapa yang kau pilih saat ini, Pierre. Terima kasih atas jawaban yang kau berikan, semoga kau selalu bahagia dengan istri pamanmu itu." ucap Madeline dengan panjang lebar.


Ya, pada akhirnya Madeline akan mengambil sebuah keputusan besar yang akan mengubah hidupnya untuk kedepannya kelak. Madeline takkan sanggup jika harus terus menerus seperti ini, apalagi di bandingkan seperti ini.

__ADS_1


"Terima kasih atas jawaban memuaskan yang kau berikan, Pierre. Aku benar-benar kecewa padamu!" Madeline memilih berlalu meninggalkan Pierre yang bungkam.


Hingga Madeline pun tak terlihat karena sudah memasuki kamar,"****! Bisa bisanya aku keceplosan seperi ini," maki Pierre.


__ADS_2