My Rey

My Rey
Mulai Penyelidikan - Season 2


__ADS_3

Keesokan harinya, Kaia, Levi, dan Rhett sudah sampai ke Boston memakai jet pribadi Rhett. James dan Gary sudah standby di gudang tempat bangkai pesawat Gulfstream itu disimpan oleh Rhett untuk keperluan penyelidikan independen nya.


Ketiganya sampai di sebuah gudang besar bekas sebuah pabrik tidak terpakai. Rhett memencet passcode di pintu masuk dan ketiganya melihat bangkai pesawat itu.


Kaia harus menghela nafas panjang berulang kali karena membuatnya sedih. Rhett memeluk gadis itu. "Kalau kamu nggak sanggup, bisa dibatalkan."


Kaia menggeleng. "Semakin cepat semakin baik." Lalu gadis itu berjalan masuk. "Halo James" sapanya lalu menyapa Gary dan ketiganya langsung berdiskusi.


Levi yang berdiri di sebelah Rhett berbisik "Kaia bukan wanita kuat kalau berhubungan dengan kematian Opa Edward dan Oma Yuna. Tolong kamu dampingi Rhett."


Rhett menoleh ke Levi. "Kamu merestuiku, Vi?"


Levi hanya nyengir. "Aku sih mendukungmu, Rhett karena kamu pria baik dan gentle. Aku sendiri belum tentu bisa sepertimu."


"Apakah Kaia akan menerima ku Vi? Mengingat kedua orang tuaku yang mengajak kedua opa dan omanya Kaia."


Levi mengedikkan bahunya. "Hanya waktu yang bisa menjawabnya Rhett. Semoga aku dan Kaia bisa mengungkapkan misteri ini dan jika sudah terungkap, Kaia bisa lega."


Pria Asia tampan itu menatap Rhett. "Look Rhett, jika kamu memang mencintai Kai, kejar dia. Mungkin untuk saat ini hanya dendam dan sakit hati yang ada di pikiran dan hatinya tapi kamu bisa mengambil kesempatan disitu." Levi mengerling licik.


"Whoah Levi, sangat mengejutkan kamu bisa selicik itu?" kekeh Rhett.


"I learn from the best" cengir Levi.


"Who?"


"My Dad, Eiji Reeves."


***


Kaia menyelidiki mesin Gulfstream termasuk bagian kokpit pesawat dan rekaman black box asli beserta data komputer yang dikumpulkan oleh Gary.


"Apakah kamu mencurigai sesuatu Gary?" tanya Kaia.


"Mungkin agak tidak masuk akal Miss Blair tapi saya menduga bahwa pesawat Mr O'Grady dihack."


Kaia mengangguk. "Aku pun berpendapat seperti itu karena karena sekilas aku memeriksa mesin pesawat ini sangat prima dan impossible mengalami kerusakan yang tidak masuk akal."


"Tapi Miss Blair, jika harus menghack sebuah pesawat membutuhkan high performance computing dan listrik yang besar juga." James memberitahukan Kaia.



"Apakah keluarga O'Grady memiliki seperti itu?" tanya Kaia.


"Mr Rhett punya tapi hanya untuk pabrik dan perusahaan dirinya tapi tidak mungkin dia melakukan hal itu." Kaia melotot ke arah James yang malah menuduh bossnya secara tidak langsung.


"Kamu tampaknya sudah bosan hidup ya, James?" suara bariton Rhett membuat James pucat pasi.


"Nggak boss, saya masih mau hidup, belum nikah juga" cicit James yang membuat Kaia dan Gary tertawa.

__ADS_1


Levi langsung duduk di meja tempat laptop Gary berada dan dia membuka laptop nya lalu segera bekerja.


"Siapa selain dirimu yang punya HPC, Rhett?" tanya Kaia.


"Richard O'Grady."


***


Levi masih berkutat dengan data yang diberikan oleh Gary dan James.



"Woooiiii, Gary! Datamu benar ini?" tanya Levi tanpa mengalihkan pandangannya dari tiga laptop di hadapannya.


Gary menghampiri pria tampan itu. "Benar tuan, ini data yang saya ambil dari data komputer Gulfstream. Sudah hampir empat tahun ini saya mengutak-atik data ini dan hasilnya sama."


"Malfungsi sistem komputer kokpit." Levi memegang dagunya. "Bullsh*it ini datanya Gar!"


Rhett kemudian menghampiri keduanya. "Benarkah datanya bullsh*it Vi?" tanya Rhett sambil menatap laptop yang dijawab anggukan Levi.



"Itulah tuan. Saya butuh orang luar yang memiliki fresh eyes dan brain. Saya sudah sampaikan ke Mr O'Grady kalau data ini sudah dimanipulasi hanya saja saya tidak bisa membuktikan."


Levi lalu menelpon seseorang. "Halo Oom Abian. Aku kirimkan data ke Oom sekarang ya. Benar nggak kalkulasiku dengan kalkulasi Oom ke data ini."


"Data pesawat Gulfstream yang menewaskan Opa Edward dan Oma Yuna."


"Astaghfirullah. Akhirnya Oom dapat juga datanya setelah tidak bisa Oom bobol. Thanks Vi. Kita ungkapkan kejadian naas empat tahun lalu."


"Oom juga berpikiran sama dengan aku, Aidan, Kaia dan Oom Duncan?"


"Of course lah Vi. Nggak mungkin bisa rusak seperti itu pesawat baru dibeli."


"Tolong ya Oom. Kaia dan aku baru tahu faktanya."


"Oom akan hubungi Duncan. Kita akan bekerjasama lagi. Jika memang itu disengaja, berarti kasus pembunuhan. Siapa yang mengincar Oom Edward dan Tante Yuna?"


"Bukan mereka yang diincar tapi si pemilik pesawat."


Abian terdiam. "Maksudmu yang diincar adalah John dan Laura O'Grady?"


"Yup Oom. Aku rasa motifnya tidak jauh-jauh dari kuasa klan."


"Jika kita berhasil mengungkapkan, akan Oom cincang orang itu!"


Levi terbahak. "Kenapa Vi?" tanya Abian.


"Ucapan Oom sama dengan Kaia."

__ADS_1


***


Sementara Levi dan Gary berurusan dengan data, Kaia berurusan dengan mesin. Gadis itu meneliti semua onderdil mesin pesawat bahkan tidak ragu-ragu untuk membongkar dan memasangnya kembali tanpa peduli tangan dan wajahnya kena cemong.


James dengan telaten membantu Kaia karena dirinya pun sangat paham mesin pesawat juga.


"Boleh aku masuk ke dalam pesawat?" tanya Kaia meskipun hatinya berdesir sedih melihat badan pesawat itu terbelah menjadi dua dengan bekas-bekas terbakar.


"Are you sure Miss Blair?" tanya James cemas.


"Nggak papa James, kalau tidak begitu aku tidak bisa mendapatkan jawaban bukan?"


James mengangguk dan menemani gadis tuannya masuk ke dalam kabin pesawat yang sudah berantakan. Rhett menatap Kaia masuk ke dalam kabin dengan wajah cemas.


"Temani dia Rhett" bisik Levi. "Dia butuh seseorang untuk mendampinginya."


Rhett pun berdiri dan berjalan menuju Kaia.


Kaia memasuki kabin pesawat dan memegang dadanya untuk menetralisir perasaan sedihnya.


"Kalau kamu nggak kuat, jangan memaksakan diri" suara Rhett berada di belakang Kaia sambil memeluknya.


Kaia menggeleng. "Nggak Rhett, aku harus kuat." Kaia tidak menampik dirinya saat ini membutuhkan seseorang yang bisa membuatnya kuat dan Rhett yang ada disana.


Kaia menatap deretan kursi yang sudah berantakan dan berbau asap.


"Dimana opa Edward dan Oma Yuna duduk?" bisiknya.


Rhett menunjukkan dua kursi depan dekat dengan pintu masuk. Kaia lalu mengelus kursi itu. Opa Edward yang waktu itu berusia 80 tahun, masih energik dan Oma Yuna berusia 77 tahun sama semangatnya dengan suaminya, selalu menikmati bepergian berdua.


Mata Kaia berkaca-kaca melihat dua kursi tempat opa dan omanya duduk. "Opa, Oma, Kai akan mengungkapkan siapa dalang kecelakaan kalian."


Rhett masih memeluk Kaia dari belakang hanya mengelus pelan lengan Kaia yang bergetar karena emosi.


"Maafkan kedua orangtuaku, Z. Maafkan aku Z." Rhett semakin mengeratkan pelukannya.


Kaia menggeleng. "Bukan orangtuamu yang salah, bukan kamu yang salah tapi baji*Ngan itu yang salah!" Wajah Kaia berubah menjadi keras.


"Kita akan menangkapnya Z bersama-sama." Rhett mencium pucuk kepala Kaia.


***


Yuhuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2