My Rey

My Rey
Respeknya para Pria - Season 2


__ADS_3

Aidan menatap Rhett yang masih mengompres pipinya. Dalam hatinya, Aidan memaki kakaknya yang terkadang keterlaluan bar-barnya. Oma Yuna juga bar-bar tapi nggak nurun juga dong! Masak kayak jadi titisannya ih!


"Rhett. Kenapa kamu nggak balas kakakku? Dua kali kamu dihajar, masa diam saja?"


Rhett nyengir licik. "Aku tidak pernah memukul perempuan Ai tapi kalau aku mau membalas kakakmu, tunggu tanggal mainnya."


Aidan dan Arya melongo lalu tertawa terbahak-bahak.


"Serius nih mau jadi kakak ipar aku?" goda Aidan.


"Serius lah! Papimu juga kasih ijin kok aku jadi menantunya" ucap Rhett pede. "Hanya saja kakakmu susah banget!"


Arya lalu menepuk bahu Rhett. "Fighting!"


"Lu kira drama Korea Ya?" omel Aidan.


"Gue kan nggak sengaja lihat mama nonton Drakor biarpun papa sebal lihatnya." Arya tersenyum manis.


***


Kaia bangun pagi-pagi dan bersiap untuk ke tempat gym yang memang dibangun oleh opanya. dan sampai sekarang tempat itu masih dipakai oleh Aidan dan juga dirinya jika berada di London.



Gadis cantik itu sudah siap dengan baju olahraga nya yang bewarna putih. Ruang gym sendiri berada di halaman belakang bersebalahan dengan kolam renang disana.


Para pelayan menyapa Kaia dengan ucapan selamat pagi yang dibalas dengan gadis itu ramah. Dengan membawa handuk dan botol minum, Kaia pun masuk ke dalam ruang gym.



Kaia memulai dengan pemanasan ringan lalu melakukan treadmill sembari menonton tv yang terpasang disana. Kaia paling suka acara musik dan film-film klasik.


Hampir satu jam dia berada di ruang gym lalu keluar untuk mandi, sarapan dan pergi ke tempat latihan menembak opa buyutnya.


Ketika berjalan hendak masuk ke rumah utama, Kaia melongo melihat seorang pria sedang melakukan pemanasan sembari menikmati matahari pagi. Tampaknya pria itu hendak berenang.


"Rhett?"



Pria itu pun menoleh. "Halo Z. Selesai gym?"


Kaia mengangguk. "Aku ke dalam dulu."


"Z! Berenanglah bersamaku."

__ADS_1


Kaia menoleh. "Rhett, aku tuh gerah, penuh keringat, kalau berenang bisa flu nanti."


"Oh come on Z. Masa kamu tidak terpesona dengan tubuhku?" goda Rhett asal.


Kaia berhenti lalu berbalik. "Dengar Mr O'Grady. Papiku punya bodi bagus, semua sepupuku yang pria perutnya kotak-kotak. So, aku harus terkesima dengan tubuhmu gitu?"


Rhett tersenyum licik lalu menarik Kaia dan keduanya tercebur dalam kolam renang. Keduanya lalu muncul dari dalam air.


"RHETT O'GRADY!" jerit Kaia sebal lalu berenang menuju pinggir kolam renang namun tubuhnya ditarik oleh Rhett.


"Kenapa Z? Sekalian mandi kan?" kekeh Rhett yang mengunci tubuh Kaia dengan baju basah kuyup. "Whoah Miss Blair. 36 cup D?"


Kaia mendelik. "Astaga, astaga!" Wajah gadis itu memerah mendengar ucapan tidak ada akhlak pria itu.


"Benar kan?" Wajah Rhett semakin mendekati wajah Kaia.


"Mbaaakk, mandi cepetan gih! Ditunggu Arjuna tuh!" teriak Aidan.


Rhett mengumpat semua bahasa sedangkan Kaia menghembuskan nafas lega lalu dia melepaskan dari Kungkungan Rhett dan menaiki tangga kolam.


"Saved by my brother, Mr O'Grady. Sayang sekali" senyum Kaia jahil.


"Awas kau Z! Masih banyak jalan mendapatkanmu!" senyum Rhett. Kaia hanya memberikan kiss bye lalu berjalan menuju mansion.


Rhett melirik daerah bawahnya. Kenapa kamu ikutan bangun sih junior? Harus boboks! Rhett kemudian berenang untuk menurunkan panasnya otak.


***



"Halo cantik" sapanya sambil memeluk dan mencium pipi Kaia seperti biasanya.


"Hai ganteng" sapa Kaia sambil berjalan berpelukan.


"Jauhi tanganmu dari calon istriku, Arjuna!" hardik Rhett yang datang dengan berkalung handuk besar.


"Whoah! O'Grady! Apa yang kamu lakukan di mansion Oom ku?" kekeh Arjuna sambil tetap memeluk Kaia.


"Suka-suka akulah! Lagian Mr Blair sudah mengijinkan" sahut Rhett cuek sambil masuk ke kamarnya.


"Aiden! Kok bisa si O'Grady tinggal disini?" tanya Arjuna sambil duduk di meja makan yang sudah kembali normal menjadi banyak kursi.


"Dia yang minta ijin sama papi menginap di mansion dan papi kasih ijin. Gue kudu bilang apa chuy?" ngeles Aidan.


"Modus dia!" kekeh Arjuna.

__ADS_1


"Dah tahu kamu sepupuku, Jun" jawab Kaia.


"Siapa yang kasih tahu?" tanya Arjuna


Kaia hanya menuding adiknya. Arjuna langsung menepok jidatnya.


"Gue sama Kaia lagi mo ngerjain Rhett, cumiiii!" omel Arjuna.


"Woi, anak orang, kampret! Lagian gue setuja kok dia jadi kakak ipar gue" cengir Aidan.


"Gue juga setuja" sahut Arya yang baru datang. "Kai, Rhett itu limited edition. Sekali-kali lah kamu open mind sama perasaan kamu. Benar menurut mu Oom Duncan paling perfect tapi kamu kan tahu Oom Duncan the one and only juga dan nggak ada yang lain. Tetapi misal ada yang mirip atau lebih dari Oom Duncan dan mencintai kamu, apa salahnya kalau kamu terima. Penjajakan dulu, kalau cocok lanjut ke penghulu, nggak yaaa bye."


Ketiga orang di meja makan memandang Arya takjub.


"Tumben lu bener Ya biasanya kagak" kekeh Aidan.


"Haaaiissshhhh, aku cuma mau bikin Kaia melek bro. Dia kelamaan kumpul sama kita-kita Cogan jadi sama laki yang baru kebangetan cueknya."


"Jadi Rhett itu Dimata kalian yang cowok-cowok tuh punya nilai lebih?" tanya Kaia.


"Yoooiiii" jawab mereka serempak.


"Astaghfirullah. Aku kok curiga kalian tuh sebenarnya belok deh" goda Kaia.


"Astaghfirullah mbaaakk! Masih doyan cewek iniiii!" protes Aidan sebal.


"Kai, bukan nilai lebih yang miring kayak otak lu tapi aku respek sebagai sesama pria yang salut dengan gentlenya Rhett" ucap Arjuna.


Kaia menatap adik dan kedua sepupunya. Mereka memang selalu ada dalam suka dan duka jika sama-sama memiliki masalah. Dan Kaia tahu, adik dan semua sepupu prianya bukan tipe yang gampang memuji seseorang. Namun mereka sangat respek dan memuji Rhett dengan lugas.


"Kalau Mbak masih ragu-ragu, coba saja dibawa ke tempat latihan menembak. Pantas nggak dia buat mbak." Aidan tahu Kaia sangat mandiri dan sepatutnya mendapatkan pasangan yang bisa membuatnya merasakan membutuhkan perlindungan.


"Kamu itu terlalu mandiri Kai. Nggak ada salahnya jika kamu membiarkan seorang pria untuk membuatmu butuh dilindungi. Oom Duncan mungkin bisa tapi berbeda konteksnya jika ada seorang kekasih atau suami. Terkadang pria itu sangat bahagia jika wanita yang dicintainya membutuhkan dirinya dan bermanja-manja" ucap Arjuna.


Kaia menatap ketiga pria di hadapannya sembari berpikir tanpa mengetahui Rhett mendengar semua ucapan Aidan, Arya dan Arjuna yang memuji dirinya.


Pelan-pelan kamu akan tahu aku seperti apa Z.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Oh untuk Rain, aku pending dulu ya soalnya biar momentnya Ghani selesai dulu. Nanti Ghani kelar, aku baru lanjut ke Rain biar nggak bingung.


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2