My Rey

My Rey
After The Drama


__ADS_3

Gozali menatap Maira yang masih cekikikan mengira dirinya berpacaran dengan Eiji, bahkan pria tampan itu melongo ketika mendengar baru dirinya yang berani mencium gadis itu.


"Kak Eiji nggak cium Mai, bang. Waktu itu cuma bisik ke Mai tapi mungkin Abang lihatnya Mai dicium" kekeh Maira. Matanya masih ada tersisa air mata disana.


"Jadi? Ini ulah siapa yang bikin Abang dan Ayame bingung?" Gozali masih memeluk Maira.


Maira hanya menunjuk ke arah Duncan dan Javier yang memandang ke arah mereka berdua dengan tampang jahil.


"Brengsek tuh berdua!" umpat Gozali malu.


"Kalau nggak ada acara drama Korea abal-abal, Abang nggak bakalan jujur sama Mai" kekeh Maira.


"Kayaknya Abang harus berterimakasih sama bang D dan Javier." Gozali memeluk Maira erat. "Terimakasih Mai mau sama Abang yang anak yatim-piatu dan anak buruh."


"Mai nggak lihat itu bang. Mai cuma lihat pribadinya Abang" senyum Mai.


Gozali mencium kening Maira lagi. "Terimakasih."


Ternyata begini rasanya mencintai dan dicintai.


***


Keesokan harinya Javier harus terbang ke Singapura untuk menemui papanya, Jammie Arata yang ada urusan bisnis disana dan minta didampingi. Abi dan Duncan mengantar pria bule itu ke bandara lalu langsung ke kantor.


Di rumah tinggalah Dara, Rhea, Eiji dan Gozali. Semalam setelah acara melamar Ayame, Eiji hendak menginap di apartemen Rhea untuk menemani tunangannya. Tentu saja dia dijewer oleh Dara harus ikut pulang ke mansion Giandra.


"Kasihan Aya-aya sendirian Tante" alasannya.


"Kamu pulang atau Tante telpon papa kamu sekarang?" ancam Dara galak yang membuat semua disana tertawa.


"Duncan sama Rey boleh tuh!" cebik Eiji nggak mau kalah.


"Mereka berdua bisa dipercaya, kamu nggak!"


Akhirnya Gozali dan Maira mengantarkan Ayame ke apartemen Rhea dan Eiji pulang bersama Duncan dan Rhea.


***


Dara dan Rhea membantu pak Hasan membuat sarapan nasi goreng Jawa. Tadi Abi, Duncan dan Javier hanya makan sandwich yang praktis dan membawa sebagian untuk bekal di jalan.


Eiji yang baru keluar dari kamar, melihat Gozali baru saja selesai berenang.


"Goz, bisa kita bicara?" tanya Eiji di kursi dekat kolam renang.


"Mau bicara apa?" tanya Gozali sambil mengambil handuk untuk mengeringkan tubuhnya.


"Soal Maira dan Aya-aya."


Gozali tersenyum smirk mendengar panggilan sayang Eiji kepada gadisnya.


"Maaf membuatmu jadi anggota drama Korea abal-abal" cengir Eiji tanpa dosa.


"Sialan kalian!" umpat Gozali sambil tertawa.


"Sebenarnya itu ide Javi, cuma penulis skenarionya malah kabur pagi-pagi jadi kamu nggak bisa meminta pertanggungjawaban sama dia" gelak Eiji.


"Tapi aku suka kok kalian bikin drama begini. Membuat aku yakin atas perasaanku pada Maira."

__ADS_1


Eiji melirik ke Gozali. "Apa Aya-ayaku cerita padamu? Soal aku?"


Gozali mengambil rokok di meja dan menawarkan pada Eiji yang mengambil satu. Kedua pria tampan itu lalu menyalakan rokok masing-masing.


"Ayame hanya menceritakan dirinya sesak melihat kamu dan Maira. Gadis itu benar-benar jatuh cinta padamu, Ji. Tahukah kamu, pada hari pertama dia kesini, dia menangis di kamar mandi?"


"Aku tahu. Selama ini memang aku tidak pernah berbuat seperti yang aku lakukan ke Mai. Kamu jangan salah sangka dulu, itu cuma akting." Eiji nyengir. "Aku tidak pernah mencium Mai. Itu pintar-pintarnya. aku mengambil angle biar kelihatan aku mencium Mai padahal cuma membisikkan bangga dia sudah lulus ujian skripsi."


"Sialan kalian semua!" umpat Gozali dengan wajah memerah.


Eiji tergelak. "Umpan lambung ditangkap yang penting bro!"


Kedua pria tampan itu tertawa bersama.


Dara dan Rhea yang sedang menyiapkan sarapan hanya tersenyum melihat Eiji dan Gozali menjadi baik hubungannya.


"Boys! Ayo mandi dulu cepetan! Sarapan dah siap!" teriak Dara.


"Siap Tante."


"Njih ibu."


***


Ayame dan Maira sampai bersamaan di mansion Giandra. Kedua gadis cantik itu hanya saling memandang kikuk.


"Kak Aya."


"Mai."


Lalu keduanya saling berpandangan dan tertawa bersama.


Ayame pun masuk ke dalam rumah yang disambut para pelayan yang sudah hapal dengan Maira.


"Assalamualaikum Tante, Mbak Rhea" sapa Maira.


"Wa'alaikum salam cantik. Ayo duduk, sarapan" ajak Dara.


"Duh yang akhirnya dilamar" goda Rhea ke Ayame yang tampak malu-malu.


"Lho Oom Abi, bang Duncan sama bang Javier kemana Tan?" tanya Maira.


"Pagi-pagi papanya Javier minta supaya dia ke Singapura pagi ini. Ya sudah, Oom Abi dan D mengantar Javi ke bandara lalu mereka langsung ke kantor."


Kedua gadis itu mengangguk lalu saling celingukan seperti mencari yang hilang.


"Kalau kalian mencari pasangan masing-masing, baru pada mandi" ucap Rhea sambil mengambil tempe goreng.


Ayame dan Maira memerah wajahnya seperti kepergok mencari sesuatu.


"Aya-aya ku!" seru Eiji yang baru keluar dari kamar dan langsung mencium pipi gadisnya.


"Ya ampun Eiji!" protes Dara. "Masih pagi ini!"


Eiji hanya nyengir lalu duduk di sebelah Ayame. Tak lama Gozali pun turun dari lantai dua menuju ruang makan.


"Pagi Ayame, pagi Mai" sapa Gozali yang mengambil tempat duduk sebelah Maira.

__ADS_1


"Ayo sarapan dulu."


***


Maira mengantarkan Gozali yang hendak berangkat ke kantornya di teras rumah.


"Abang nanti sore ke rumah ya Mai."


"Mau ngapain bang?"


"Ketemu sama Oom Anta dan Tante Naina."


"Abang nggak ngelamar Mai kayak kak Eiji kan?"


"Maira mau dilamar Abang? Ayo, siapa takut?" goda Gozali.


Wajah Maira memerah. "Nggak romantis banget!" cebiknya. Gozali tertawa.


"Mai, Abang cuma mau bilang sama Oom Anta dan Tante Naina kalau sekarang Abang mempunyai hubungan spesial dengan anaknya. Abang nggak mau sembunyi-sembunyi berhubungan sama kamu. Orang tua Mai harus tahu dari Abang sendiri."


Maira tersenyum. "Ini yang Mai suka dari Abang, nggak takut ngadepin papa dan mama."


"Lho berani macari anaknya, harus berani hadapi orang tuanya dong! Contoh tuh bang Duncan."


Maira cemberut. "Bang D mah Bonek, bondo nekad!"


Gozali tertawa. "Ya udah Abang kerja dulu ya. Sampai nanti sore, HuMairaku." Gozali mencium kening Maira.


"Hati-hati ya bang."


Maira menunggu sampai Rubicon hitam itu keluar dari rumah Abi baru dia masuk ke dalam rumah.


Mamaaaa! Ya ampun rasanya kayak mimpi!


***


Eiji sedang membantu Rhea melemaskan jari-jarinya yang hampir dua bulan ini tidak menyentuh piano. Setelah bahunya mulai membaik, baru dia mau berlatih lagi terutama dengan adanya Eiji yang sesama pianis membuat Rhea semakin bersemangat.


Suara ponsel Eiji membuat keduanya menghentikan latihannya. Wajah Eiji langsung memucat begitu melihat nama di layar ponselnya. Rhea yang melihat nama 'Papa Alex' disana hanya memandang kasihan ke Eiji.


"Assalamualaikum papaku sayang" sapa Eiji takut-takut setelah meloud speaker panggilan papanya.


"Wa'alaikum salam! Kamu tuh kabur ke Jakarta terus melamar Ayame nggak bilang sama papa? Siapa yang ngajarin?"


Eiji menatap memelas ke Rhea yang tertawa terbahak-bahak.


***


Yuhuuu Up Sore Yaaakkk


Maaf tidak terlalu crazy up seperti biasanya


Masih pemulihan ini. Tahun baru kok kena flu 😷😷😷


Eniwaiii thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2