
Kaia sampai di mansion Blair sekitar pukul tujuh malam setelah diantar oleh Arjuna. Pria tampan itu tidak mampir ke mansion karena mama Rain memintanya segera pulang.
Seorang pelayan membukakan pintu utama dan yang ingin Kaia lakukan adalah mandi air hangat untuk menghilangkan bau mesiu setelah tadi dia dan Arjuna bersenang-senang melakukan latihan menembak dengan senjata milik Opa Edward.
"Dik, mbak mandi dulu ya. Bau mesiu ini" ucap Kaia sembari naik keatas tanpa melihat siapa yang berada di ruang tengah.
"Apa perlu aku temani mandi?"
Kaia membeku di tangga. Suara ini? Segera gadis itu menoleh dan tampak Rhett duduk santai di kursi sembari merokok.
Kaia melongo. "Rhett Butler?"
Aidan yang baru saja keluar kamarnya hanya nyengir. "Benar kan dia bakalan menyusul mu, mbak." Aidan menepuk bahu kakaknya. "Duh mbak, mandi deh! Bau mesiu tuh badan."
Kaia tergagap. "Kok dia disini dik?"
"Aku yang mengundangnya makan malam" sahut Aidan cuek.
"Arya mana?" tanya Kaia sambil berjalan menuju kamarnya.
"Masih di kamar. Dah mandi gih!" Aidan pun turun menuju dapur.
"Z! Beneran nggak mau mandi sama aku?" goda Rhett.
Kaia yang hendak masuk ke kamar hanya memberikan jari tengah ke arah Rhett yang tertawa terbahak-bahak. Suara pintu kamar dibanting dengan keras terdengar di mansion itu.
"Kakakmu menggemaskan deh" ucap Rhett absurd ke arah Aidan yang sedang menyiapkan makan malam bersama pelayan.
***
Kaia menghentakkan kakinya kesal.
"Iisshhhh! Bisa-bisanya orang itu nyusul kemari?" Kaia mengambil bantal sofanya lalu membenamkan mukanya disana dan mulai berteriak emosi.
Kaia mengambil nafas. Lumayan. Gadis itu mencium bau badannya. Ya ampun bau mesiunya ampun deh! Mandi!
***
Kaia turun menuju ruang makan dan disana sudah tampak Aidan dan Arya yang duduk bersebelahan jadi mau tidak mau, Kaia harus duduk bersebelahan dengan Rhett.
"Ini kenapa meja makannya menciut?" komentar Kaia karena sebelumnya meja makan mereka yang besar.
"Biar spcaenya enak" jawab Aidan asal.
__ADS_1
"Eh buset dek! Rumah segedhe Gaban gini!" decih Kaia kesal karena tahu adiknya sedang melakukan misi pdkt kan dirinya dengan bule Irlandia di sebelahnya.
"Tadi kamu kemana?" tanya Rhett.
"Nembak orang!" jawab Kaia asal yang membuat Arya tersedak air minumnya. Aidan menepuk-nepuk punggung pria tampan itu.
"Serius lu Kai! Benar-benar deh Arjuna bikin lu bar-bar" omel Arya.
"Serius mbak. Tadi kamu kemana sama Juna?" tanya Aidan yang membuat Rhett menatap Kaia penasaran.
"Aku ke tempat latihan menembak milik Opa buyut Duncan McGregor."
Ketiga orang di sana melongo. "Emang opa buyut punya? Setahuku malah papi punya yang di London" gumam Aidan.
Kaia menceritakan bagaimana anak buah Arjuna menemukan bangunan itu dengan tidak sengaja. Dan tadi mereka berusaha masuk setelah membetulkan kunci passcode.
"Senjatanya masih oke semua Kai?" tanya Arya.
"Masih. Makanya tadi aku, Arjuna sama dua pengawal menembak senjata itu satu persatu supaya tahu rusaknya dimana. Ternyata masih oke karena tersimpan di vault dengan suhu yang terjaga. Rupanya Opa buyut dan opa Edward melakukan pembayaran otomatis jadi listrik tidak terputus."
Rhett menatap gadis yang ada disebelahnya. Matanya berbinar-binar menceritakan tentang peninggalan opa buyut dan opanya apalagi tentang senjata yang secara tidak langsung menjadi warisannya.
Gadis ini lebih suka berbicara tentang opanya.
"Pengen lihat aku" ucap Arya.
"Eh kagak bisa lu! Masih utang syuting besok ma gue! Lusa ajah kalau mau kesana" potong Aidan.
***
"Z!" panggil Rhett ketika Kaia hendak menuju tangga.
"Apa Rhett?"
"We need to talk!" Rhett menatap dalam mata biru Kaia dan langsung menarik tangan Kaia mengajaknya ke halaman belakang mansion.
"Lepasin tanganku!" Kaia menyentak kasar tangan Rhett hingga terlepas. "Sekarang kamu mau berbicara apa sama aku?" tanya gadis itu sembari bersidekap.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau Arjuna adalah sepupumu?" tanya Rhett mengintimidasi Kaia.
Kaia melongo. "Yang bikin asumsi Arjuna kekasihku siapa? Kamu sendiri kan?" kekehnya.
Wajah Rhett memerah. "Kamu ngerjain aku ya Z?"
Kaia hanya mengedikkan bahunya. "Sedikit Mr O'Grady" senyumnya.
Rhett menahan dirinya yang galau antara pengen mencekik atau mencium gadis di depannya ini.
__ADS_1
"Itu yang ingin dibicarakan Mr O'Grady? Udah jelas kan aku bukan kekasih Arjuna. Siapa yang memberitahu mu? Aidan?"
Rhett hanya menatap datar Kaia. "Berarti Aidan. Oh well, ketahuan deh" gelaknya namun tawa Kaia terhenti ketika Rhett menarik tubuhnya dan mengunci kedua tangannya dengan tubuh pria itu. Rhett benar-benar memeluk tubuh Kaia erat.
"Kelemahan judo adalah kamu harus menggunakan tangan untuk membanting seseorang. So, sekarang Z, dirimu tidak bisa berbuat apa-apa karena tanganmu sudah aku kunci" bisik Rhett sambil menghirup aroma Jasmine dari sisi wajah Kaia yang selalu membuatnya mabuk kepayang.
"Apakah anda yakin Mr O'Grady?" bisik Kaia di sisi telinga Rhett.
"Hah?" Sebelum Rhett menyadari, kaki Kaia sudah menjegal kaki Rhett yang tidak siap dan otomatis pelukannya merenggang dan dengan bahunya Kaia mendorong tubuh Rhett yang lebih besar darinya lalu menepis kedua tangan pria itu lalu menjatuhkan tubuh Rhett ke atas rumput.
Rhett melongo melihat aksi Kaia yang diluar ekspektasi nya. "Kamu bisa krav maga?" bisiknya tidak percaya.
Kaia pun duduk diatas tubuh Rhett lalu berbisik di telingan Rhett. "Kamu belum melihat seluruhnya." Namun gadis itu tidak sadar kalau kausnya berleher rendah dan memperlihatkan belahan dadanya.
"Aku baru lihat sedikit saja tapi juniorku sudah tidak sabar memasuki dirimu, Z" bisik Rhett sembari melihat dada Kaia yang membuat gadis itu menunduk melihat tubuhnya.
"Oooohhh Rhett O'Grady kamu mesum!" Kaia memberikan tinju ke wajah Rhett lalu berdiri dari tubuh pria itu dan berjalan masuk rumah.
"Aku mesum hanya dengan mu Z! Marry me!" teriak Rhett sambil mengusap-usap rahangnya yang terkena pukulan kedua kalinya.
"Ogah!" balas Kaia dengan nada judes.
Rhett yang masih terkapar di halaman rumput hanya tertawa terbahak-bahak. Kita lihat sampai kapan kamu bertahan tidak mau denganku.
***
Kaia masuk ke dalam rumah dengan langkah lebar-lebar dan wajah cemberut. Aidan dan Arya yang melihat gadis itu menaiki tangga dengan aura ingin membunuh orang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Rhett!" gumam keduanya.
Kaia pun masuk ke kamarnya dan membanting pintunya dengan keras membuat Aidan dan Arya mengelus dada mereka karena terkejut.
Rhett pun masuk ke dalam mansion sambil menempelkan bungkusan buncis beku di wajahnya yang diambilnya dari kulkas tadi.
Aidan dan Arya hanya nyengir usil. "Kena jotos lagi, Rhett?" goda Aidan. Rhett hanya tersenyum smirk.
"Apa yang terjadi?" tanya Arya.
"Dia menolak lamaran ku, lagi."
Aidan dan Arya tertawa.
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️