My Innocent Doctor

My Innocent Doctor
MID 67 | Pierre yang Egois


__ADS_3

"Apa aku pernah mengajarimu menjadi pria br*ngsek selama ini, Pierre." ucapnya dengan berapi-api.


Pierre yang belum siap menerima pukulan dari tuan Spencer langsung terhuyung ke belakang.


"Jawab Daddy!" suruh Tuan Spencer.


Pierre berusaha bangkit, menyeka sudut bibirnya yang berdarah karena pukulan keras dari Daddy-nya. Sesekali ringisan kecil keluar dari Pierre.


"Apa maksudmu Dad? Aku sama sekali tidak mengerti." jawab Pierre.


"Rupanya kau sedang bersandiwara denganku, huh? Seperti yang di ajarkan Yara kepadamu."


Tuan Spencer mulai membawa-bawa nama Yara di pembicaraan keduanya,"Apa maksudmu, Dad?" tanya Pierre yang benar-benar tak mengerti arah pembicaraan kali ini, tanpa sebab Daddy-nya memukul dirinya dan membawa nama Yara.


Pierre langsung was-was akan hal itu, apa Daddy-nya tahu jika ia kembali menjalin hubungan dengan Yara. Tidak! Itu semua tidak mungkin, Daddy-nya bukanlah orang yang suka memata-matai dirinya sejak dulu, pikir Pierre yang begitu mengenal Daddy-nya.


"Baiklah, jika kau tak mengaku juga. Biar aku yang membuatmu mengakuinya."


"Apa maksudmu menjalin hubungan dengan Yara, huh? Apa kau tak sadar jika wanita adalah aunty-mu, huh?" Tuan Spencer melempar semua bukti yang ia dapatkan dari orang suruhannya, foto saat Yara memeluknya. Dan juga foto saat Pierre berada di taman bersama Yara.


Pierre mengambil satu persatu foto itu, ia langsung membelalakkan matanya. Terkejut sudah pasti, namun itu semua dari mana tuan Spencer dapatkan?


"Da-Darimana kau mendapatkan ini semua Dad?" tanya Pierre.

__ADS_1


"Tak perlu kau tanya aku mendapat itu semua dari mana, tinggal jawab saja pertanyaanku. Apa maksudmu menjalin hubungan dengan Yara, huh?" tanya Tuan Spencer dengan penuh desakan.


Jika sudah seperti ini untuk apa Pierre tutupi lagi, Tuan Spencer sudah mengetahuinya dan Pierre hanya perlu menutupi ini semua dari Madeline.


"Aku memang menjalin hubungan dengannya lagi Dad, apa itu salah?" tanya Pierre.


Tuan Spencer yang mendengarnya langsung menatap nyalang ke arah Pierre,"Coba kau pikir dengan otak cerdasmu itu, Pierre. Apa jika sudah menikah lalu menjalin hubungan dengan wanita lain adalah hal yang di benarkan?"


Pierre langsung terdiam, hal itu memang salah. Dan bisa di benarkan entah apapun alasannya.


"Memang salah, Dad. Hanya saja aku tak bisa membohongi diriku, hingga saat ini aku masih mencintainya." jawaban yang di berikan Pierre benar-benar membuat tuan Spencer tak habis pikir.


"Cinta? Yang benar saja, Lalu bagaimana dengan Madeline yang tak lain istrimu? Bagaimana perasaannya jika mengetahui semua ini?"


Pierre kini duduk di hadapan tuan Spencer, netranya bersitatap dengan pria yang begitu mirip dengannya itu.


"Pernikahan ini bukanlah sepenuhnya keinginanku, Dad. Aku menikahinya hanya untuk menyelamatkan harga diriku dari keluarga Ludwig." jawab Pierre dengan sadis.


"Aku juga sudah membuat beberapa kesepakatan dengan Madeline,"


"Jika pada akhirnya ini semua harus berakhir, ya sudah. Aku akan mengakhirinya." ucapnya dengan penuh keraguan.


Pierre mengatakan hal itu tidak sepenuhnya yakin, entah kenapa hatinya merasakan nyeri saat mengatakan hal itu.

__ADS_1


Tuan Spencer menggelengkan kepalanya,"Kau akan memilih Yara daripada Madeline, begitu?" tanyanya dengan wajah mengejek.


Pierre mengangguk,"Ya, jika Madeline memilih menceraikan aku karena hal ini."


Tuan Spencer yang mendengarnya sampai berdecak,"Entah apa yang kau lihat dari wanita itu, Pierre. Kuharap kau tak menyesali semua itu nantinya. Karena itu semua takkan berguna." peringatan pertama sudah di lontarkan oleh tuan Spencer.


"Ini adalah hidupku, Dad. Aku memiliki kebebasan termasuk memilih wanita mana yang aku inginkan." ucap Pierre.


"Ini memang hidupmu, namun karena keegoisanmu juga kau akan menanggung akibatnya nanti."


Tuan Spencer langsung bangkit dari duduknya dan berdiri membelakangi Pierre.


"Semoga saja Madeline mengetahui hubunganmu dan Yara, agar bisa segera menceraikan pria br**gsek sepertimu." Sungguh, tuan Spencer sangat sakit sekali melihat menantunya harus mengalami hal ini, ia tidak membenarkan segala perbuatan Pierre, ia membenci perbuatan putranya itu.


Pierre yang mendengarnya langsung meradang,"Jika Madeline mengetahui hal ini, kaulah orang pertama yang aku salah dalam hal ini, Dad."


"Karena kau orang pertama yang mengetahui hal ini." Pierre langsung berlalu meninggalkan ruangan tuan Spencer, suasana hatinya benar-benar tak baik saat ini. Ucapan tuan Spencer yang berharap pernikahan dengan Madeline akan segera berakhir mengusiknya saat ini. Hingga membuat Pierre lupa akan janjinya kepada Yara.


"Bukankah aku yang menginginkan perceraian ini terjadi sebelumnya, namun kenapa aku juga yang tak rela." Pierre ingat kesepakatan awal sebelum dirinya menikah dengan Madeline.


"Tapi aku memiliki kesepakatan untuk menjalin hubungan baru dengan Madeline, namun aku juga mengingkari itu semua dan menodainya dengan menjalin hubungan gelap dengan Yara." Pierre mendesah frustasi memikirkan masalah hidupnya yang tak menemukan jalan keluar.


"Ah, sudahlah aku jalanin saja. Hasil akhir gimana nantinya saja." Pierre yang benar-benar kalut memilih untuk menjalani ini semuanya dan melupakan semua janji yang ia sepakati dengan Madeline.

__ADS_1


Egois, bukan? Namun itulah Pierre Cardin Spencer.


__ADS_2