
Malam ini di gedung resital tempat Eiji melakukan konser bercampur resital tampak penuh. Abi yang datang bersama Dara dan rombongan pun menjadi topik pembicaraan apalagi diketahui Eiji sepupu calon menantu Abimanyu Giandra.
Gozali menyambut keluarganya dengan hangat dan meminta salah satu panitia mengantarkan tempat mereka duduk. Ketika melihat Maira berjalan bersama Javier di belakang, Gozali menarik tangannya lagi.
"Abang tuh bisa nggak sih nggak narik-narik aku?" protes gadis itu sebal. Malam ini Maira mengenakan brokat bewarna biru, makeup simpel dan rambutnya digerai.
"Apa kamu lupa, Abang bilang apa semalam?" desis Gozali.
"Tapi Abang kan kerja! Biar aku duduk sama keluarga disana." Maira sudah mau masuk ke ruangan namun tangannya tetap dipegang Gozali yang sekarang menggenggam telapak tangannya.
"Just stay here, with me" bisik Gozali di sisi telinga Maira yang langsung memerah wajahnya.
Maira pun menurut namun dadanya berdebar-debar merasakan tangannya digenggam oleh Gozali. Mamaaaa, ini gimana? Ya Allah, jantung Mai.
Gozali melirik gadis yang berdiri di sebelahnya hanya memasang wajah datar dan dirinya tersenyum tipis melihat tangannya menggenggam tangan halus Maira. Maafkan Abang, Maira. Kalau nggak begini, kamu akan dekat terus dengan Eiji.
"Boss" suara Mark terdengar di ear piece Gozali.
"Ya Mark."
"Pintu aman semua, para tamu tertib dan kata nona Ayame, sebentar lagi dimulai."
"Oke Mark. Aku akan ada di dalam gedung, atur semua anak-anak sesuai pos-posnya. Konser ini skalanya tidak seperti konser artis lain karena Eiji soloist jadi kesulitannya bisa dibilang lebih sedikit dibanding saat kita mengurus Coldplay."
"Siap boss. Ngomong-ngomong kenapa nona Maira boss pegang terus?" kekeh Mark di telinga Gozali.
"Mark Louis! Just shut up!" omel Gozali.
Suara tertawa Mark makin keras terdengar di telinga Gozali.
Mark brengsek!
***
Ayame masuk ke ruang ganti tempat Eiji disana namun pemandangan pria itu sedang melamun, membuatnya bingung.
"Eiji?" panggil Ayame.
"Hhhmmm."
"Kamu sakit?" tanya Ayame perhatian sembari menaruh punggung tangannya di kening Eiji. "Nggak demam."
Eiji memegang pergelangan tangan Aya dan memandang gadis itu sendu.
"Maaf Aya. Maaf selalu membuat kamu susah" bisik Eiji.
"Kamu kenapa sih? Mau aku panggilkan Maira?" tanya Ayame bingung.
"Maira sudah datang?" tanya Eiji.
"Sudah. Tadi aku lihat datang sama Oom Abi dan Tante Dara."
Eiji masih memandang Ayame dan tangannya masih menggenggam pergelangan tangan gadis itu. "Kamu cantik pakai gaun pink."
Wajah Ayame memerah. "Kamu kenapa sih Eiji?"
"Nggak papa." Eiji melepaskan pegangannya. "Yuk bersiap-siap." Pria tinggi itu pun berdiri lalu menuju ke pintu namun langsung berbalik dan melihat gadis itu mematung.
"Aya-aya, ayo! Temani aku konser" ucapnya.
Ayame tergagap. "I...Iya Eiji." Ya Allah jantungku. Kenapa Eiji hari ini berubah? Dia kenapa?.
Ayame segera keluar mengikuti Eiji yang sudah berjalan menuju panggung.
***
Duncan memegang tangan Rhea dengan erat, wajahnya tak hentinya memandang tunangannya.
"Kenapa bang?" bisik Rhea.
"Aku ingat ketika datang kesini pas liburan dan kamu melakukan resital pertama kalinya memainkan winter's game nya David Foster."
__ADS_1
Rhea tersenyum manis. "Abang kasih Rhea buket bunga waktu itu terus mas Ghani ngeledek Abang modus melulu" kekehnya.
"Semoga jari-jari ini bisa lancar lagi untuk memainkan piano seperti dulu ya sayang. Abang kangen mendengar kamu main lagu-lagu kesenanganmu." Duncan menciumi jari-jari tangan Rhea.
"Aamiin. Insyaallah dibantu oleh kak Eiji, Rhea bisa bermain piano lagi seperti dulu."
Duncan mencium pipi Rhea. "Abang yakin kamu bisa."
***
Eiji pun memberikan hormat diatas panggung dan segera memulai permainan piano nya. Abi dan Dara sangat menikmati lagu-lagu yang di tampilkan. Kedua orang suami istri itu saling menggenggam tangan dan sesekali Abi mencium tangan Dara.
Applaus pun berbunyi keras setiap Eiji selesai memainkan lagu nya. Wajah tampannya tidak lepas dari senyuman yang membuat para penonton wanita heboh.
"Dasar Eiji! Gayanya sok kecakapan!" umpat Javier sambil berbisik di sebelah Duncan.
Duncan dan Rhea tersenyum namun keduanya kaget melihat kursi sebelah Javier kosong.
"Javi, Maira kemana?" tanya Duncan.
"Tadi ditarik Gozali. Nggak tahu kenapa. Sepertinya pucuk dicinta ulam pun tiba" kekeh Javier usil.
"Baguslah!" bisik Rhea senang yang membuat wajahnya semakin menggemaskan Dimata Duncan yang langsung mencium hidung mancung gadis itu.
"Duasar anaknya Oom Edward!" umpat Javier. "Kagak pernah lihat tempat kalau sok mersa eh... mesra!"
"Like father like son lah Javi" cengir Duncan. Javier hanya mencebikkan bibirnya.
***
Setelah menyajikan sepuluh lagu hits-nya, Eiji pun berdiri dan mengambil microphone.
"Selamat malam semuanya. Terimakasih atas kehadiran kalian semua di konser saya ini yang merupakan kehormatan bagi saya atas undangan Yamaha Music School. Sebagai lagu terakhir, saya akan memainkan sebuah lagu lama milik Céline Dion yang saya persembahkan khusus untuk wanita yang sangat saya cintai tapi dia tidak tahu kalau saya benar-benar serius padanya." Eiji memandang Maira seolah memberi kode namun tersenyum melihat betapa posesif nya Gozali dengan merapatkan tubuhnya di gadis itu.
"Baiklah, tanpa menunggu lebih lama lagi, saya akan memainkan lagu yang menyatakan perasaan saya kepadanya." Eiji memasang microphone di mic stand yang dipasang.
For all those times you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For all the love I found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all
You were my strength when I was weak
You were my voice when I couldn't speak
You were my eyes when I couldn't see
You saw the best there was in me
Lifted me up when I couldn't reach
You gave me faith 'cause you believed
I'm everything I am
Because you loved me
Ooh, baby
You gave me wings and made me fly
You touched my hand, I could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
__ADS_1
You stood by me and I stood tall
I had your love, I had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you
*Because You Loved Me - Céline Dion*
Eiji pun berdiri dan menarik Ayame dari sisi panggung yang bingung kenapa tiba-tiba ditarik oleh pria tampan itu. Di tengah-tengah panggung, Eiji berlutut di hadapan Ayame dan mengambil sebuah kotak beludru merah dan membukanya di hadapan gadis itu.
"Ayame Dayana Agasa, will you marry me?"
Ayame melongo. "Eiji? Are you serious?" bisiknya dengan nada gemetar.
Suara riuh penonton tidak terdengar oleh keduanya yang saling menatap penuh arti.
"I'm so serious!"
Ayame menangis. "Astaghfirullah Eiji. Ini nggak mimpi kan?"
Eiji memegang tangan Ayame. "No, Diajeng. Ini bukan mimpi." Ayame tertawa sambil menangis mendengar ucapan ngawur Eiji.
"I will marry you, Eiji Adipramana Reeves."
Eiji menyematkan cincin bertahta berlian itu di jari manis Ayame. Lalu berdiri dan memeluk gadis itu.
Sontak sorak Sorai memenuhi gedung resital Kertanegara yang terhayut suasana romantis dari seorang Eiji Reeves.
"Duasar Eiji! Bikin heboh sukanya!" umpat Duncan sambil tertawa dan memeluk Rhea.
Abi dan Dara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan pria slengean itu.
***
Maira menangis terharu melihat adegan romantis yang melebihi drama Korea yang sering ditontonnya. Kak Eiji, ini mah bukan drama Korea abal-abal namanya!
Sebuah tangan kekar memeluk tubuh Maira dan meletakkan kepalanya di dada bidang pria itu.
"Menangislah Mai. Dia memang bukan untukmu" bisik Gozali.
"Hah?" Maira bingung lalu menatap Gozali. "Apa maksud Abang?"
Gozali menatap Maira. "Eiji bukan untukmu. Dia mencintai wanita lain, jadi kalau kamu butuh tempat untuk menangis, menangislah di dada Abang."
"Maira..."
"Mai, ada Abang yang akan selalu bersamamu" bisik Gozali.
Maira terpana. "Abang ngomong apa?"
Gozali mencium kening Maira. "Abang ingin kamu jadi kekasih Abang."
Maira melongo lalu tersenyum manis. "Alhamdulillah. Mai mau jadi pasangan Abang."
Gantian Gozali yang bingung. "Tapi Eiji? Tadi kamu menangis?"
Maura tertawa. "Mai menangis karena terharu melihat kak Eiji sangat romantis melebihi drama Korea."
"Jadi kamu sama Eiji?"
"Kami nggak ada hubungan apa-apa bang. Kami seperti kakak adik."
Astaga! Aku dikerjain! Tapi kalau hasilnya begini, aku akan berterima kasih sama durjana yang membuat aku amburadul begini!
***
Yuhuuu Up Pagi Yaaaaa
Happy New Year eperibadeh
Semoga di tahun yang baru ini lebih baik dari tahun kemarin, banyak barokah bagi kita semua. Aamiin.
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️