
Tidak terasa hampir sebulan Kaia dan Rhett menikah tapi keduanya malah ber long distance relationship. Kaia harus kembali ke New York karena pihak Boeing hendak memeriksa mesin buatan gadis itu akhir bulan ini sedangkan Rhett harus stay di Dublin untuk menata semua kekacauan yang dibuat oleh pamannya Thomas O'Grady.
Aidan dan Arjuna sudah kembali ke London sedangkan Levi masih betah di New York bersama Kaia meskipun sang papa sudah berdrama ria demi kepulangan bang Toyib kesayangannya.
Gozali dan Arya sudah kembali ke Jakarta karena Maira merasa kesepian ditinggal kedua pria kesayangannya. Tidak ada tuntutan baik dari Scotland Yard maupun Garda Siochana untuk Kaia apalagi penjaminnya bukan orang sembarangan, lagipula Thomas juga tidak berani menuntut Kaia karena dia sudah cukup tahu diri setelah melihat bagaimana dengan dinginnya istri Rhett itu menembak mobil Louisa dan menembak dirinya.
Rhea dan Duncan pun tidak masalah Kaia masih memilih hubungan jarak jauh dengan Rhett karena tahu mereka berdua membutuhkan waktu untuk menyamakan hati, tepatnya Kaia yang menyamakan hati ke Rhett.
***
Kaia masih berjibaku di laboratorium dan berharap harap cemas dengan kemampuan mesinnya yang akan diuji coba oleh Boeing siang nanti.
Gadis itu sudah tampil resmi guna menyambut para petinggi Boeing bahkan Levi pun juga sudah menggunakan jas terbaiknya karena dia yang akan menerangkan kemampuan mesin rancangan Kaia yang dibuat oleh Giandra Otomotif Co.
"Aku ke ruanganku dulu ya Vi. Biasa, mau pipis" bisik Kaia.
"Kebiasaan deh kalau gugup, beseran ( gampang pipis )!" Levi menatap sebal sedangkan Kaia hanya nyengir. Terkadang Levi heran dengan sepupu cantiknya yang bisa dengan dinginnya jika soal dendam tapi bisa gugup soal proyeknya.
Kaia bergegas masuk ke ruangannya tanpa memperhatikan siapapun disana karena tujuan utamanya adalah kamar mandi.
Usai dari kamar mandi, Kaia merapikan diri terutama gaun dan blazernya, melihat makeup nya meskipun dia tidak terlalu suka make up tebal, di depan cermin besar di ruangannya.
"Sudah cantik kok Z." Sebuah suara bariton terdengar di ruangan Kaia yang membuatnya menoleh.
"Rhett?" Kaia sedikit terkejut suaminya bisa masuk ke ruangannya dan terpesona melihat bagaimana menariknya Rhett.
"Halo Z. Apa kabar?" Rhett datang menghampiri Kaia. "Ingin memelukmu tapi nanti bajumu kusut." Rhett mencium pipi istrinya. "Ayo, aku temani ke acaramu." Rhett menggenggam tangan Kaia yang terasa dingin.
Rhett pun menghentikan langkahnya ketika melihat Kaia mematung. "Kamu kenapa Z?"
Kaia menggeleng. "Terimakasih" bisiknya.
"Terimakasih untuk apa?" tanya Rhett bingung.
"Terimakasih sudah menemaniku. Jujur aku gugup banget dengan hasil kerja mesinku" ucap Kaia dengan nada bergetar.
__ADS_1
Rhett berbalik dan memegang bahu Kaia. "Dengar Z, Thomas Alva Edison bukan sekali langsung jadi bikin lampu bohlam, Karl Benz juga butuh waktu lama untuk memamerkan mobil Benz nya yang pertama. Mesinmu kan sudah diuji coba beberapa kali jadi nanti pun akan bisa membuktikan bahwa layak dan sesuai tender. Jadi, jangan panik dan gugup, karena aku akan menemanimu." Mata biru Rhett bertatapan dengan mata biru Kaia.
Ya ampun, Rhett kalau dekat seperti ini tampan juga. Mata birunya benar-benar menghipnotis aku.
"Ayo kemana rasa percaya dirimu Z? Tenang ada aku" Rhett mencium bibir Kaia sekilas. "Ayo!"
Kaia dan Rhett berjalan keluar ruangan kerja gadis itu sambil bergandengan tangan.
***
Di dalam ruangan laboratorium yang luas itu, Levi dengan percaya dirinya menjelaskan tentang mesin buatan Giandra Otomotif Co yang mampu membuat pesawat Boeing menerima tenaga Surya lebih banyak dari yang sekarang. Levi juga menampilkan hasil uji coba mereka selama ini. Mereka pun melihat bagaimana mesin itu bekerja saat ini. Kaia lega ketika mesin itu hidup dengan sempurna.
Duncan melirik ke arah petinggi Boeing dan juga Kaia yang tampak tegang namun tetap berusaha konsentrasi. Hot Daddy itu tersenyum melihat Rhett menggenggam erat tangan putrinya seolah memberikan kekuatan agar mengurangi ketegangan Kaia.
Duncan terkadang heran dengan putrinya. Jika soal bar-bar, memang Kaia jagonya tapi dia juga bisa tegang jika menyangkut pekerjaannya. Putriku memang unik.
Suara tepuk tangan bergema setelah Levi selesai memberikan presentasinya. Pria yang jago berbagai bahasa itu pun memberikan kesempatan dengan acara tanya jawab sambil memperkenalkan Kaia sebagai insinyur yang merancang mesin itu.
Rhett mencium tangan Kaia sebelum istrinya berjalan menuju depan untuk memberikan support. Kaia tersenyum tipis ke arah suaminya lalu berjalan menuju tempat Levi berdiri. Kedua sepupu itu dengan lugas dan jelas menjawab semua pertanyaan yang diberikan.
Putriku memang luar biasa.
You're so amazing Z.
Acara tanya jawab selesai dan semuanya melakukan pertemuan ramah tamah. Kaia memperkenalkan Rhett sebagai suaminya kepada para tamu undangannya dan Rhett pun merasa bahagia karena Kaia mengakuinya sebagai suaminya. Sebulan keduanya tidak bertemu, membuat Rhett cemas jika Kaia masih kaku mengingat istrinya sangat zonk soal suami istri.
"Wah Miss Blair, saya kira anda masih single ternyata sudah menikah" ucap seorang bapak-bapak salah satu petinggi Boeing.
"Kenapa jika saya masih single, Sir?" tanya Kaia.
"Mau saya perkenalkan kepada anak saya tapi ternyata saya kalah cepat dengan Mr O'Grady" senyumnya setelah melihat mata biru Rhett menjadi dingin.
"Hahahaha. Mungkin anak anda tertarik dengan saya tapi belum tentu saya" ucap Kaia santai. "Karena saya adalah orang yang sulit jatuh cinta dan Rhett adalah satu-satunya pria yang membuat saya jatuh cinta setiap hari."
Rhett menatap Kaia tidak percaya. Benarkah itu Z? Serius kamu?
__ADS_1
"Wah, anda sangat beruntung Mr O'Grady mampu membuat Miss Blair jatuh cinta" kekeh pria tua itu.
"Terimakasih Sir" senyum Rhett.
Setelah berbincang tentang mesin Kaia, mereka berdua undur diri untuk bertemu dengan para kolega lainnya.
"Apakah yang kamu ucapkan itu benar Z?" bisik Rhett di sisi telinga Kaia.
"Yang mana?" tanya Kaia polos.
"Bahwa kamu jatuh cinta padaku setiap hari?" bisiknya lagi.
"Oh itu. Aku cuma ucapkan begitu supaya orang itu tidak ada celah untuk mencoba menjodohkan aku dengan siapapun."
Rhett melongo. Ya ampun istrikuuuu!
"Tapi aku sendiri bingung karena selama kamu di Dublin, ada rasa rindu berdebat denganmu. Dan tadi saat kamu berada di ruanganku, rasanya aku mimpi melihatmu disini karena aku tidak terlalu berharap kamu akan menemaniku di hari yang penting buatku ini karena kamu ada pekerjaan di pabrikmu. Jujur aku bahagia dan merasa tenang mengetahui kamu disini." Kaia menatap Rhett dengan tatapan bingung. "Apakah itu tanda aku jatuh cinta padamu?"
Ingin rasanya Rhett membawa tubuh langsing Kaia ke ruangan gadis itu dan ber*cinta habis-habisan namun Rhett ingin malam pertama mereka berdua haruslah tempat romantis.
"Ya sayang, kamu mulai jatuh cinta kepadaku" ucap Rhett sen*sual di sisi telinga Kaia sebelum akhirnya mencium pipinya. Sementara pipi dulu, nanti baru ku****** habis bibirmu. "Z, apakah kamu di masa periodemu?" bisik Rhett lagi.
"Aku baru saja selesai seming..."
"Bagus! Nanti malam kita ke apartemen ku di Manhattan!" Wajah Rhett berbinar.
"Mau ngapain?" tanya Kaia bingung.
"Menjalankan misi malam pertama yang tertunda sebulan!" bisik Rhett yang entah kenapa membuat tubuh Kaia merinding.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️