My Rey

My Rey
Mulai Memilah Data - Season 2


__ADS_3

Abian, Rhett dan Levi sudah sampai di pabrik baja milik Rhett O'Grady dan segera menuju ruang high performance computing milik pria itu. Abian sendiri tidak membuang waktu untuk memeriksa semua data yang dia ambil dari empat tahun lalu untuk dikirimkan ke komputernya di rumah yang sudah dihandle oleh Bryan dan Kaia.


"Oom tidak akan mengambil data rahasia perusahaanmu Rhett. Oom hanya memfokuskan data yang ada pada saat kecelakaan itu terjadi dan sebelumnya. Bukan tidak mungkin kita bisa menemukan sesuatu yang kita butuhkan."


Rhett hanya mengangguk. "Aku serahkan semuanya pada Oom karena jujur hingga detik ini aku masih shock dengan semuanya."


"Arya bercerita kepadaku bahwa Kaia sudah memupuk dendam yang mengerikan" ucap Levi.


"Apa itu?" tanya Abian.


"Jika terbukti bahwa Louisa O'Grady bersalah, dia akan membuat bibimu mengalami luka bakar yang sama dialami oleh Oma Yuna baru diserahkan ke polisi."


Abian dan Rhett tiba-tiba merasakan merinding.


"Rhett, tolong bujuk Kaia agar meredam dendamnya" ucap Abian menatap pria Irlandia itu.


"Akan saya coba Oom."


Levi menatap Rhett dalam. "Kaia memang zonk soal asmara tapi kalau soal berbuat di luar nalar, jagonya. Role model Kaia adalah Oma Yuna yang merupakan wanita tangguh di klan Pratomo. Aku mohon Rhett, jauhkan dia dari tangan berlumuran darah."


Rhett menatap Levi. "Of course Vi. Tidak akan aku biarkan dia membalaskan dendamnya seperti yang dia inginkan."


***


Bryan dan Kaia meneliti data yang dikirimkan Abian di ruang komputer rumah Abian. Dibantu dengan Gary, mereka bertiga mulai memilah-milah data yang ada.


"Mbak, ini datanya banyak banget. Bisa berhari hari nih!" ucap Bryan.


"Nggak papa. HPC mu mampu kan?" tanya Kaia.


Bryan bersikap seolah olah shock. "Seriously mbak? Dikau meledek kemampuan papa Abian Smith?" ucapnya dramatis.


Kaia terbahak. "Duh adikku yang ganteng kayak sekoteng. B ajah bocil!"


Bryan hanya tertawa dan dengan terampil, tangannya mengutak-atik semua data dengan membuat program memilah data yang di luar urusan perusahaan Rhett.


"Aku sudah membuat program supaya kita nggak capek nungguin" ucap Bryan.


"Wow Bry! Kau benar-benar anak Oom Abian!" puji Kaia.


"Kalau aku bukan anak papa Abian terus aku tuh anak siapa mbaaakk" omel Bryan gemas dengan kakaknya.


***


Dua hari kemudian Gozali sampai di Boston atas permintaan Abian. Sebelumnya Abian menceritakan apa yang mereka temukan di bangkai pesawat Gulfstream naas itu yang membuat suami Naina itu marah luar biasa.


Arya yang melihat papanya datang langsung lega karena papanya bersedia membantu mencarikan bukti-bukti yang membuat mereka bisa mengajukan ke pihak berwajib.

__ADS_1


"Bian, kamu serius?" tanya Gozali.


"Serius pakai banget!" ucap Abian.


"Ghani sudah kamu beritahu?"


Abian menggeleng. "Kamu tahu kan Ghani gimana? Dia bisa melakukan hal nekad sama dengan keponakan cantiknya itu."


"Kaia akan melakukan apa?"


"Membuat orang yang mencelakakan kedua opa omanya sama-sama memiliki luka bakar seperti Tante Yuna baru diserahkan ke polisi."


Gozali mengusap wajahnya kasar. "Kaia gila! Tante Yuna mengalami luka bakar hampir 60%!"


"Dan aku tidak heran jika Kaia bisa melakukannya karena dia cucunya Oma Yuna" ucap Levi.


***


Kaia merasa lelah luar biasa menatap layar monitor membaca semua data yang baru beberapa yang masuk tapi sudah membuat mata birunya pedas.


Aku butuh tidur!


Gadis itu langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menyalakan lampu besar karena sudah menyala lampu kecil. Tanpa berganti baju tidur karena saat ini Kaia hanya memakai kaos dan celana legging, gadis itu langsung naik tempat tidur dan terlelap.


Tanpa Kaia sadari ada seseorang yang berada di belakangnya dan memberikan pelukan dari belakang. Pria itu mencium leher Kaia.


Pria itu pun ikut terlelap bersama Kaia.


***


Kaia mengerjap-kerjapkan matanya dan merasa ada sebuah tangan melingkar di atas perutnya. Tanpa menoleh pun Kaia tahu si pemilik tangan itu.


"Kalau kamu nggak menyingkirkan tanganmu dari tubuhku, jangan salahkan aku jika juniormu akan aku..."


Cup!


"Morning Z" senyum Rhett setelah memberikan ciuman di pipi Kaia.


Kaia langsung menyikut perut kotak-kotak Rhett yang langsung terbatuk terkena sikut gadis itu.


"Ya ampun Z!" desisnya dengan suara tertahan.


Kaia pun bangun dan mengambil baju ganti dan menuju kamar mandi. Rhett hanya tersenyum sambil mengusap perutnya yang lumayan terasa sakit setelah disikut.


Apa besok kalau kita sudah menikah, apa aku bakal dihajar seperti ini setiap pagi? Rhett tertawa kecil membayangkan harus membuat Kaia kalah telak sebelum menghajarnya. Astaga! Pagi-pagi otakku sudah traveling!


Kaia keluar dari kamar mandi mengenakan gaun warna biru dan hanya menatap dingin ke arah Rhett yang masih malas-malasan di atas tempat tidur gadis itu.

__ADS_1



"Sekarang jelaskan padaku. Ngapain kamu di tempat tidur ku?" tanya Kaia dingin. "Mana nggak pakai baju pula!" Gadis itu duduk di sofa yang berada di depan tempat tidur.


Rhett pun mengganti posisinya menjadi tengkurap dan menatap tajam Kaia.


"Aku memang kalau tidur selalu Shirtless" ucapnya yang membuat Kaia melongo lalu terbahak.


"Oh my God Mr O'Grady. Aku kira kamu hendak mengatakan apa? Nggak usah sok cool gitu! Nggak mempan!" kekeh Kaia.


"Really? Nggak mempan?" goda Rhett dengan wajah usil.


"Maksudnya apa ya?" tanya Kaia. Rhett pun bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Kaia. Wajah gadis itu memerah melihat pria Irlandia itu hanya mengenakan boxer.


"Yakin nggak mempan dengan pesonaku, Z?" bisik Rhett yang membungkuk di hadapan Kaia. Gadis itu menelan salivanya dengan gugup.


Benar-benar damage pria Irlandia ini keterlaluan!


Kaia menatap mata biru Rhett dengan wajah menantang meskipun jantungnya berdebar-debar.


"Nggak mempan Mr O'Grady" ucapnya dengan agak bergetar. Ya ampun Kai, sepupumu itu body nya juga nggak kalah sama Rhett! Kenapa kamu gugup sih! Oh come on Kai! Fokus! Eh tapi fokus sebelah mana?


Rhett hampir tergelak melihat wajah Kaia yang sok dingin tapi dia melihat mata panik Kaia. Pria itu mencium pipi Kaia lagi.


"Aku suka melihat mu panik seperti itu Z. Menggemaskan!" bisiknya yang membuat Kaia membeku.


"Ehem! Permisi!" Kaia pun berdiri hendak meninggalkan Rhett namun pria itu memegang tangannya.


"Jangan membantingku Z karena jika kamu membanting ku, aku tidak akan bertanggungjawab apa yang akan terjadi selanjutnya" goda Rhett.


"Lepaskan tangan sa..."


"Kaaaaiiii ! Ayo keluar! Aku menemukan sesuatu!" teriak Levi.


Kaia melepaskan tangannya dari genggaman Rhett dan membuka pintu kamarnya. Mata Levi membulat sempurna.


"Kalian tidur bareng?"


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Maaf hari ini benar-benar ga crazy up


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2