My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 60 | Ajakan Yara


__ADS_3

Pierre sampai menghela napas dengan panjang. Dirinya sangat ingin menyerah dengan semua ini, Yara seakan tak kenal lelah untuk terus mengejarnya.


"Bukankah berkali-kali aku bilang padamu, huh? Aku sudah memiliki istri, kita sudah memiliki pasangan masing-masing. Berhentilah membahas masa lalu." pinta Pierre tanpa menoleh sedikit pun.


Yara hanya menggelengkan kepala, restoran kali ini seperti tempat drama sepasang kekasih yang tengah berdebat.


"Tapi yang aku inginkan hanya kau, Pierre! Apakah kau tak bisa melihat itu?" tanya Yara yang berjalan mendekati Pierre.


Jangankan melihat, mendengar suaranya saja sudah membuat dirinya tak karuan saat ini. Sial! kenapa Yara begitu mendominasi dirinya, membuat Pierre tak mampu membalas itu semua.


"Tatap aku, Pierre!" pinta Yara sambil mengangkat wajah pria itu agar bersitatap langsung.


Keduanya kini bersitatap, hingga Yara kembali melanjutkan kata-katanya,"Tatap aku dan katakan bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi, Pierre." Pinta Yara.


Tenggorokan Pierre langsung tercekat saat itu juga, ini benar-benar sebuah pilihan sulit dan ia tak mampu mengungkapkan hal itu.


"Kenapa kau menunduk? Ayo lakukan itu, agar aku semakin yakin bahwa kau sudah tak memiliki perasaan denganku." desak Yara.


Pierre hanya membatu, pria itu benar-benar tak bisa melakukan apa yang di minta mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang aku bisa menyimpulkan jika kau masih memiliki perasaan denganku." putus Yara dengan sepihak.


"Bu-bukan seperti itu, Yara." Pierre menyangkal itu semua meski benar adanya. Ia harus memikirkan perasaan istrinya, tak bisa seperti ini.


"Lantas seperti apa? Bisakah mengatakan apa yang aku minta?"


Tidak! Ia tak sanggup, Pierre menyalahkan dirinya yang tak bisa ambil keputusan akan hal ini. Meskipun ia masih memiliki perasaan dengan Yara, namun wanita itu hanyalah masa lalunya.


"Berhenti untuk terus mencecarku, Yara! Ya, aku akuin sampai saat ini aku masih memiliki perasaan denganmu. Tapi bukan berarti kita bisa menjalin hubungan kembali, tidak! Tidak seperti itu. Aku sudah memiliki istri dan kau telah memiliki suami."


Mendengar ucapan Pierre membuat Yara begitu senang," itu artinya kau tak memiliki perasaan dengan Madeline."


Pierre menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan jalan pikir wanita itu. Jika kebanyakan wanita bercerai akan bersedih, namun berbeda dengan Yara. Wanita itu begitu senang, seakan terlepas dari belenggu yang terus mengikatnya.


"Tetap saja tak bisa, aku memiliki istri. Aku memiliki Madeline." serunya lagi.


"Tapi kau tak mencintainya, Pierre. Untuk apa kau paksakan." Yara terus mempengaruhi Pierre agar kembali menjalin hubungan dengannya.


Pierre memang tidak mencintai Madeline saat ini, namun melihat Madeline beberapa hari terakhir ini serta berbagai perhatian yang di berikan wanita itu kepada Pierre membuatnya menimbang untuk membuka hati.

__ADS_1


Ia pantas di bilang jahat, dirinya sendiri yang meminta Madeline untuk menjalin hubungan dengannya. Namun ia sendiri sampai saat ini masih belum mampu meyakinkan dirinya jika bisa mencintai Madeline.


"Aku sedang mencobanya, bukan berarti tidak." jawabnya dengan singkat.


Yara seakan tak kehabisan akal, wanita itu terus membujuk mantan kekasihnya.


"Apa kau tak bisa memberikan satu kesempatan untukku, Pierre?" tanyanya sambil memasang ekspresi memelas.


Sumpah! Pierre tak mampu menahan diri untuk tidak menatap wajah Yara. Yara sampai saat ini seakan masih menjadi pusat perhatiannya dan membuat dirinya tak mampu berpaling hingga sulit membuka hati untuk Madeline.


"Apa yang kau inginkan dariku, Yara?" tanya Pierre. Agar pembicaraan kali ini segera usai, Pierre meminta Yara untuk menyampaikan apa yang di inginkan wanita itu.


Seulas senyum terbit dari wajah Yara,"Tak sulit, kau pasti mampu mengabulkan permintaanku ini." ucapnya.


"Apa?"


"Mari kita kembali berhubungan tanpa sepengetahuan dari istrimu itu." ajakan Yara mampu membuat Pierre membelalakkan matanya


"Maksudmu?" tanya Pierre dengan terkejut.

__ADS_1


"Mari kita berselingkuh,"


__ADS_2