My Rey

My Rey
Alhamdulillah SAH! Plus Rusuh


__ADS_3

"Bismillahirrahmanirrahim


Ananda Duncan Sherlock Blair bin Edward Jonathan Blair, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Rhea Greesa Giandra dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat, perhiasan 220gram dan saham 5% di MB Enterprise. Dibayar tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Rhea Greesa Giandra binti Abimanyu Giandra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai karena Allah.”


"Bagaimana para saksi?"


"SAH!"


Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Duncan dan Rhea setelah melewati banyak peristiwa dan kejadian yang harus menunda, akhirnya ijab qobul pun dilaksanakan di rumah Abi.


Sesuai permintaan Rhea, hanya keluarga besar kedua mempelai saja yang hadir sedangkan para kolega dan rekan bisnis dipersilahkan datang atau mengirimkan kado.


Usai ijab qobul dan acara sungkeman, Rhea pun berganti busana santai untuk acara garden party. Dia ingin berkenalan dengan para keluarga suaminya.


Ghani datang bersama dengan Raymond Ruiz, partnernya yang sudah diberi ijin oleh kapten Briscoe.



Rhea sangat bahagia melihat kakak lelakinya datang meskipun di tengah-tengah kesibukannya sebagai detektif NYPD. Ghani memeluk adik perempuannya dengan sayang.


"Kamu cantik banget dik pakai gaun pengantin begini" puji Ghani.


"Makasih mas" jawab Rhea sambil tetap memeluk kakaknya. Ghani mencium kening adiknya lalu melerai pelukannya dan mengelus kepala Rhea dengan sayang.


"Selamat ya Rhea. Akhirnya bisa merit juga sama pujaan hati." Raymond memberikan pelukan kepada Rhea yang mendapatkan pelototan dari Duncan.


"Woooiiii!" protes Duncan tidak suka.


"Ish, pelitnya sama orang yang membantu waktu kamu kecelakaan" cebik pria tampan itu yang membuat Rhea tertawa.


"Terimakasih kak Raymond sudah mau datang" ucap Rhea sambil menyalami partner kakaknya.


Duncan pun memeluk Raymond berterimakasih atas kedatangannya.



Seluruh keluarga besar Pratomo-Al Jordan-McGregor-Blair-Reeves tampak ramai dalam acara pernikahan itu. Bahkan Eiji dijadikan bulan-bulanan oleh para sepupunya.


"Dia tuh melamar main drama dulu" kekeh Javier.


"Elu kan yang bikin skenarionya?" hardik Eiji.


"Tapi elu ma Maira ya mau saja jadi aktornya" gelak Javier yang langsung mendapat pitingan oleh Eiji. Ryoma, Agra, Kenzo, Keanu, Joshua, Masayuki dan Mamoru pun tertawa terbahak-bahak melihat kekacauan dua sepupu resehnya.


"Kamu lihat sendiri kan sayang, betapa kacaunya pesta pernikahan kita kalau semua keluargaku kumpul" bisik Duncan kepada Rhea yang hanya cekikikan melihat rusuhnya sepupu-sepupu suaminya.


"Justru aku suka yang seperti ini. Lebih alami" gelak Rhea.


"Alami dari mana? Alami ancurnya iya!" gerutu Duncan. Lalu dia membisikkan sesuatu yang membuat Rhea memerah wajahnya.

__ADS_1


"Masa begitu?" pelotot gadis itu ke arah suaminya.


"Lho mom yang ngajarin. Kamu kan dah lihat sendiri mereka gimana?" cengir Duncan.


"Bisa dimarahi mom dan dad nanti!"


"Udah, percaya saja sama Abang!" ucap Duncan yakin.


"Kalian mau kabur ya?" tanya Dara diantara putri dan menantunya.


"Mom!"


"Ma?"


Dara cekikikan. "Kalian kira mom nggak tahu rencana kalian? D, nggak boleh kabur ya belum sepasar!"


Duncan langsung lemas. "Gagal deh unboxing. Aadduuhhh!"


"Kamu mau seumur hidup unboxing silahkan!" bisik Dara sambil menjewer kuping Duncan. "Tapi ini masih banyak keluarga. Jangan seenaknya sendiri!"


Duncan menatap mama mertuanya dengan wajah memelas. "Njih ma."


"Anak nakal ini mau kabur, Ra?" tanya Yuna melihat putra tunggalnya dijewer Dara.


"Hu um" jawab Dara sambil melepaskan jewerannya.


"D, kamu masih ada urusan sama Ghani, Daddy dan Papa Abi lho! Jangan egois!" Duncan tambah tidak berkutik kalau mommnya sudah keluar judesnya.


"Iya mommyku tersayang." Duncan memeluk mommynya.


"Bomat G! Emak-emak gue juga!" balas Duncan judes.


Rhea menatap Dara yang memegang pelipisnya dengan senyum merekah. "Rhea suka kalau acara merit begini. Ramai nggak boring."


Dara menatap putrinya yang sudah menjadi istri Duncan. "Sekali seumur hidup saja ya sayang, mommy pusing degan kerusuhan ini."


Rhea terbahak lalu memeluk Dara sayang.


***


Abi tampak asyik mengobrol dengan para bapak-bapak. Ada Mike Cahill, Edward dan Stephen Blair,Eddie, Ryu, Rey dan Alex Reeves, Rudy Akandra, Hiroshi Al Jordan, Reza Pratomo dan Antasena Harsaya.



Selain membicarakan hubungan keluarga yang semakin bertambah, mereka juga membicarakan soal bisnis. Kapan lagi bisa bertemu dengan orang-orang terpandang seperti mereka.


Ghani pun berkenalan dengan para sepupu Duncan dan mereka heboh ketika tahu dirinya lebih memilih menjadi detektif di NYPD.


"Kukira kamu mau ambil alih perusahaan Oom Abi" celetuk Ryoma.


"Nggak sekarang kayaknya, aku masih suka pekerjaanku sekarang ini" jawab Ghani.

__ADS_1


"Kasus apa yang bikin elu shock G?" tanya Eiji.


"Kasusku dua bulan lalu. Bikin aku mewek." Ghani lalu bercerita seorang ibu kehilangan putrinya yang berusia enam tahun dan ketika Ghani dan Raymond berhasil menemukan, si anak sudah menjadi jasad dan organ tubuhnya hilang.


"Astaghfirullah!" seru para pria tampan disana.


"Paling sulit adalah memberitahukan kepada ibunya karena berharap putrinya pulang hidup-hidup." Ghani menatap sendu kepada para pria yang menjadi saudaranya sekarang.


Gozali memeluk adik angkatnya. "Resiko pekerjaan G, tapi jangan dijadikan itu beban dirimu. Masih banyak yang membutuhkan bantuanmu."


"Thanks Goz." Ghani tersenyum tipis.


***


"Ingat Valora, mbak Miki nggak mau kamu bikin ulah di rumah orang! For God's sake, kamu tuh sudah 19 tahun tapi kenapa masih bar-bar sih? Lihat tuh si kembar JM jadi ikutan kayak kamu!" omel Miki Al Jordan Akandra kepada sepupu cantiknya Valora Arata, adik Javier Arata.


"Si kembar JM kan memang ada gen bar-bar, jangan salahkan Lora dong!" cebik Valora, gadis cantik bermata biru seperti mommnya Vivienne Neville Arata. Javier memiliki mata hazel, gabungan warna dari mata coklat Jammie dan biru Vivienne.


"Haaaiissshhhh. Pokoknya mbak sudah kasih tahu kamu ya. Tante Vivi pesan ke mbak supaya ngawasin kamu!" ucap Miki galak.


"Iya Iyaaaa, mbakku!" cebik Valora.


"Sayang, Jo minta maem salad tuh" panggil Joshua ke istrinya.


"Iya sayang" jawab Miki lalu berjalan ke arah suaminya.


Valora pun berjalan di halaman belakang rumah Abi yang luas. Hari ini dia memakai gaun hitam backless yang menunjukkan punggung indahnya. Valora yang dikenal bar-bar di kalangan sepupunya, akhirnya kuliah di Jepang dengan pengawasan ketat Joshua di kampus. Sekarang dirinya sedang memulai pembuatan skripsi karena dia masuk kuliah sejak usia 15 tahun.



"Haaaahhhh, sebalnyaaaa! Nggak boleh bar-bar sama mbak Mikiii!" teriak Valora kesal.


"Cewek cantik-cantik kok bar-bar?" sebuah suara maskulin membuat Valora berbalik.


Astaghfirullah! Cakepnya nih cowok!


"Kamu siapa?" tanya Valora. "Saudaranya Rhea?"


"Bisa dibilang aku saudaranya Ghani, kakak Rhea."


Pria itu mengulurkan tangannya. "Raymond Ruiz."


"Valora Arata" balas gadis itu.


"Namamu cantik!" senyum Raymond.


***


Yuhuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author

__ADS_1


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2