My Rey

My Rey
Sidang Sam Denver


__ADS_3

Pengadilan kota New York hari ini menjadi ramai karena hadirnya orang-orang terkenal di gedung tempat pemutusan bersalah atau tidaknya seseorang.



Bagaimana pers tidak ramai ketika mengetahui korban tabrakan yang melibatkan Stanley Miller hingga meninggal adalah sopir dari Edward Blair, pengusaha dan mantan tangan kanan mafia klan Duncan McGregor. Selain itu terdapat nama Rhea Giandra seorang pianis yang sering melakukan pertunjukan di Broadway dan calon istri Duncan Blair, putra Edward Blair.


Sam Denver yang dituntut oleh Joseph Miller dibela oleh Stephen dan Neil Blair yang merupakan adik dan keponakan Edward Blair. Abi memutuskan datang ke New York bersama Duncan untuk mensupport Sam. Ghani dan Raymond pun hadir di sidang perdana.


Duncan merasa surprise ketika melihat Joshua dan Abian hadir disana. Kedua pria yang menjadi saudaranya, rela datang dari Tokyo dan Boston demi mendukung dirinya.


"Aku sudah menyerahkan semua bukti ke Oom Stephen" ucap Joshua.


"Miki nggak papa kamu kesini J?" tanya Duncan.


"Justru Miki yang minta aku temani kamu selama persidangan. Lagipula kita kan saudara D."


"Duncan!" panggil Neil yang langsung memeluk sepupunya. "Syukurlah Rhea sudah kembali ingatannya."


"Thanks Neil. Ohya kenalkan ini Joshua Akandra dan Abian..."


"Aku sudah mengenal mereka D" kekeh Neil.


Mereka berempat terkejut ketika melihat beberapa orang penting di dunia mafia New York datang ke gedung pengadilan dan tampak Edward tersenyum lalu menghampiri mereka. Para mafia itu memeluk Edward bagaikan teman lama.


"Whoah! Papamu memang ya D. Mengerikan!" bisik Neil.


"Duncan, sini Daddy perkenalkan sahabat-sahabat Daddy" panggil Edward dan Duncan pun menghampiri Daddynya.


"Gila nih Oom Edward. Ngajak perang duluan" kekeh Abian.


***


Kini di ruang sidang selain dipenuhi oleh para pengunjung, juga kapan lagi Keluarga terpandang mucul dalam satu frame.

__ADS_1



Joseph Miller melihat ke arah kiri tempat dia duduk dan betapa terkejutnya melihat Edward dan Duncan Blair disana bersama dengan para mafia terkenal di New York. Selain itu juga beberapa polisi NYPD pun hadir untuk memberikan support kepada Ghani. James Park dan Tyson Colton dijadwalkan akan menjadi saksi.


Stephen dan Neil Blair sudah berada di kursi untuk pembela bersama dengan Sam Denver yang datang dengan kursi roda yang didorong oleh Abian. Sam menoleh ke belakang dan melihat ada Edward dan Duncan Blair serta Abi dan Ghani Giandra. Hatinya menghangat melihat bagaimana para bossnya memberikan support yang tidak ternilai.


Sidang pun dibuka dan Hakim Rachel Woods yang akan menjadi pengadil untuk kasus ini.


Jaksa penuntut umum menyatakan bahwa Sam Denver lah yang bersalah karena melanggar lampu lalu lintas karena belum hijau sudah berjalan. Namun hal itu dibantah oleh James Park yang ditanyai sebagai saksi.


"Saya yang berada di tempat kejadian lima menit setelah kecelakaan itu terjadi" jawab James.


"Tapi tampak kan mobil Range Rover putih itu yang berjalan sebelum hijau?" bantah jaksa penuntut umum.


"Tidak. Mobil Range Rover putih itu berjalan sesuai dengan lampu rambu. Hijau dan mobil itu berjalan pelan. Jadi kesalahan ada pada Ferrari merah yang meluncur tanpa mengindahkan warna lampu lalulintas." tegas James.


Neil pun maju untuk memberikan bukti CCTV yang bewarna hasil penyelidikan Bram dan Bryan serta Abian.


"Mr Park, ini bukti CCTV dari berbagai angle dan bewarna. Apakah menurut anda sebagai petugas kepolisian yang berada di tempat kejadian perkara mobil Range Rover putih itu melanggar?"


Abi, Edward, Ghani dan Duncan saling menahan nafas melihat detik-detik mobil Rhea dihajar Ferrari merah itu.


"Baik. Terimakasih Mr Park. Kami tidak ada pertanyaan lagi" ucap pengacara tampan itu.


James Park pun turun lalu digantikan oleh Tyson Colton sebagai polisi lalulintas. Sama dengan jawaban James, Tyson tidak melihat adanya kesalahan pada Range Rover Rhea.


"Mr Sam Denver bahkan sempat berkata 'selamatkan nona saya, selamatkan nona saya'." Tyson mengusap air matanya. "Dan ternyata nona yang dimaksud adalah adik sahabat saya, Ghani Giandra seorang detektif NYPD."


Abi, Ghani dan Duncan yang mendengar kesaksian Tyson tidak dapat membendung air matanya teringat hari yang kelam bagi mereka semua. Edward menepuk tangan Duncan.


Joseph Miller terperangah dan melirik ke barisan sebelah kiri. Ternyata korban anaknya bukan hanya Sam Denver tetapi juga adik seorang polisi NYPD.


Usai kesaksian Tyson, Stephen Blair kemudian memanggil dokter Alexandra Cabbot, sebagai dokter forensik yang mengautopsi Stanley Miller.

__ADS_1


Abi dan Duncan langsung melirik ke Ghani yang langsung cemberut. Dokter berambut coklat itu pun duduk di kursi saksi mengenakan blazer putih dan kaus turtle neck.



'Dia cantik lho G' tulis Abi diatas sebuah kertas yang membuat Ghani mendelik ke arah Daddynya.


"Dokter Cabbot, bisa diceritakan hasil autopsi yang anda lakukan pada almarhum tuan Stanley Miller." Stephen menatap dokter cantik itu lalu melirik ke Ghani yang membuat pria itu semakin manyun.


"Pada hari Sabtu malam saya menerima sesosok jasad korban kecelakaan lalu lintas. Pria berusia 26 tahun dengan kondisi wajah rusak separuh, tulang leher patah dan juga di beberapa bagian tubuhnya. Hasil pemeriksaan luar, selain tulang leher patah, kedua kakinya pun patah di tiga bagian, bahu kiri lepas" papar Alexandra sembari melihat catatannya.


"Hasil autopsi menunjukkan tulang rusuk patah di empat tempat dan salah satunya menusuk jantung. Jadi meskipun tulang leher korban tidak patah, korban dipastikan meninggal juga karena jantungnya berhenti akibat tertusuk."


Stephen kemudian membuka catatannya. "Apakah kadar alkohol dalam darahnya cukup tinggi?"


"Hasil uji toksikologi, level alkohol di darah korban sangat tinggi hingga 0.2% yang menunjukkan tingkat alkohol dalam darah di mana seseorang tampak mabuk dan mungkin memiliki gangguan penglihatan yang parah. Dan saya bisa pastikan korban mengalami halusinasi khas orang mabuk. Setelah saya memeriksa lambung korban, hanya ada sedikit sandwich namun isi perut penuh dengan wiski, champagne dan bir. Di hidung korban pun terdapat jejak kokain."


"Anakku bukan pecandu!" teriak Joseph Miller.


"Tuan Miller! Harap tenang di ruang pengadilan!" tegur Hakim Rachel Woods. "Teruskan dokter Cabbot."


"Alkohol dan kokain lah yang membuat korban Mr Stanley Miller seharusnya tidak duduk di belakang kemudi karena efeknya akan fatal." Alexandra Cabbot menatap dingin ke arah Joseph Miller. "Anak anda adalah pecandu narkoba dan alkoholik. Hasil pemeriksaan saya bisa dipertanggungjawabkan, Mr. Miller."


Ghani terkesima dengan keberanian dokter cantik itu.


Dia keren sekali!


***


Yuhuuu Up sore Yaaaa


Thank you for reading and support


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2