
Kaia sedang membuat sarapan di rumah milik Eiji Reeves di Cambridge Massachusetts tidak jauh dari kampus MIT. Rumah yang sengaja dibeli supaya para saudara Levi bisa berkumpul disana tanpa mengganggu penghuni apartemen lain. Pula Eiji dengan mudah mengawasi anak tunggalnya.
"Boys! Sarapan sudah siap!" teriak Kaia. Hari ini dia membuat nasi goreng kimchi. Meskipun bar-bar tapi Kaia senang masuk dapur memasak bersama dengan mami Rhea.
Gadis itu seperti kakak perempuan di rumah Levi karena memang dia paling tua dibanding Levi dan Arjuna.
"Ya Ampun anak lanang!" teriak Kaia. "Pakai baju dulu sana!"
Levi dan Arjuna keluar dari kamar masing-masing hanya mengenakan celana jeans tanpa mengenakan kaos.
"Bodi kalian ga bakalan bikin aku turn on!" ejek Kaia yang langsung membuat kedua sepupunya shock.
"Lu udah bener belum otaknya Kai?" sindir Arjuna.
"Sampai lu hor**ny sama kita, parah lu!" timpal Levi.
Kaia terbahak. "Untung gadha mami, bisa dijewer aku!"
"Heran gue, punya sepupu cewek satu gini amat ya otaknya. Mpe bingung gue kok bisa lulus S2 matematika lagi!" omel Arjuna.
"Mungkin kebanyakan rumus aljabar jadinya miring otaknya" gelak Levi.
"Diam lu pada! Udah makan! Nasib kebanyakan sepupu cowok dan kebetulan good looking semua itu sulit! Heran aku kok bisa cewek-cewek suka sama kalian padahal kalau tahu aslinya pasti pada ilfill."
Kaia menyiapkan tiga piring nasi goreng kimchi lengkap dengan telur mata sapinya. Karena jarak antara Kaia dan sepupu-sepupunya tidak terlalu jauh seperti dengan Josephine dan Marissa, maka mereka biasa memanggil dengan nama.
"Jun, lu ngapain ke Massachusetts?" tanya Levi sambil mengunyah nasi goreng. "Kai, nasgornya enak!"
"Untung balance ya Kai, banting orang oke, masak pun oke!" kekeh Arjuna.
"Apalagi masak orang" sahut Kaia cuek.
"Wuuiihhhh wajannya kudu Gedhe tuh!" timpal Levi. "Woi Jun, elu belum jawab pertanyaan gue."
"Gue ke Boston buat habisin cecunguk" cengir Arjuna.
Levi dan Kaia hanya menghela nafas panjang.
"Dosa lu berat bro" keluh Levi.
"Kayak lu kagak ajah Vi" kekeh Arjuna.
"Nggak segila lu Jun!"
"Eh udah! Malah berantem di meja makan! Tar kalau nggak bisa diem, gue cubit dada kalian!" Kaia menatap kedua adik sepupunya.
"Astaghfirullah Al adzim! Jijay Kai! Jijay!" teriak Levi. Arjuna langsung belagak menutup kedua dada bidangnya.
__ADS_1
"Nasib dah yang jadi laki lu Kai. Punya bini ancur begini!" lanjut Levi.
"Kayak si O'Grady kemarin?" sahut Arjuna.
"Hah? Si Butler? Lu dianter sama si Butler?" pendelik Levi.
"Kok Butler?" tanya Arjuna bingung.
"Hello, Rhett Butler, Gone with the wind?" ucap Levi gemas sepupunya satu ini ga paham. "Makanya banyakin baca karya sastra bukan how to murder for dummies!"
Arjuna terbahak. "Aku punya 1001 cara bunuh orang tanpa terlacak."
Kaia dan Levi hanya geleng-geleng mendengarkan ucapan psycho sepupu tampannya itu.
"Memang si O'Grady kenapa?" tanya Arjuna.
"Dia ngejar-ngejar Kaia" jawab Levi sambil minum teh nya.
Arjuna menatap sepupu cantiknya. "Serius?"
Kaia mengangguk. "Sudah ijin papi pula."
Arjuna menepok jidatnya. "Astaga Oom Duncan! Apa sih yang di benak nya?"
"Sepertinya Oom Duncan tahu bakalan sulit buat menaklukkan hati Kaia jadi dia membiarkan saja si Butler ngejar Kaia sampai nyerah" kekeh Levi.
Arjuna menyeringai licik. "Buat dia sampai bertekuk lutut padamu, Kai."
"Kalau kamu jatuh cinta beneran dengannya?" tanya Levi yang tertarik dengan dua manusia minus akhlak di depannya.
"Ya apesnya aku" gelak Kaia tanpa beban.
"Ampun! Tobat gue punya saudara nggak ada yang beres!" Levi memegang pelipisnya.
"Salahkan gen keluarga kita, Vi. Mau gimana lagi?" cengir Arjuna.
***
Hari ini Levi maju sidang skripsi nya dan karena ada Joshua Akandra yang akan menjadi dosen tamu, semua harus berpakaian rapi.
Levi sendiri memilih memakai suit abu-abu tua menjurus agak hitam dengan kemeja hitam sedangkan Arjuna memakai suit dengan warna abu-abu. Kehadiran dua pria paripurna bersama dengan Kaia yang memakai gaun warna biru toska membuat para dosen dan mahasiswa disana heboh. Apalagi mengetahui ketiganya keponakan Joshua.
Ketiganya lalu bertemu dengan Joshua sebentar sebelum pria dua anak itu masuk ke dalam aula untuk memberikan sambutan kepada para mahasiswa.
Usai memberikan sambutan, waktunya Levi untuk sidang skripsi. Arjuna dan Kaia memilih duduk di sebuah taman dekat dengan ruang sepupunya.
Kaia membuka bekal bento yang sengaja dia buat bersama pelayan rumah Levi karena tahu pasti bakalan lama menunggu Levi.
__ADS_1
"Kira-kira bisa nangis nggak tuh Levi di dalam?" kekeh Arjuna sambil memakan sushinya.
"Nangis sih nggak, cemberut iya" gelak Kaia. "Kuliahmu gimana Jun?"
"Tinggal sidang juga cuma masih bulan depan" sahut Arjuna yang seumuran dengan Levi. Arjuna mengikuti jejak sang ayah masuk di Cambridge mengambil jurusan hukum. Ironis karena aslinya Arjuna sering melanggar hukum.
"Tante Rain dan Oom Jeremy sehat?" tanya Kaia.
"Alhamdulillah sehat semua. Papa sekarang lagi hobi memelihara Husky dan Samoyed. Ampun dah, lama-lama rumah saingan dengan 101 dalmatians" keluh Arjuna.
Kaia tertawa. "Memang sekarang berapa anjing di rumah, Jun?"
"Lima Husky dan satu Samoyed. Huskynya nama yang dikasih papa nggak ada yang beres, Demon, Devil, Lucifer, Diablo, Bahamut. Samoyed nya malah dikasih nama Cloud."
Kaia melongo. "Itu Husky atau anjing setan Jun?" gelaknya.
"Tanya papa sana! Sebal aku juga kasih nama nggak ada yang bener."
"Mana fotonya?" tanya Kaia. Arjuna memberikan foto anjing-anjing kesayangan papanya.
Siberian Huskies, Demon, Devil, Lucifer, Diablo, Bahamut ( Ki - Ka )
Cloud the Samoyed
"Lucuuuu!" seru Kaia.
"Nggak lucu kalau howling barengan. Berisik!"
"Sayang mami Rhea alergi bulu jadi aku dan Aidan nggak bisa pelihara anjing atau kucing bulu panjang tapi kami waktu kecil pernah pelihara red toy poodle yang bulunya nggak rontok. Mami lumayan bisa terima tapi setelah Red mati karena usia tua, aku nggak pelihara lagi."
"Datang saja ke London kalau mau main dengan peliharaan papa. Puas-puasin dengan makhluk berbulu itu" senyum Arjuna.
Keduanya masih asyik mengobrol tanpa menyadari bahwa seorang pria dengan mantel hitam memandang ke arah mereka. Pria itu masih asyik dengan rokoknya sambil memandang tajam ke arah Kaia yang tertawa bersama Arjuna.
Lihat saja Arjuna. Akan aku rebut kekasih mu!
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaa
Untuk Ghani agak nanti ya soalnya harus belajar soal spionase and a little bit mikir.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift.
__ADS_1
Tararengkyu ❤️🙂❤️