
Rhea dan Duncan memutuskan untuk jalan-jalan berdua menuju Sakaiura Beach dekat kota Tokyo. Mereka ingin menikmati liburan sementara sebelum kembali ke New York. Biarpun berdua, tapi tetap saja ada pengawal bayangan yang selalu mengikuti mereka.
Edward dan Abi semakin protektif semenjak Rhea hamil bahkan keduanya lebih cerewet dibandingkan Duncan. Melihat istrinya jengah dengan kerempongan Daddy dan papanya, Duncan mengajak Rhea jalan-jalan agar mood bumil menjadi bagus.
Rupanya di Sakaiura Beach sedang ada acara dekat situ dan kedua pasutri itu pun ikut dalam acara tersebut untuk refreshing.
"Abang nggak tahu kalau ada ramai-ramai disini, Rey" ucap Duncan sambil memeluk istrinya.
"Nggak papa kok. Lihat pantai saja, Rhea sudah senang" jawab bumil cantik itu.
Duncan langsung memeluk istrinya yang menangkupkan kedua tangannya ke wajah suaminya.
"Kamu hamil kok makin cantik sih sayang?" bisik Duncan. "Jangan-jangan anak kita nanti cewek deh!"
"Memang kalau cewek kenapa?" tanya Rhea sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Duncan.
"Cantik seperti maminya" ucap Duncan yang segera melu*mat bibir Rhea yang mengundang.
"Ehem!" suara bariton terdengar di telinga Rhea dan Duncan yang sedang asyik berciuman.
"Masayuki?"
***
Duncan menatap Yuki dengan cemberut sedangkan yang ditatap hanya mengalihkan pandangannya ke arah orang-orang yang masih berkumpul.
"Kamu ngapain ke sini M?" tanya Duncan sebal karena acara berduaan dengan Rhea berantakan.
"Aku diundang temanku kesini untuk membantu display layar lebar agar lebih beranime. Kami kan rencananya mau ada lomba desain game dari pihak SQE" ucap Yuki sambil minum air kelapa dari buahnya.
"D, apa kamu tahu? Bang Joshua sudah menjual saham perusahaan IT nya lho."
Duncan dan Rhea terkejut. "Lho kenapa?"
"Perusahaan Al Jordan yang di solo akan diambil alih oleh Bang Joshua karena Oom Rudy mau pensiun. Hanya saja ini nanti diserahkan kepada asisten Oom Rudy dulu. Bang Joshua akan ke solo tiap bulan karena passion dia sebenarnya mengajar sama seperti Oom Alex dan Kenzo."
"Perusahaan J dijual ke siapa?" tanya Duncan.
Masayuki hanya nyengir dan jari telunjuk kanannya menuding ke dirinya sendiri.
"Whoah! Kamu yang beli?" seru Duncan. "Hebat!"
"Aku sama kak Abian sih sebenernya yang ambil alih karena perusahaan itu kan yang bangun mereka berdua. Bang J sudah cukup pening dengan mengajar, ngawasi Valora, si kembar ditambah perusahaan Dad jadi harus dilepas salah satu dan perusahaannya sendiri yang dilepas."
"Setidaknya masih di keluarga sendiri, Kak Yuki" sahut Rhea.
"Iya, sayang kalau perusahaan sebagus milik bang J diambil orang lain. Secara aku kan juga paham isi perusahaan bang J."
__ADS_1
"Yukiiii !" panggil seorang pria kepada Masayuki.
"Aku kesana dulu ya D, Rhea. Monggo dilanjut acara kissingnya" cengir Masayuki sambil kabur menuju tempat acara.
"Dasar Yuki!"
Rhea hanya tertawa kecil. "Aku salut lho bang sama keluarga Abang. Akur semua."
Duncan memeluk istrinya yang duduk di sebelah.
"Abang mau kalau kita punya anak banyak, kita didik menjadi pribadi yang hangat dengan keluarga, respek satu sama lain seperti halnya di keluarga besar abang. Berantem? Sering. Adu argumen? Sering. Tapi bagaimana pun, keluarga itu yang utama.
Prinsip di keluarga besar kami, kalau nggak suka langsung bilang apa adanya kecuali soal asmara biasanya kita tertutup sebelum yakin bakal bisa membawa masuk orang luar menjadi anggota keluarga.
Kamu tahu kenapa sepupu-sepupu Abang pada suka nginap di rumah papa Abi? Karena kalian tidak beda jauh dengan keluarga besar kami, apalagi kamu sudah diketahui jadi calonnya Abang makanya mereka nggak sungkan meskipun bikin papa Abi suka tensi sih" cengir Duncan.
"Rhea dan mas Ghani juga dididik sama mommy begitu. Sekarang saja Rhea jarang komunikasi dengan mas Ghani semenjak sibuk di NYPD trus di FBI tapi paling tidak seminggu dua kali, mas Ghani telpon Rhea."
"Ghani menyayangi kamu dengan caranya sendiri Rey" bisik Duncan sambil mencium pipi Rhea yang mulai berisi.
"Mau pulang atau masih mau jalan-jalan lagi?"
Rhea menatap Duncan. "Pulang. Rhea pengen ramen."
"Bumil ngidam kah?" kekeh Duncan. Rhea mengangguk. "Yuk ke asakusa."
***
Duncan sampai terbengong-bengong melihat Rhea memesan dua mangkok ramen daging sapi dan semuanya licin tandas.
"Bu, lapar apa doyan?" goda Duncan yang membuat Rhea cemberut.
"Anakmu yang minta!" jawab Rhea judes yang membuat Duncan tertawa.
"Iya deh Bu" Duncan mengecup perut Rhea sambil berbisik "Laper ya boy?"
Tentu saja pengunjung warung ramen itu tersenyum melihat keuwuan bule kekar asyik mencium perut wanita Asia cantik.
Selesai membayar, keduanya pun pulang menuju mansion Al Jordan.
***
Duncan dan Rhea terkejut melihat Dara menangis tersedu-sedu di pelukan Abi. Shanum tampak mengelus-elus punggung mommymya.
"Mom? Mommy kenapa?" tanya Rhea bingung. Matanya pun melihat bagaimana Joshua sibuk menelpon seseorang sedangkan Miki hanya berpelukan dengan Hiro.
"Ada apa ini?" tanya Duncan.
"Rhea, mbak harap yang kuat ya" ucap Miki.
__ADS_1
"Apa?"
"Gozali ditembak seseorang."
Seketika dunia Rhea menjadi gelap dan tubuhnya pun lemas seketika.
"REEYYY!"
***
Duncan mondar-mandir di depan kamar dimana Rhea sedang diperiksa oleh Ingrid dan ditemani Dara serta Shanum.
"D!" panggil Joshua.
Duncan pun menuju tempat Joshua duduk menghadap MacBook nya bersama Mamoru, Abi dan Hiroshi.
"Apa yang terjadi?" tanya Duncan. Dia harus tahu dulu sebelum bertindak. "Gozali gimana?"
"Semalam Gozali mengawal seorang politisi di Jakarta bertemu dengan seseorang yang ternyata orang itu adalah mafia."
"Klan mana?" Meskipun Duncan sudah memutuskan untuk tidak ikut-ikutan dunia itu, tapi dia mengenal baik para sahabat ayahnya.
"Tampaknya klan baru, Dark Eagle." Joshua masih lincah bermain di MacBook nya untuk mencari tahu. "Rupanya politisi yang dikawal Gozali itu memiliki hutang kepada ketua mafia itu dan dia tidak mau membayar akibatnya terjadi adu tembak. Gozali terkena peluru di bahu dan kakinya. Beruntung dia selalu pakai rompi anti peluru dan pelurunya tidak kena aorta. Sekarang dia di rumah sakit tempat Tante Diana bekerja."
"Politisinya?" tanya Duncan.
"Tewas ditembak oleh pemimpin klan Dark Eagle. Anak buah Gozali yang bernama Mark juga jadi korban tapi masih selamat."
"Aku belum pernah mendengar nama klan itu tapi akan aku cari tahu. Berapa orang yang jadi korban?"
"Gozali membawa sepuluh anak buah, satu meninggal lainnya luka-luka termasuk Gozali."
"Aku heran tumben Gozali tidak melakukan screening klien terlebih dahulu seperti biasanya" gumam Abi yang wajahnya masih shock ketika mendengar kabar dari Diana.
"Aku akan cari tahu pa." Wajah Duncan mengeras dengan mata berkilat menahan amarah. Meskipun dia dan Gozali sempat menjadi rival tapi sekarang mereka adalah saudara.
Hiro, Abi, Mamoru dan Joshua merinding ketika aura mafia Duncan yang selama ini dia tekan mulai keluar.
"Oom Bryan. Aku minta tolong."
Jangan pernah bermain-main dengan klan Blair !
***
Yuhuuu Up Siang menjelang Sore Yaaakkk
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
__ADS_1