
Edward, Duncan, Joshua, Damien dan Yudhi, appa Joshua melakukan panggilan via zoom di ruang kerja Hiro. Abi dilarang Hiro untuk ikutan karena itu urusan mafia jadi diajak keluar daripada bikin rumpi.
"Hyun-ji, bagaimana menurut mu?" tanya Edward setelah menceritakan semuanya kepada Yudhi, mantan ketua Silve Shining di Seoul.
"Aku rasa ada yang kekuatan yang lebih kuat dari Glenn McCloud jadi dia hanya sebagai boneka di Skotlandia" ucap Yudhi.
"Tapi siapa Yud, ini nggak main-main. Klan McCloud itu umurnya sama dengan klan McGregor dan mereka berani nyebrang sampai Jakarta" kata Damien.
"Dan mereka berani membunuh di Jakarta lho appa!" sahut Joshua.
"Apa kamu nggak ingat, kedua pengawal dan kedua Oma dan opamu juga dibunuh oleh pembunuh bayaran yang dikirim dari Korea?" Jawab Yudhi emosi.
"Maaf aku lupa appa" bisik Joshua menyesal.
Duncan dan Damien terkejut dengan fakta yang baru didengarnya tapi tidak Edward yang sudah tahu terlebih dahulu.
"Berarti kekuatan itu hampir sama dengan pihak pengkhianat mu Hyun-ji karena bisa membunuh di negara lain."
Yudhi mengangguk. "Bisa jadi seperti itu."
"Koneksiku di Moskow mendapatkan hasil yang kurang lebih sama dengan apa yang Joshua dan Abian dapatkan" ucap Damien setelah mendapatkan berkas dari pengawalnya.
"Kalau menurut Gozali orang itu adalah orang Inggris, berani sekali dia! Nyalinya patut diacungi jempol" kekeh Edward yang dapat pelototan Duncan.
"Ini bukan saatnya memuji seperti itu Dad!" omelnya.
"Sebaiknya kita istirahat dulu. Terlalu banyak kejutan hari ini. Besok kita lanjutkan penyelidikan. Selamat malam semuanya." Edward, Joshua dan Duncan berpamitan dengan Damien dan Yudhi.
***
Duncan masuk ke dalam kamar dan tampak istrinya sedang menerima telpon.
"Siapa?" tanyanya tanpa suara.
"Bang Gozali" balas Rhea tanpa suara juga. Duncan hanya mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ya udah, Abang istirahat saja. Besok kalau Maira datang bilang saja latihan menembak yang nyasar pakai air soft gun biar dia nggak panik" jawab Rhea.
Duncan sudah selesai membersihkan badannya lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Rhea.
"Iya bang. Besok lagi ngawal artis saja, paling kena cakar fans" kekeh Rhea. "Assalamualaikum." Rhea meletakkan ponselnya diatas nakas dan menghadap ke arah Duncan.
"Boy gimana di dalam perut?" tanya Duncan.
"Boy baik-baik saja, Alhamdulillah, cuma tadi maminya yang shock" jawab Rhea.
"Sudah ya, jangan kepikiran banyak-banyak. Gozila udah nggak papa kok!" cengir Duncan.
"Abang tuh! Sukanya ganti nama bang Gozali" cebik Rhea.
Duncan tertawa. "Sudah, yuk sayang kita bobok. Kasihan si boy masih ikutan melek di dalam perut."
Rhea mendelik ke arah suaminya. "Bang, debay baru delapan Minggu, belum tahu banyak soal melek sama nggak."
"Ah, boy pasti tahu lah" eyel Duncan.
__ADS_1
"Kok Abang yakin anak kita boy?" tanya Rhea penasaran.
"Pokoknya Haqul yakin!" Rhea tertawa karena kalau wajah Duncan sudah super ngeyel mengingatkan waktu kecil suka gegeran dengan Daddynya.
"Iya deh tapi kalau pas lahiran beda, jangan marah ya" ucap Rhea sambil beringsut ke dada suaminya.
Duncan hanya mencium kening Rhea. "Yang penting kamu dan anak kita selamat, sayang."
Rhea mengangguk.
***
Pagi ini Abi dan Dara memutuskan untuk segera pulang ke Jakarta untuk menemani Gozali. Duncan sendiri memilih untuk memperpanjang tinggal di Jepang seminggu lagi demi bisa mengetahui siapa ketua klan Dark Eagle yang berani membunuh di Jakarta.
Rhea sudah pergi berjalan-jalan dengan Miki dan Valora plus si kembar ke mall di Jepang dengan pengawalan ketat termasuk pengawal wanita. Para ayah dan suami ingin agar para wanita muda itu tidak terlalu memikirkan kejadian kemarin.
Duncan dan Joshua berkutat lagi dengan semua data yang mereka dapatkan termasuk kerjasama Abian dan Bryan di Boston dan London.
"Gila! Aku sudah pakai jalur haram, masih saja nggak dapat!" umpat Joshua.
"Kamu sampai pakai jalur haram J?" tanya Duncan yang mencoba mengecek semua CCTV yang dikirimkan oleh Bryan dari tempat kejadian termasuk satelit Google.
Joshua rasanya ingin membanting laptopnya karena kesal tidak menemukan apapun.
"J, coba lihat ini!" seru Duncan.
Joshua melihat video yang ditunjukkan oleh Duncan. Setelah kejadian dan gudang penuh dengan bom asap, dari pintu belakang gudang terdapat tiga buah mobil Range Rover hitam yang tidak tampak plat nomornya.
"Darimana kamu dapat ini D?" tanya Joshua.
"Sayang plat nomornya nggak kelihatan" keluh Joshua.
Keduanya menonton video itu dan berseru ketika melihat seorang memakai suit warna broken white dan topeng mirip Elang.
"Aku seperti melihat karakter Carter Hall yang jadi hawkman" ucap Joshua.
"Tunggu! Dia membuka topengnya di dalam mobil."
Kedua pria tampan itu menahan nafas.
"FU***!!!" umpat mereka berdua karena wajah orang itu tetap tidak kelihatan.
"Tapi dia tidak kelihatan orang Indonesia atau separo Korea sepertimu Josh" ucap Duncan.
"Sepertinya benar yang diucapkan oleh Gozali, dia sepertinya orang Inggris sepertimu."
"Dia benar-benar punya nyali!" umpat Duncan.
"Sekarang kamu memujinya?" kekeh Joshua.
"Damn you J!"
***
Rhea, Miki dan Valora kembali dari acara belanja mereka dan tampak para wanita cantik itu mendapatkan mood bagus dilihat dari ramainya pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Have fun belanjanya?" tanya Joshua sambil menonton tv bersama Duncan. Keduanya lagi nonton pertandingan sumo.
"Senang lah bang" jawab Miki. "Si kembar juga nggak nakal."
"Lho si kembar kemana?"
"Tuh di depan sama mom dan dad, lagi pada cerita ngapain saja tadi di mall" ucap Miki.
"Kamu capek nggak Rey?" tanya Duncan.
"Alhamdulillah nggak, senang aku" jawab Rhea dengan wajah berseri. Duncan tersenyum bersyukur istrinya sudah ceria lagi.
"Kalian berdua ngapain seharian?" tanya Valora sambil menaruh kertas berisi belanjaan.
"Tuh! Nonton sumo!" jawab Joshua.
"Astaga bang J, nonton kok cowok ginuk-ginuk gitu sih?" ledek Valora.
"Lho kok kamu tahu ginuk-ginuk?" tanya Rhea bingung.
"Rhea, kamu nggak usah kaget. Biarpun Lora bule, tapi Tante Vivienne tuh fasih istilah bahasa Jawa" sahut Miki.
"Dah, kalian istirahat dulu, nanti kita nyusul" ucap Joshua.
"Lha aku disusul siapa?" tanya Valora sok melas.
"Raymond dong!" goda Duncan.
"Ogah!" cebik Valora.
"Hah?" seru keempat kakaknya.
"What happened?" tanya Miki.
"Males aku bicarainnya. Yang jelas aku ga jadi pindah ke New York ikut bang D. Mending aku di Tokyo sajah!"
"Wah, gosip hangat nih! Makin digosok makin sip!" cengir Duncan.
"Abaaaannnggg! Jangan bikin berita ngadi-ngadi di grup keluarga yaaa!" rengek Valora memelas.
"Kalau nggak khilaf" sahut Duncan cuek.
"Mbak Rheaaaa! Suamimu itu lhoooo!"
"Sebenarnya aku juga penasaran Lora" cengir Rhea.
"Ish! Kalian tuuuhhhh!" cebik Valora.
***
Yuhuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️