My Rey

My Rey
Ingatan Rhea


__ADS_3

Duncan dan Gozali duduk di kursi taman belakang sambil menikmati kopi hitam dan sebatang rokok. Gozali menatap ke langit yang malam ini agak cerah.


"Bang, kalau aku ngejar Rhea gimana?" tanya Gozali sambil menghisap rokoknya.


Duncan melirik ke Gozali.


"Kamu minta aku hajar Goz?" ucap Duncan emosi.


"Rhea nggak ingat Abang, nggak ingat aku. Biarkan dia memilih."


Duncan pun berdiri dan mencengkeram kaus Gozali. "Berani kamu ngejar Rey, kuhabisi kau!" desisnya dengan mata tajam seolah hendak memakan Gozali hidup-hidup.


"Aku nggak takut bang! Aku juga sayang sama Rhea bahkan lebih dari sekedar adik!" ucap Gozali tegas.


"Dia tunanganku Goz! Aku sudah melamarnya sejak tiga tahun lalu! Jangan sekali-kali kau berani merebutnya atau kau tinggal nama!" Duncan mendorong Gozali hingga punggungnya menabrak senderan kursi taman yang terbuat dari besi hingga rokoknya terjatuh lalu pria bule itu berjalan meninggalkan Gozali.


"Aku akan mengambil Rhea dari mu bang!" seru Gozali.


"Cari gadis lain! Jangan Rey ku!" bentak Duncan penuh amarah.


Gozali hanya diam dan menyesap kopinya dan mematikan rokoknya yang terjatuh dengan menginjaknya.


Tanpa disadari keduanya, Abi melihat dua orang pria yang disayanginya harus berebut putrinya.


Ya Allah, benar yang diucapkan Edward. Gozali memang ada rasa dengan Rhea dari kecil. Berjuanglah D untuk bisa membuat Rhea kembali padamu.


***


Rhea, Duncan dan Dara sekarang di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan fisik terutama bekas operasi dan dislokasi bahunya. Rhea juga meminta pada mommynya untuk melakukan janji temu ke seseorang psikiater untuk membantu merecall ingatannya kembali.


Duncan bilang pada Abi bahwa dia akan menemani Rhea karena sang Daddy harus bertemu dengan klien. Abi juga meminta agar Gozali ke kantornya karena Duncan yang akan mengantarkan ke rumah sakit.


Abi tidak mau ada perang Baratayudha diantara keduanya berbuat seolah-olah tidak tahu perseteruan keduanya semalam.


"Nona Rhea Giandra" panggil seorang suster. "Silahkan masuk."


Rhea dan Dara pun masuk, sedangkan Duncan masih menelpon seseorang.


Dokter Santi adalah seorang neurologis yang sudah berpengalaman juga teman Nabila, kakak sepupu Yuna. Dokter Santi sudah tahu kejadian yang menimpa Rhea lalu memeriksa kembali setelah dua Minggu pasca kecelakaan.


"So far hasil CT scan Alhamdulillah nona Rhea baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan kalau dari segi medis."


"Tapi kenapa saya tidak bisa mengingat tunangan saya atau orang-orang lain selain mom, dad dan kakak kandung saya dok?" tanya Rhea.


"Otak itu mempunyai cara kerja yang unik. Ibaratnya otak itu CPU komputer. Nah, dalam cpu itu ada prosessor yang membantu dalam menjalankan fungsi komputer antara lain menangkap instruksi, decode, menjalankan instruksi dan penyimpanan data. Kondisi nona Rhea ini yang terkena adalah di bidang penyimpanan data, ada data yang ngebug jadi harus direcall agar kembali lagi. Bagaimana caranya? Di medis kita bisa dengan meminta bantuan psikiater atau pun metode hipnotis agar kembali lagi" papar dokter Santi.


"Apakah proses hipnotis bisa membantu dok?" tanya Dara.

__ADS_1


"Fifty-Fifty, Bu Dara tapi semua tergantung nona Rhea" senyum dokter Santi. "Apakah nona Rhea sudah ada yang kembali ingatannya?"


"Saya ingat beberapa seperti buku cerita waktu kecil yang sering didongengi mommy, lagu-lagu yang sering saya mainkan di piano, lagu-lagu favorit saya di ponsel..." suara Rhea terhenti ketika Duncan masuk ke dalam ruang praktek dokter Santi.


"Maaf, saya Duncan, tunangan nona Rey eh maksud saya Rhea" sapa Duncan kepada dokter Santi.


"Wah, nona Rhea beruntung sekali tunangannya keren" kekeh dokter Santi. "Kalau saya tiga puluh tahun lebih muda, boleh dong saya godain."


"Nggak boleh dokter, Abang punya Rhea" celetuk gadis itu yang membuat ketiga orang disana terkejut.


"Eh?" Rhea bingung sendiri.


***


Sepanjang perjalanan pulang, Rhea hanya diam sembari melihat pemandangan di luar. Duncan yang duduk di sebelahnya pun bingung.


"Kamu kenapa Rey?" tanya Duncan.


Rhea tidak menjawab.


"Rhea, just let it flow. Kan dokter Santi tadi bilang harus direcall lagi ingatannya tapi pelan-pelan ya sayang" ucap Dara sambil mengelus lengan kanan Rhea dari belakang karena posisi duduk Dara di kursi tengah.


"Iya mom."


Aku tidak suka ada yang menggoda bang Duncan tapi kok hatiku tidak sepenuhnya bisa menerimanya. Sebenarnya apa yang terjadi padaku?


Kamu kenapa Rey? Membuat Abang bingung.


***


Gozali melihat mobil Range Rover yang membawa Duncan, Rhea dan Dara masuk ke dalam halaman rumah dan langsung masuk garasi yang sudah dibuka oleh penjaga rumah.


Rhea pun turun setelah mobil terparkir sempurna dan melihat Gozali yang sedang berada di sisi Rubicon nya. Entah kenapa jantung Rhea berdetak cepat melihat Gozali.


Astaga Rhea, di sebelah mu adalah tunanganmu! Yang sudah mencintaimu sejak bayi tapi kamu malah melihat pria lain? Ya Allah, Rhea ingin ingatan tentang bang Duncan kembali. Ingatan bagaimana Abang memperlakukan Rhea agar Perasaan Rhea kembali.


"Gimana hasil pemeriksaannya tadi dik?" tanya Gozali.


"Alhamdulillah baik bang" jawab Rhea apa adanya.


"Ingatannya ada yang kembali?"


Rhea menggeleng.


"Jangan ditanya terus Goz. Kata dokter Santi nanti pelan-pelan akan kembali." Kali ini Dara yang menjawab.


"Baik Bu."

__ADS_1


Dara menggandeng Gozali dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Duncan memeluk pinggang Rhea dan menghelanya masuk ke dalam rumah dan sesaat Rhea tersentak.


Aku pernah dalam posisi ini tapi dimana?


"Kenapa Rey?" tanya Duncan ketika merasakan gadisnya kaget.


"Abang... kapan terakhir memegang pinggang Rhea?" tanya Rhea penasaran.


"Dua hari sebelum kecelakaan, Abang pegang pinggang kamu saat jalan-jalan ke Empire State Building."


"Kayaknya bukan itu deh!" Rhea kemudian memegang pelipisnya karena rasa pusing itu datang kembali. "Ya ampun, kepalaku sakit!"


Duncan segera menggendong Rhea ala bridal style dan membawanya ke kamar gadis itu. Dara dan Gozali pun mengikutinya.


"D, Rhea kenapa?" tanya Dara melihat putrinya memegang kepalanya.


"Tadi kayaknya Rey teringat sesuatu langsung sakit kepalanya" jawab Duncan sambil terus memeluk Rhea.


"Apa yang kau lakukan bang?" tanya Gozali tajam.


"Kenapa kamu kesannya menyalahkan aku, Goz?" balas Duncan kesal.


"Sudah, sudah. Kalian berdua itu!" tegur Dara. "Goz, tolong kamu ke bawah, minta sama Susi teh panas manis. Rhea butuh itu."


Gozali berjalan keluar kamar Rhea dengan enggan tapi dia tidak berani membantah perintah ibunya.


"D, tampaknya Rhea tertidur di pelukanmu" bisik Dara yang membuat Duncan melihat gadisnya tidur dengan nafas teratur.


"Biarkan Rey aku temani aunty" bisik Duncan.


"Aunty keluar dulu ya" bisik Dara yang dijawab anggukan Duncan.


Setelah Dara keluar, Duncan pelan-pelan meletakkan kepala Rhea di atas bantal. Diusapnya kepala gadis itu dengan sayang.


"Abang kangen kamu Rey. Kembalilah ingatanmu, sayang." Duncan pun mencium kening Rhea. "Love you, My Rey."


***


Yuhuuu Up malam Yaaaa


Thank you for reading


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2