My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 58 | Mengerjai Madeline lagi


__ADS_3

Bunyi alarm di kamar Pierre cukup membuat tidur Madeline terganggu hingga membuat wanita itu menutup telinganya dengan boneka yang ia peluk.


"Berisik sekali! Baru saja aku tertidur." Madeline menggerutu kesal karena bunyi alarm mengganggu tidur nyenyak.


Sedangkan Pierre, pria itu sejak tadi sudah terbangun karena tidur Madeline yang tak beraturan. Badannya terasa sakit saat ini, hingga membuatnya berpikir harus melakukan refleksi.


"Kau ini wanita, tapi tidurnya seperti pria saja." gerutu Pierre dengan kesal.


kedua bola mata Pierre melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul tujuh pagi, itu artinya Madeline harus segera bersiap karena wanita itu memiliki jadwal operasi di pagi hari.


"Madeline... Hei bangun...," Pierre terus mengguncang tubuh Madeline agar segera terbangun, mengingat wanita itu memiliki jadwal penting.


Madeline tidak juga terbangun hingga Pierre kehabisan cara. Tak bisa lagi membendung rasa sabar, membuat pria itu langsung melakukan sesuatu yang bisa ia pastikan bisa membuat Madeline terbangun.


"Madeline... Kebakaran...," Pierre berteriak tepat di telinga Madeline.


Benar saja, cara yang ia pakai mampu membuat Madeline tersadar dan berlari keluar kamar karena panik.


"Kebakaran... Kebakaran...." ucap Madeline dengan panik, wanita itu keluar dari kamar sambil menarik tangan Pierre yang masih berdiri.


"Ayo Pierre, kita harus segera selamatkan diri." ujar Madeline yang terus menarik tangan Pierre.

__ADS_1


Pierre tidak sama sekali bergerak, bahkan dari raut wajah pria itu seakan sedang menahan tawa saat ini. Betapa polosnya Madeline ini menurutnya.


Madeline melihat reaksi Pierre yang terlihat santai pun perlahan menatap sekeliling, tidak terjadi apapun. Tidak asap atau pun api disana.


Dirinya tentu heran akan hal itu, biasanya jika terjadi kebakaran pasti alarm darurat di apartment akan terus berbunyi, tapi ini tidak! Apa itu artinya dirinya sedang...


"Kau menipuku, Pierre...," Madeline yang kesal langsung menghadiahkan Pierre dengan boneka miliknya.


Pierre langsung berusaha berlari sambil menghindari madeline yang terus memukulnya dengan boneka.


"Pierre...," Teriak Madeline. Untungnya apartment milik Pierre kedap suara, bisa di pastikan suara teriakannya tak terdengar sampai luar.


"Kenapa kau mengerjaiku, huh? Kau tahu? Kau telah menganggu mimpi indah ku." tukas Madeline sambil melempar bonekanya ke sembarang arah dan bertolak pinggang.


"Aku tidak mengerjaimu, Madeline. Kau lihat kesana." tunjuk Pierre ke jam dinding.


"Sudah pukul tujuh lebih lima belas menit, bukankah hari ini kau ada jadwal operasi pagi?" Kini giliran Pierre yang mengingatkan Madeline.


Madeline melupakan hal penting itu hingga membuatnya membelalakkan matanya karena terkejut.


"Kau benar! Aku terlambat!" jerit Madeline sambil berjalan meninggalkan kamar Pierre.

__ADS_1


Mendengar suara Madeline yang begitu memekakkan telinga membuatnya langsung menutupnya dengan kedua tangannya.


"Suaranya bisik sekali, dia pikir hidup di hutan." gerutunya dengan kesal. Selain membuatnya kesal, wanita itu juga selalu membuat masalah dengannya.


Pierre memilih untuk segera bersiap, berhubung hari ini dirinya libur. Ia memutuskan untuk mengantarkan Madeline setelah itu barulah ia berkelana menikmati waktu liburnya. Kapan lagi ia bisa menikmati dunia luar tanpa beban pekerjaan?


Sementara Madeline, wanita itu mandi dengan sangat cepat. Mengingat ia sudah terlambat saat ini, ia merutuki dirinya yang masih sempat berdebat dengan Pierre di saat dirinya sedang ada jadwal operasi.


Setelah itu, barulah Madeline mengenakan pakaian kerja miliknya dan tak lupa jas putih yang selalu ia gunakan. Wanita itu berjalan dengan terburu-buru agar tidak ketinggalan. Mengingat dirinya adalah orang yang memimpin jalannya operasi hari ini. Tentu hal itu akan semakin rumit jika dirinya telat.


"Pierre... Maaf aku tak bisa membuatkanmu sarapan pagi. Aku sedang terburu-buru." pamit Madeline tanpa menoleh ke arah Pierre yang semakin mendekat ke arahnya.


"Mau kemana kau?" pertanyaan Pierre mampu membuat Madeline menghentikan langkahnya.


Madeline sedang malas berdebat, jadi ia hanya menjawabnya dengan sangat singkat.


"Bekerja." jawabnya yang mulai berjalan meninggalkan unit apartment.


"Biar aku antar agar kau tidak terlambat." ajak Pierre sambil menarik tangan Madeline untuk ikut bersamanya.


Pasangan suami-istri yang tampak harmonis itu langsung berjalan menuju blok parkiran tempat Pierre memarkirkan mobil.

__ADS_1


__ADS_2