
Tuan Spencer sebenarnya sudah memprediksi hal ini, hanya saja mendengar langsung dari Madeline cukup membuatnya terkejut dan merasa tak menginginkan jika hal itu terjadi.
Jujur saja, terlepas dari Madeline yang merupakan anak terpandang di negara ini. Tuan Spencer sendiri sangat menyayangi menantunya itu layaknya putrinya sendiri, tapi lagi dan lagi ia harus merutuki kebodohan putranya karena perselingkuhan yang terjadi.
Tapi ia juga tak lupa, pria paruh baya itu juga turut menyalahkan diri sendiri dalam hal ini. Kenapa dirinya tak bisa tegas dan terkesan membiarkan hal ini.
"Apa tak bisa di bicarakan dengan baik-baik, nak? Semua pasti akan ada jalan keluarnya." Tuan Spencer mencoba membujuk Madeline agar tidak melakukan hal itu, ia ingin melihat putranya hidup bahagia bersama Madeline dan cucu-cucunya.
Madeline menggelengkan kepala, sebelum ia memilih jalan ini. Dirinya sudah memikirkan semuanya dengan matang, Madeline sendiri akan tahu imbas dari semua ini.
Tapi biarlah, setidaknya setelah ia tidak adalagi hubungan dengan keluarga Spencer terutama Pierre.
"Aku bisa memaafkan apapun kesalahan dalam rumah tangga kami, tapi tidak dengan kekerasan dan perselingkuhan." Tekan Madeline.
"Tetapi Pierre tidak melakukan kekerasan padamu, bukan?" tanya Tuan Spencer yang berusaha mencari celah untuk mempertahankan Madeline sebagai menantunya.
"Memang, hanya saja ia melakukan perselingkuhan dan itu sudah cukup menjadi noda dalam rumah tangga yang kami bangun." Balasan telak dari Madeline mampu membuat Spencer bungkam.
"Aku tahu kau berusaha mempertahankan rumah tanggaku dengan putramu. Dan aku sangat berterima kasih akan hal itu, tapi yang harus kau tahu...,"
__ADS_1
"Aku sudah berusaha membantunya untuk melupakan Yara, menjalankan tugasku sebagai istri yang baik untuknya dan belajar mencintainya. Tapi nyatanya, hanya luka dan kekecewaan yang Pierre berikan padaku. Pierre tidak bisa menghargaiku sebagai istri." Dengan suara tercekat Madeline mengatakan hal itu pada Tuan Spencer. Ia benar-benar ingin lepas dari ikatan pernikahan yang tak seharusnya terjadi.
Mendengar isi hati Madeline, membuat rasa bersalah Tuan Spencer begitu besar. Ternyata selama ini ia gagal mendidik putranya dalam beretika.
"Aku tak tahu sedalam apa kekecewaan yang kau rasakan karena perbuatan putraku, nak. Atas perbuatannya, aku sebagai orang tua Pierre meminta maaf akan hal itu."
Madeline mengangguk,"It's okey, I'm fine." jawab Madeline yang berusaha terlihat baik-baik saja.
Meski berat, Tuan Spencer pun menerima segala keputusan yang Madeline buat.
"Jika keputusan ini membuatmu bahagia. Lakukanlah, nak! Maafkan aku juga atas semua ini."
"Meskipun nantinya kau dan Pierre akan berpisah, aku akan selalu menjadi putriku, nak." ucap Tuan Spencer.
Madeline hanya mengangguk saja,"Terima kasih, Dad."
Setidaknya Madeline sudah mendapatkan izin dari Tuan Spencer selaku ayah mertuanya, dan sekarang ia hanya membutuhkan tanda tangan Pierre untuk melengkapi segala berkas yang akan ia berikan kepada pengadilan.
Setelah ini, Pierre bisa dengan bebas menjalani hubungan dengan Yara tanpa perlu menutupi semuanya. Begitupun dengan Madeline, ia bisa menjalani hidup seperti biasa meski harus merasakan sakit.
__ADS_1
"Boleh aku meminta satu hal, Dad?"
"Apa itu?"
"Bisakah setelah perceraian nanti, kau memberikan jabatan direktur untuk Pierre?" Pintanya dengan lancang. Ia tahu ini bukan ranahnya, tapi di sini ia berdiri sebagai Nyonya muda Spencer.
"Kenapa kau meminta hal itu nak?" Tanya Tuan Spencer.
"Aku hanya ingin Pierre mendapatkan apa yang menjadi haknya tanpa harus menjalankan syarat seperti yang kau minta, Dad."
"Aku yakin setelah bercerai dengannya, Pierre akan segera menikah dengan Yara dan kalian akan mendapatkan cucu darinya." Jelas Madeline.
"Bukankah Pierre adalah anak tunggal, artinya semua kedudukan itu nantinya hanya akan untuk Pierre?" Tanya Madeline.
Memang benar apa yang di ucapkan Madeline, hanya saja Tuan Spencer merasa enggan untuk menerima Yara sebagai menantunya. Ada perasaan janggal dan tak rela jika hal itu benar terjadi.
"Aku tak bisa menjanjikan hal itu, tapi aku akan coba lakukan karena ini permintaan terakhirmu sebagai menantu kami." Putus Tuan Spencer.
Madeline menggelengkan kepala,"Jangan lakukan ini demi aku, lakukan ini demi keturunan kalian."
__ADS_1
Tuan Spencer hanya mengangguk lesu,"Aku akan usahakan, nak."