My Rey

My Rey
Eiji Reeves


__ADS_3

Gozali menatap pemandangan dari gedung kantornya, perusahaan yang dia rintis dari nol, perusahaan yang nyaris bangkrut bisa dia bangun kembali bahkan menjadi lebih besar tanpa bantuan dari bapaknya. Wajah Maira yang malu-malu mengungkapkan sudah suka padanya sejak tiga tahun lalu membayanginya.


Tapi aku masih ada rasa sama Rhea.


Gozali menghembuskan nafas panjang sampai Mark mengetuk pintu ruangannya


"Apa Mark?" tanya Gozali.


"Boss, ada klien baru seorang artis dari Jepang meminta kita mengawalnya selama dia melakukan tour disini."


"Siapa namanya?"


"Eiji Reeves."


***


Duncan memperhatikan presentasi yang dilakukan oleh Javier Arata yang memang sangat profesional dan menguntungkan. Abi melirik Duncan yang hanya memberikan kode 'ok' dengan jarinya.


Usai penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Javier, barulah Duncan memeluk sepupunya itu. Sikap profesional keduanya memang diakui oleh Abi. Di forum pertemuan, keduanya berbicara bisnis tetapi setelah keluar dari ruang mereka kembali menjadi keluarga.


"Halo Oom Abi. Apa kabar?" sapa Javier ramah. "Maaf tadi saya harus profesional sama Oom."


"It's Okay Javi. Alhamdulillah Oom sehat" jawab Abi setelah mereka berada di ruang kerja Abi yang luas.


Abi, Duncan, Antasena, Neil dan Javier menikmati acara makan siang di ruangan Abi.


"Adikmu gimana kabar, Vier?" tanya Duncan.


"Haduh bang! Ampun deh! Papa sampai pusing ngadepin Valora" keluh Javier. "Dulu mama memang nakal sampai-sampai dikeluarkan tiga sekolah elit di Inggris tapi Valora sampai Swiss juga nggak berubah. Masuk black list lagi tuh bocah!"


Abi, Antasena dan Neil tertawa kecuali Duncan yang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Javier memang serius jika menyangkut pekerjaan namun jika sudah berkumpul dengan keluarga, menjadi hangat.


"Makanya Oom Jammie seperti Napak tilas ya kirim Valora ke Tokyo" kekeh Duncan.


"Lumayan bang, diawasi sama Yuki agak manut tuh bocah! Lagipula Valora segan sama bang Joshua dan mbak Miki."


"Syukurlah kalau ada yang disegani karena kalau tidak, adikmu bisa kebablasan bar-barnya" komentar Abi.


"Iya Oom. Mama sampai pusing juga karena Valora lebih parah darinya" kekeh Javier. "Ohya bang, Kak Eiji mau resital disini lho."


"Ohya? Kapan?" tanya Duncan.


"Katanya Minggu depan. Ada undangan dari Sekolah musik Yamaha."


"Siapa itu Eiji Reeves?" tanya Neil.


"Bukannya dia pianis dari Jepang yang albumnya laris dimana-mana ya?" celetuk Antasena.


"Iyaaa Oom. Kak Eiji itu anaknya Oom Alex Reeves" jawab Javier.


"Keponakannya Ryu?" tanya Abi.


"Iya Oom. Oom kenal Oom Ryu?"


"Kenal lah. Kami, Oom dan Tante Adara sering bertemu kalau pas makan di restorannya pula kan kerjasama sama Daddymu kan D." Abi menoleh ke Duncan yang mengangguk.


"Baguslah pada kumpul disini jadi aku tinggal bilang kalau dalam waktu kurang dari dua bulan, aku akan menikah dengan Rey."


Javier tersenyum. "Akhirnya ya Bang. Alhamdulillah."

__ADS_1


***


Rhea menjerit heboh ketika mendengar nama Eiji Reeves hendak mengadakan resital di Jakarta. Selama dirinya di New York, dia selalu melewatkan acara resital Eiji karena padatnya kuliah dan pekerjaannya di Broadway.


"Abang! Rhea nggak mau tahu pokoknya harus dapat tiketnya Eiji!"


"Ngapain pakai tiket sayang? Abang tinggal telpon Eiji, beres deh!"


"Kok Abang nggak bilang kalau Eiji itu sepupu Abang?"


"Lha kamu nggak nanya!" kekeh Duncan.


"Habis, sepupu Abang banyak banget kan Rhea nggak hapal."


"Gini ajah, Abang telpon Eiji sekarang ya."


Mata Rhea berbinar-binar. "Beneran?"


Duncan langsung melakukan panggilan video dan tak lama wajah tampan Eiji berada di layar ponsel Duncan.


"Assalamualaikum bro" sapa Eiji.


"Wa'alaikum salam. Untung lu pakai baju kalau nggak gawat bro!" kekeh Duncan.


"Memang kenapa?"


"Ada yang pengen ketemu" Duncan lalu menggeser ponselnya.


"Whoah! Ceweknya D! Apa kabar Rhea Greesa Giandra" sapa Eiji ramah. Wajah tampan Eiji sangat mirip dengan papanya Alex Reeves dan usianya sama dengan Ghani.


"Alhamdulillah baik kak Eiji. Rhea nggak tahu kalau kak Eiji saudaranya Abang."


"Keterlaluan memang Abang kesayanganmu itu. Mana waktu kamu resital di Jakarta..."


"Emang ada apa?" tanya Rhea bingung.


"Jadi waktu itu..." Eiji menggoda Duncan.


"Shut up Ji!" Eiji tertawa terbahak-bahak.


"Rhea, datang ya ke resital kakak. Nanti kakak kasih akses VVIP buat kamu dan sepupu durjana kakak."


"Aseeekkk! Makasih kak Eiji!" senyum Rhea bahagia.


"Sama-sama. Bro, sekarang aku tahu kenapa kamu tergila-gila dengan Rhea." Eiji menatap serius ke Duncan.


"Kenapa?"


"Senyumnya mirip Tante Yuna."


***


Tiga Hari Kemudian


Gozali mempelajari klien barunya yang ternyata masih saudara sepupu dengan Duncan Blair. Melihat profil dan karakter Eiji membuat Gozali bisa membuat parameter proses proteksi pria tampan itu.


Suara ponsel Gozali berbunyi dan tanpa melihat siapa yang menelpon, pria itu menerimanya.


"Halo."

__ADS_1


"Assalamualaikum sayang."


"Wa'alaikum salam Bu." Mood Gozali selalu bagus jika Dara yang menelpon.


"Kamu hari ini ngantor sampai jam berapa sayang?"


"Goz hari ini sampai jam lima sore bu."


"Bobok rumah ya, soalnya ada tamu dari Jepang datang. Sepupunya Duncan pada mau nginap di rumah. Kamu datang sekalian kenalan biar ramai."


"Baik Bu. Nanti Goz dari kantor langsung ke rumah, kan baju-baju Goz masih banyak disana."


"Mau dimasakin apa?" Dara selalu menanyakan hal itu baik kepada suaminya ataupun anak-anaknya.


"Apapun yang ibu masak, Goz kan selalu makan" kekeh Gozali.


"Iya ya" gelak Dara. "Ya udah, sampai nanti ya nak. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam."


Gozali kembali melanjutkan pekerjaannya setelah menutup panggilan ponselnya.


***


Rhea tidak percaya ketika melihat Eiji Reeves berada di depan pintu rumahnya. Sepupu Duncan itu sengaja terbang diam-diam ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi milik ayahnya.


"Astaghfirullah!" Rhea rasanya hampir kena serangan jantung.


"Halo tunangannya sepupuku" senyum Eiji sambil menyerahkan sekotak coklat kepada Rhea.


"Makasih. Ayo masuk kak" ajak Rhea. Eiji kemudian mengekor gadis pujaan sepupunya itu.


"Mommy, ada kak Eiji Reeves."


Dara yang sedang di dapur pun keluar.


"Eh, kok Eiji? Kirain Javier soalnya Duncan bilang Javier mau ke rumah." Eiji terbahak.


"Halo Tante Dara. Salam kenal saya Eiji Reeves, sepupunya Duncan, keponakannya Oom Ryu." Eiji mencium punggung tangan kanan Dara.


"Salam kenal juga. Ayo duduk anak ganteng" goda Dara.


"Astaga mommy! Kalau Daddy dengar bisa gegeran" keluh Rhea yang hapal gimana bucinnya sang ayah.


"Lho mommy kan bilang apa adanya" kekeh Dara.


Suara banyak orang terdengar dari ruang tamu dan tampaklah Abi, Duncan dan Javier masuk ke ruang tengah.


Duncan dan Javier terkejut melihat Eiji dengan santainya duduk di sofa.


"Ngapain elu kesini?" tanya Javier.


"Lihat calon istrinya D" cengir Eiji.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2