
Bagaimana Madeline tidak terkejut dan kecewa secara bersamaan, jika apa yang dilakukan oleh Pierre adalah kesalahan yang fatal.
Tapi biarlah, akan ada balasan dari setiap yang Pierre lakukan pada Madeline. Hukum karma takkan salah alamat.
Madeline menaiki lift untuk sampai ke ruangan Tuan Spencer. Ia terus berjalan hingga berada di depan ruangan Tuan Spencer.
Jika biasanya Madeline menghadap ke ruangan Tuan Spencer karena masalah pekerjaan, sekarang lain, ia disini berdiri sebagai menantu dari keluarga Spencer.
Madeline begitu senang dengan keluarga Spencer yang selalu hangat dan baik kepadanya. Hanya saja tidak dengan Pierre, pria itu selalu semena-mena dan tak pernah menghargai Madeline.
Yang Madeline rasakan saat ini tak jauh berbeda dengan apa yang ia rasakan saat tadi berada di pengadilan saat mengajukan gugatan.
Baru saja Madeline ingin membuka pintu ruangan, tiba-tiba saja tuan Spencer sudah ada di hadapan Madeline.
"Madeline."
"Apa yang membawamu kesini? Apa yang terjadi padamu hingga mengajukan cuti secara dadakan?" Tuan Spencer mencecar Madeline dengan berbagai pertanyaan.
Madeline hanya merespon dengan seulas senyum, meski ia terselip rasa kecewa pada tuan Spencer. Namun memperlakukannya dengan tidak baik bukanlah pilihan baik, dan ia tak ingin lakukan hal itu.
__ADS_1
Sebenarnya, saat tuan Spencer menanyakan tentang pengkhianatan pada Madeline waktu keduanya berbicara di taman. Pada saat itu juga Madeline sudah menaruh curiga, tapi ia tetap menahan diri untuk tidak mendesak tuan Spencer.
Dan sekarang adalah waktunya, Madeline akan menanyakan hal itu.
"Apa kau sedang sibuk, Dad?" tanya Madeline dengan suara yang ia buat setenang mungkin, ia sedang berusaha menguasai diri agar tidak di kuasai dengan emosi.
Tuan Spencer menggelengkan kepala,"Tidak! Aku hanya sedang mencari office boy yang sering membawakan kopi untukku."
"Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan, nak?" tanya Tuan Spencer sambil menatap Madeline yang mengenakan kacamata hitam.
Madeline mengangguk,"Sangat penting! Ini berhubungan dengan Pierre." jawab Madeline.
Madeline duduk di hadapan tuan Spencer yang saat ini sedang menghubungi bagian pantry untuk membawakan minuman dan makanan kecil untuk dirinya dan juga menantunya itu.
"Bisa kau bicarakan sekarang, nak?" Di sisi lain tuan Spencer sedikit khawatir, hanya saja rasa penasaran memenuhi kepalanya.
Madeline menatap tuan Spencer, ia membuka kacamata hitam yang di pakainya itu. Lalu mengulas senyum.
"Tak banyak, Dad. Aku hanya langsung pada intinya saja."
__ADS_1
"Dan disini, aku meminta kejujuranmu untuk menjawab semua pertanyaanku." Imbuh Madeline.
Firasat tuan Spencer kali ini benar-benar tak enak, tapi sebisa mungkin ia menepis pikiran buruk itu.
"Tentang?" tanya Tuan Spencer.
"Tentang pengkhianatan yang pernah kau tanyakan padaku, apa saat itu kau sedang berusaha menutupi kebusukan putramu?" Madeline tak bisa lagi untuk bersikap tenang untuk saat ini, ia akan terus mencecar Tuan Spencer sampai pria itu menjawabnya dengan jujur.
Tuan Spencer tentu terkejut mendengar, apa itu artinya Madeline tahu jika Pierre berselingkuh dengan Yara? Ah! Membayangkan itu semua sudah membuat tuan Spencer mendadak sakit kepala. Itu artinya, rumah tangga putranya berada di ujung tanduk.
"Aku harap kau tak menyangkal itu semua, Dad. Apalagi menutupinya, karena aku sudah memiliki bukti atas tuduhan ini." Madeline kembali menekankan kepada Tuan Spencer. Ia meminta kejujuran pria paruh baya itu.
Tuan Spencer seperti berada di posisi yang terdesak, hingga membuat dirinya tak bisa lagi menyangkal semuanya. Apalagi Madeline mengatakan jika ia memiliki bukti atas semua tuduhan yang di layangkan itu.
"Maafkan aku yang tak mengatakan hal ini dari awal padamu, nak. Tapi sungguh! Aku tidak sama sekali mendukung hal ini, aku bahkan mengancamnya dengan tidak memberikan kedudukan sebagai direktur kepadanya karena hal ini." Jelas Tuan Spencer.
Madeline tak tahu harus berbuat apa. Apakah disini hanya dirinya yang merasa di pecundangi oleh Pierre? Hanya dirinya saja yang tak tau, sementara beberapa orang berusaha menutup hal ini?
"Langsung pada intinya saja, Dad. Apakah Pierre benar menjalin hubungan dengan Yara?" Madeline benci dengan segala penjelasan. Menurutnya perselingkuhan adalah hal yang salah dan tak bisa di benarkan apapun alasannya.
__ADS_1