My Rey

My Rey
Kaia Zanitha Giandra Blair - Season 2


__ADS_3

Seorang gadis cantik berambut pirang sedang berjalan terburu-buru menuju sebuah ruangan dimana papinya berada. Hari ini hatinya sangat kesal karena mobil Range Rover nya dilarang dipakai oleh sang papi dan dia terpaksa ke kampus menggunakan Uber. Sang mami pun sama saja, kompak dengan papinya kalau menghukum dirinya.


Tanpa mengetuk pintu, gadis itu langsung masuk ke dalam ruang kerja papinya.


"Papiii! Tahu nggak gara-gara papi nggak kasih ijin Kai nyetir, kepaksa Kai naik Uber! Untung Kai nggak terlambat ke kampus buat nyerahkan tesis! Papi tuh sama mami sama saja!" omel gadis cantik itu.


Sang papi menatap tajam putri cantiknya.


"Kaia Zanitha Giandra Blair! Dimana sopan santunmu?" bentak Duncan Blair kepada gadis yang mengenakan sweater abu-abu itu. "Memang kamu nggak lihat papi lagi ngapain?"


Kai menutup mulutnya ketika tahu papinya tidak sendirian di ruangannya. Tampak seorang pria tampan duduk santai di depan meja kerja sang papi.



"I'm so sorry" bisik Kai. Duncan menatap tajam ke Kai.


"Range Rover mu papi grounded seminggu lagi!"


Kai membelalakkan mata birunya yang indah.


"Papiiii !" serunya sambil menghentakkan sepatu bootnya.


"Apa perlu tambahan seminggu lagi?" Duncan menaikkan sebelah alisnya.


"Oke fine. Maaf tuan...?" Kai menangkupkan kedua tangannya.


"Rhett. Rhett O'Grady" pria itu mengulurkan tangannya.


"Irish huh?" sahut Kai sambil tersenyum.


"Yes, miss Kaia Zanitha Giandra Blair. Nice to see you" senyum Rhett.


"Kai, pulang lah. Suruh sopir mengantarkan mu. Papi masih ada urusan dengan Rhett."


"Okay." Kai berjalan ke arah Duncan dan mencium pipi papinya. "Bye papi. Jangan pulang malam-malam. Nanti mami ngambek!"


Duncan menatap judes ke putrinya yang berjalan keluar ruangannya.


Rhett tersenyum melihat adegan drama putri pengusaha Duncan Blair.

__ADS_1


Duncan sendiri setelah generasi kedua Pratomo-Al Jordan-McGregor-Blair-Reeves meninggal, tinggal dirinya dan para sepupunya yang masih hidup.


Mamoru dan Ingrid sudah memiliki dua orang anak, Fuji dan Keia. Miki dan Joshua tetap dengan si kembar Josephine dan Marissa yang sudah menikah dengan pria kembar juga bernama Mario dan Marco. Eiji dan Ayame memiliki satu putra yang sama gesreknya dengan sang Daddy bernama Levi. Ryoma sudah menikah dengan Susan seorang perawat namun keduanya tidak dikaruniai anak. Rain sudah menikah dengan Elang dan memiliki satu anak laki-laki bernama Arjuna. Javier juga sudah menikah dengan Agatha seorang dosen dan memiliki seorang putri bernama Davina. Valora akhirnya menikah dengan Raymond dan memiliki anak kembar laki perempuan bernama Kris dan Kristal. Ghani dan Alexandra pun sudah menikah sedangkan Gozali dan Maira dianugerahi anak laki-laki bernama Arya.


( Sengaja yang Ghani ga Eike sebutkan anaknya apa )


Duncan dan Rhea sendiri setelah Kaia berusia dua tahun, melakukan program hamil untuk anak kedua. Kali ini doa Duncan terkabul mendapatkan anak laki-laki yang diberi nama Aidan.


Kaia sendiri sekarang berusia 23 tahun dan sedang menyelesaikan tesisnya di bidang matematika di NYU. Entah karena keseringan kumpul dengan Oom Joshuanya, membuat Kaia tertarik bidang itu. Hanya saja etikanya ketularan dengan si kembar Jo dan Marissa. Suka tidak melihat tempat, bahkan cenderung bar-bar.


"I'm so sorry Rhett atas kelakuan putri saya. Terlalu dimanja oleh almarhum kedua opanya jadi seperti itu."


Rhett tersenyum. "Saya malah senang melihat semangatnya."


"Hahahaha, dia terlalu bar-bar" kekeh Duncan. "Seperti almarhum mommy saya."


"Really?" Alis Rhett terangkat sebelah.


"Dia trouble maker di sekolah" senyum Duncan.


Rhett hanya tersenyum. Aku tertarik dengan anak gadismu Mr Blair, tampaknya dia perempuan yang menarik.


***


Rhea menatap Kaia dengan wajah kesal. Bagaimana tidak, asisten suaminya melaporkan putrinya main masuk ruangan papinya tanpa mengetuk pintu.


"Seriously Kaia, kamu tuh anak cewek! Mbok ya ada etika dikit gitu lho! Untung tamu papimu nggak batalin kerjasama sama." Rhea memijit pelipisnya yang berdenyut.



"Mami mau aku pijitin?" rayu Kaia yang langsung berdiri di belakang maminya dan memulai memijat pelan pelipis sang mami.


"Kaia, kalau kamu gusrak gusruk kayak gitu, tar susah cari cowok lho" gumam Rhea yang keenakan dipijit oleh putrinya.


"Salahnya nggak mau menerima Kai apa adanya" jawab Kaia cuek.


"Kamu tuh terlalu dimanja sama Opa Edward dan Ogan Abi jadinya begini deh!" keluh Rhea mengingat bagaimana Daddy dan papa mertuanya sangat memanjakan Kaia.


"Biarpun aku dimanja tapi tetap saja bisa mandiri mami" kekehnya.

__ADS_1


"Mandiri apanya? Baru dihukum seminggu nggak boleh bawa Range Rover saja sudah ngamuk. Makanya kamu jangan bikin ulah di kampus!"


"Lho bukan salahku mi kalau dia mau melakukan pelecehan terus aku hajar! Enak saja mau pegang pantatku!"


Kaia mengikuti tradisi keluarga Pratomo yang harus bisa bela diri dan menembak. Kaia memilih untuk belajar judo seperti almarhum omanya Yuna.


Entah karena Kaia terlalu cantik, membuat banyak kaum pria tergoda untuk mendekatinya. Namun karena Kaia tidak tertarik karena baginya tidak ada yang bisa mengalahkan sang papi, para pria itu menjadi penasaran dan tak jarang berbuat tidak sopan. Terakhir Kaia membanting seorang putra dosen yang hendak melecehkannya. Pengawal sang papi merekam semuanya hingga sang dosen pun malu akan kelakuan putranya.


Rhea sendiri sampai sekarang kesal mengingat kedua anaknya yang lebih mirip suaminya Duncan. Baik Kaia maupun Aidan sama-sama bule. Rhea sampai protes dengan Duncan kenapa bisa seperti itu.


"Mana aku tahu sayang, kan tergantung kecebongku" gelak Duncan saat itu yang membuat Rhea manyun.


Aidan sendiri lebih memilih mengurus restoran keluarganya dibandingkan perusahaan milik sang kakek buyut. Pria berusia 20 tahun itu memilih tinggal di London menjadi chef dan pemilik restoran.



Aidan Richard Giandra Blair


Rhea sendiri tidak bisa menahan keinginan putra bungsunya yang sangat suka bidang kuliner dan memilih menjadi chef profesional karena keluarga suaminya pun ada garis chef.


Meskipun harus sepi karena hanya bertiga di rumah, namun Rhea bersyukur anak-anaknya menjadi anak yang memiliki passion yang mereka inginkan. Kaia sendiri sudah memantapkan untuk bekerja di divisi teknologi di kantor papinya setelah lulus.


"Mami, besok aku pinjam mobil mami ya daripada naik Uber. Kan hukumannya cuma nggak boleh nyetir Range Rover aku, berarti mini Cooper mami boleh kan?" Kaia memasang wajah imut dengan mata birunya dikerjap-kerjapkan ala puppy eyes.


Secara logika bener sih tapi kan grounded nggak boleh bawa mobil.


"No sayang. Berlaku juga buat mobil mami!" jawab Rhea sok tegas.


Kaia pun langsung manyun.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Khusus extra part yang fun-fun saja


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift

__ADS_1


Tararengkyu ❤️🙂❤️


__ADS_2