My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 9 | Jawaban Madeline


__ADS_3

Tuan Spencer menjelaskan dengan begitu detail kejadian yang sore tadi terjadi di gudang. Begitupun dengan para saksi yang ada disana, semua yang ada di ruang tengah menjadi pendengar. Tanpa suara atau pun sahutan.


Sedangkan Madeline, wanita itu hanya menundukkan kepala. Bukan takut, hanya saja ia khawatir keluarganya akan mengambil keputusan yang nantinya akan berpihak pada keluarga Spencer.


Tuan Betrand serta Daddy Garry yang mendengarnya pun cukup terkejut. Netranya terus menatap ke arah Madeline.


"Apa benar dengan apa yang di katakan tuan Spencer, Maddy?" tanya tuan Betrand.


Madeline hanya terdiam. Posisinya begitu terpojokkan saat ini, ia tak bisa menyanggah atau melakukan pembelaan karena tak memiliki bukti yang bisa menguatkan dugaan itu. Meski semua itu tidak benar adanya.


Daddy Garry yang melihat putrinya tanpa suara pun langsung bisa menyimpulkan, bahwa penjelasan yang di berikan oleh tuan Spencer benar adanya.


"Lalu apa yang kalian inginkan?" kini Tuan Betrand yang buka suara.


"Karena kejadian tadi, membuat rumor kedekatan Pierre dan Madeline semakin berhembus kencang. Dan hal ini tentu akan berimbas dengan nama baik rumah sakit dan juga nama baik Dokter Madeline sebagai dokter paling kompeten di bidangnya." jelas tuan Spencer.


Semua anggota keluarga tampak terdiam, begitupun dengan Madeline. Bohong jika ia tidak memikirkan karir yang sudah ia rintis sejak awal, bohong jika dirinya tidak merasa khawatir akan keputusan yang di berikan oleh Daddy-nya saat ini. Ia hanya pasrah, di tambah dengan Pierre yang seakan membenarkan opini tuan Spencer.

__ADS_1


"Maka dari itu, saya berniat untuk menikahkan putra saya dan Madeline," jelas Tuan Spencer.


Madeline langsung menggelengkan kepala,"Apa aku punya pilihan lain, selain menikah?" tanyanya.


Pierre langsung angkat suara,"Sayangnya tidak, kau tahu bukan? Semua orang mengenalmu sebagai selingkuhanku." ucap Pierre dengan seringai tipisnya.


Madeline sampai mengepal kedua tangannya hingga berubah menjadi merah, menahan emosi. Karena pernyataan palsu dari Pierre, membuat orang menilai dirinya sebagai selingkuhan dari pria itu.


"Kau benar-benar di luar dugaan, Pierre," geram Madeline.


"Berhenti berdebat! Kita harus segera ambil keputusan," ucap Tuan Betrand dengan tegas.


Jika sudah Tuan Betrand yang angkat suara, tak adalagi sahutan dari yang lain nya. Begitupun dengan keluarga inti dari keluarga Eduardo.


Tuan Betrand sedang berbincang sambil berbisik dengan Daddy Garry mengenai keputusan yang akan di ambil. Baginya, Madeline sudah seperti putrinya sendiri. Ia menyayanginya seperti menyayangi Raiden dan Saviero.


"Baiklah, tuan Spencer. Sesuai yang sudah di sepakati. Kami tidak bisa mengambil keputusan dengan sepihak. Sebab, pernikahan bukanlah sebuah hubungan biasa. Namun bersifat mengikat."

__ADS_1


"Kita menyerahkan semua keputusan ini pada Madeline," putus Daddy Garry sambil menatap putrinya.


Madeline langsung gugup, ia menatap sekeliling hingga netranya kini bersitatap dengan Pierre yang menatapnya dengan penuh intimidasi.


Gesture tubuh Pierre memberi tanda untuk Madeline menyetujuinya, namun berbeda dengan kemauan Madeline yang justru berkata berlawanan.


"A-aku...," ucap Pierre dengan terbata-bata.


Melihat hal itu, membuat Daddy Garry merangkul putrinya. Ia tahu ini adalah pilihan sulit, dan dia takkan memberatkan putrinya untuk mengambil keputusan ini.


"Katakan seperti apa maumu, jika pada nantinya kau memiliki keputusan sendiri. Kami akan menerima itu," ucapnya sambil menepuk bahu Madeline.


Madeline menghirup oksigen sebanyak mungkin, lalu menghembuskan dengan perlahan.


"A-aku menyetujui keputusan yang tuan Spencer buat Dad," putus Madeline.


Ya, pada akhirnya hanya jawaban itu yang bisa Madeline katakan.

__ADS_1


__ADS_2