My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 76 | Pertengkaran


__ADS_3

Pierre benar-benar tak bisa berkata-kata lagi saat Madeline melempar semua bukti perselingkuhannya dengan Yara. Mulai dari di taman, sampai di cafe sebrang rumah sakit.


Ketakutan yang Pierre rasakan seakan menjelma menjadi nyata saat ini.


"Kau dapat darimana semua ini, ini semua hanya rekayasa, Madeline. Jangan percaya!" Pierre terus menyangkal semua itu, meyakinkan pada Madeline bahwa semua itu tak benar adanya.


Sungguh, Madeline melihat hal ini sangatlah kecewa. Tak pernah terbayang dalam pikirannya jika Pierre tega melakukan hal ini padanya, tapi nyatanya. Pria itu telah membuktikan sendiri bahwa ia tak jauh berbeda dengan lelaki di luar sana.


Bisa di katakan Pierre satu spesies dengan mantan suami sahabatnya.


"Kau masih menyangkal semua bukti ini, Pierre?" tanya Madeline yang tak percaya.


Pierre mengangguk,"Tentu aku harus menyangkalnya, karena sumber informasinya saja tak jelas asal usulnya." ucapnya dengan yakin.


"Kau mempertanyakan asal usul foto ini? Apa kau ingin tahu?" tanya Madeline.


"Beritahu padaku, aku akan memberinya pelajaran untuk tidak mengusik rumah tanggaku dengan rumor murahan ini," tantang Pierre dengan sedikit keberanian yang ia miliki. Ia ingin membuktikan bahwa semua itu tak benar adanya. Tanpa ia ketahui jika sumbernya adalah Madeline sendiri.


Senyum tipis terkesan mengejek pun tercetak jelas di wajah Madeline,"Bagaimana jika aku katakan bahwa akulah orang pertama yang mengetahui foto itu dan aku sendirilah yang mengambil gambar itu."

__ADS_1


Mendengar fakta yang diucapkan oleh madeline membuat Pierre langsung kesulitan bernapas, tenggorokannya tercekat hingga tak mampu bersuara.


Tubuh tinggi tegapnya luruh di atas sofa, ia tak menyangka jika Madeline sudah mengetahui apa yang ia tutupi selama ini.


Benar kata orang Sedalam Apapun Bangkai Dikubur, Baunya Tetap Tercium Juga. Se-rapat apapun Pierre menutup perselingkuhan dengan Yara, pada akhirnya akan ketahuan juga.


"Ka... Kau sudah tahu?" tanyanya tanpa menutupi keterkejutannya kali ini.


Madeline mengangguk,"Ya, aku mengetahui semuanya. Mulai dari pertemuanmu dengan Yara di cafe sebrang rumah sakit, di taman pusat kota dan terakhir kali di supermarket siang tadi."


"Kenapa? Terkejut?"


Pierre menggelengkan kepala,"Aku bisa menjelaskan semua ini, Madeline. Dengarkan aku...,"


Sebenarnya bagi Madeline tak masalah, hanya saja tak etis jika seorang istri di abaikan dan lebih memilih memperhatikan wanita lain. Apalagi wanita itu memiliki kedekatan khusus di masa lalu.


"Apa yang mau kau sangkal lagi, Pierre? Aku menyaksikan semuanya sendiri. Aku awalnya tak percaya, tapi semakin lama kecurigaanku semakin menguat. Apalagi akhir-akhir ini kau sering membuang bekal yang aku buang ke tempat sampah, bukan?" ucap Madeline. Ia benar-benar tak merasa di hargai. Ia merelakan waktunya hanya demi menyiapkan Pierre sarapan dan bekal.


Namun balasan yang ia dapatkan sungguh menyakitkan.

__ADS_1


"Ingat Pierre, tamu takkan masuk jika tuan rumah tidak membukakan pintu," tekan Madeline.


"Kau mengajakku untuk membuat kesepakatan, menjalani hidup baru layaknya suami istri sungguhan. Namun kau sendiri yang melanggar semua itu, apa itu bisa di bilang kesepakatan?" Madeline meluapkan semuanya, tak peduli jika malam ini akan terjadi perdebat hebat. Ini harus di selesaikan.


"Kau benar-benar pria br*ngsek, Pierre. Kau menarikku masuk ke dalam rencanamu. Namun kau dengan tega menjadikan aku korban dari semua ini."


"Apa salahku padamu, Pierre! Apa!" Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya luruh juga bersama dengan rasa kecewa Madeline pada Pierre. Sakit! Itu yang Madeline rasakan.


Kenapa di saat dirinya sudah mulai membuka hati dan belajar mencintai suaminya, justru suaminya bermain api.


Pierre mendengar segala ucapan Madeline merasa bersalah. Dari awal, semua memang salahnya. Membawa Madeline ke dalam rencananya serta membuat wanita itu seperti tak di hargai keberadaannya.


"Kau tak salah, Madeline. Aku yang bersalah dalam hal ini. Maafkan aku," ucapnya sambil menghapus air mata Madeline.


Madeline langsung menepis kasar tangan Pierre,"Menjauh dariku, aku benci pria seperti sepertimu."


Madeline mengusap air matanya lalu berjalan mendekati Pierre, hingga suara tamparan keras pun terdengar dan mendarat di pipi Pierre.


Plak!

__ADS_1


"Ternyata pria sepertimu bisa berselingkuh juga, hebat juga! Kau layak dapat piala Oscar setelah ini, Pierre." Madeline tepuk tangan di hadapan Pierre.


"Beri aku satu alasan kenapa kau tega melakukan ini semua padaku?"


__ADS_2