My Rey

My Rey
Sambara Ganendra Giandra - Season 2


__ADS_3

Kini di meja makan berkumpul Duncan, Rhea, Kaia, Rhett dan Levi. Siang ini Rhea sengaja memasak makanan kesukaan Kaia, telur balado dan udang asam manis. Entah kenapa putrinya tidak pernah bosan makan makanan itu.


"Kalian semalam jadinya tidur dimana?" tanya Rhea.


"Di penthouse ku ma" jawab Rhett. "Di Manhattan."


"Bukannya Oom Ghani punya penthouse di Manhattan juga?" tanya Levi.


"Penthouse mu daerah mana Rhett?" tanya Duncan.


"Upper East Side. Kalau Oom Ghani?"


"Kalau nggak salah di Chelsea" jawab Rhea.


"Maaf Mr dan Mrs Blair. Ada keponakan anda datang" ucap salah seorang penjaga datang.


"Siapa? Arya? Fuji?"


"Assalamualaikum" sapa pria tampan yang baru masuk ke dalam ruang makan.



Sambara Ganendra Giandra


"Wa'alaikum salam. Bara?"


***


Duncan dan Rhea menyambut keponakan mereka, Bara yang merupakan anak sulung Ghani, kakak Rhea.


Selama ini Bara lebih suka berpetualang sebagai fotografer untuk National Geographic. Lulusan Royal Arts School seperti Oma Yuna itu lebih memilih pekerjaan yang bebas kesana kemari.


"Akhirnya pulang lu!" ledek Levi setelah mereka semua makan siang.


"Pulang chuy. Udah cukup aku di Amazon" kekeh Bara.


"Nemu cewek Amazon kagak?"


"Anaconda. Mau?" goda Bara yang membuat Levi bergidik.


"Ogah cumiiii!" umpat Levi.


"Halo. Ini pasti suaminya Kai ya? Perkenalkan saya Sambara Ganendra Giandra. Panggilan Bara tapi suka dipelesetkan oleh makhluk-makhluk durjana sambar petir" cengir Bara sambil mengulurkan tangannya ke Rhett.


"Rhett O'Grady" balas Rhett ramah.


"Papamu sudah tahu kamu dah balik New York?" tanya Duncan.


"Belom!" gelak Bara.


"Astaghfirullah! Bocah nakal!" Rhea lalu menjewer kuping Bara.


"Ampun Tante Rey!" ucapnya yang langsung mendapat pelototan Duncan. "Eh Tante Rhea!"


"Telpon papamu sana! Tante nggak mau papamu ngomel-ngomel gara-gara kamu kesini dulu bukannya ke Manhattan!" omel Rhea.


Bara pun mengambil ponselnya. "Aku telpon papa dulu ya. Excuse me." Pria yang beda dua tahun dengan Kaia itu lalu pergi ke ruang tamu untuk menelpon Ghani.


"Anaknya Oom Ghani?" tanya Rhett.


"Iya anaknya Oom Ghani. Hobinya traveling. Kayaknya Oom Ghani kena karma deh soalnya Bara mirip Oma Yuna sukanya traveling ke tempat aneh-aneh" kekeh Kaia.

__ADS_1


"Kayaknya pas bikin Bara, ngebatin mama deh mas" senyum Rhea ke Duncan.


"Kayaknya ngebatin biar nggak sesavage mommy tapi hobinya mommy malah ke Bara semua" balas Duncan.


Bara kembali ke ruang tengah dan mulutnya manyun.


"Kenapa? Dimarahi kan?" goda Rhea.


"Panas kupingku Tan" adu Bara yang membuat Kaia dan Levi mendecih sebal.


"Lebay!" sahut Levi.


"Vi, kok lu kagak balik ke Tokyo?" tanya Bara.


"Kagak! Gue minggat kesini!"


Bara terbahak. "Ini mah bukan minggat tapi pindah tidur cumiii ! Masih ribut sama Oom Eiji?"


"Masih lah! Lebay tuh papa! Sok bilang gue bang Toyib pulak!" Levi semakin memanyunkan bibirnya.


"Kamu masih di National Geographic, Ra?" tanya Duncan.


"Masih lah Oom. Ohya Kai, makasih ya mengambil alih perusahaan Ogan. Kan kamu tahu sendiri passionku bukan disitu."


"Santai Ra. Asal kamu percaya aku nggak bikin malu perusahaan Ogan, aku matur nuwun." Kaia menatap sepupunya yang ganteng.


"Rhett O'Grady. Kayaknya aku pernah dengar namamu deh!" gumam Bara. "Oh pabrik beer O'Grady!"


Rhett menatap Bara. "Kamu tahu?"


"Aku pernah acara pemotretan Irish hare ( kelinci Irlandia ) di Dublin lalu diajak minum beer O'Grady sekitar tahun lalu oleh temanku yang orang sana hanya dia bilang kwalitas nya agak menurun. Benar kah?" tanya Bara.


"Iya. Kami sempat ada masalah internal dan sekarang mulai membenahi" ucap Rhett. Bara mengangguk.


"Tapi dia patut lah!" eyel Kaia.


"Sudah ya. Itu yang terakhir ya?" pinta Bara dengan wajah lembut. Meskipun Kaia lebih tua tapi secara urutan orang tua d, Bara jatuhnya kakak ke Kaia.


Kaia mengangguk. Rhett memeluk Kaia lembut.


"Rencananya kamu habis dari sini pulang kan?" tanya Rhea.


"Pulang besok lah! Papa masih ngedumel. Males!" gelak Bara cuek.


"Astaga Bara!"


***


Kaia dan Rhett kini berada di kamar gadis itu yang bernuansa biru putih. Mereka baru saja menyelesaikan makan malam lalu sholat isya berjamaah.



Kaia sekarang mengenakan lingerie warna biru navy sedangkan Rhett seperti biasa lebih suka Shirtless dan celana piyama. Pria itu tiduran tengkurap sembari menatap Kaia.



"Z.."


"Ya Rhett?" tanya Kaia yang sedang membaca novel Dan Brown.


"Kenapa keluargamu nggak ada yang jelek?" tanya Rhett absurd membuat Kaia menoleh bingung.

__ADS_1


"Bibit unggul kayaknya?" kekeh Kaia sambil meletakkan novelnya di nakas lalu menatap suaminya.


"Kamu mau punya anak berapa?" tanya Rhett.


"Hhmmm dua. Karena aku dua bersaudara jadi dua."


Rhett beringsut mendekati istrinya. "Dua. Oke." Rhett memegang wajah cantik Kaia lalu mema*gut bibir istrinya yang seperti candu.


"Kita buat sekarang ya?" bisik Rhett parau sambil menurunkan tali lingerie Kaia yang menampilkan salah satu squishy nya.


"Siapa takut Mr O'Grady" sahut Kaia sambil mencium bibir suaminya.


***


Keesokan harinya Kaia dan Rhett sedang membahas soal pabrik baja pria itu untuk menjadi pemasok besi dan baja proyek Boeing nya ketika seorang pria seumuran Duncan datang dengan wajah ditekuk.


"Assalamualaikum" sapa pria itu.


"Wa'alaikum salam Oom Ghani" sapa Kaia sambil mencium punggung tangan Ghani dan pria itu membalas dengan mengacak rambut Kaia.


"Mana anak nakal itu?" tanya Ghani sambil cemberut.


"Masih tidur kayaknya Oom. Ohya kenalkan ini suami Kai, Rhett O'Grady" ucap Kaia.


"Oh iya Oom belum sempat bertemu ya." Rhett pun berjabat tangan dengan Ghani.


"Mas Ghani?" sapa Rhea.


"Halo dik" sapa Ghani sambil memeluk adiknya.


"Mbak Alexandra kemana?" Rhea celingak-celinguk mencari kakak iparnya.


"Ada urusan di koroner jadi nggak bisa ikut. Sekarang anak nakal itu dimana?" tanya Ghani.


"Apaan sih pa?" tanya Bara sambil mengacak-acak rambutnya.


"Kamu tuh! Bukannya pulang ke rumah malah ke mansionnya tantemu!" omel Ghani.


"Daripada di rumah papa isinya malah ribut urus perusahaan Ogan di Jakarta. Malas!" sahut Bara sambil ngeloyor meninggalkan Ghani.


"Heh! Bara! Mau kemana kamu? Papa belum selesai!" teriak Ghani.


"Mau bertapa! Cari wangsit! Papa mau ikut?" ledek Bara sambil masuk ke kamarnya.


"Astaga! Bocah!" umpat Ghani yang disambut tawa Rhea, Rhett dan Kaia.


"Kapokmu kapan Thow mas? Senengannya ribut saja sama Bara. Anak itu baru 21 tahun, mas. Biarin saja!" bela Rhea.


"Kamu sih dik, manjain Bara" cebik Ghani.


Rhea hanya menggelengkan kepalanya.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Yang penasaran anaknya Ghani tuuuhhhh


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2