My Rey

My Rey
Pengen Santet Orang - Season 2


__ADS_3

Rhett O'Grady tampak santai berdiri di depan pintu masuk ruangan Duncan. Kaia pun berpamitan dengan papinya dan hendak berjalan keluar. Ketika gadis itu berada di samping Rhett, pria itu bertanya.


"Cathain a phógfaidh tú mé mar sin?"


( kapan kamu akan menciumku seperti itu? )


Wajah Rhett tampak menggoda Kaia yang memasang wajah sebal.


"Kenapa? Tidak bisa menjawab dengan bahasa Irlandia kan?" ledeknya.


Kaia menatap Rhett dengan dagu terangkat dan tampak angkuh.


"Nuair a ardaíonn an ghrian ón iarthar. Selamat siang, Rhett Butler!" Kaia pun berlalu meninggalkan harum Jasmine yang manis di hidung mancung Rhett.


Duncan yang melihat interaksi putri dan kolega bisnisnya hanya tersenyum.


Rhett masih terbengong-bengong. Kalau matahari terbit dari barat bilangnya? Whoah Miss Blair, kau benar-benar penuh kejutan!


"Kenapa Rhett? Kau tertarik dengan putriku?" tanya Duncan ketika Rhett duduk di kursi depan meja kerja pria paruh baya itu.


"Kalau iya, apakah anda mengijinkan Mr Blair?" Rhett O'Grady menatap Duncan serius.


"Oh my God, are you serious Rhett?" Duncan terkejut melihat sikap Rhett.


"Sepertinya saya menyukai putri anda, Sir."


Duncan menangkupkan kedua tangannya diatas meja kerjanya. "Aku tidak melarang siapapun mendekati putriku dan aku tahu siapa kau meskipun dulu kau juga mirip dengan almarhum daddyku" seringai Duncan.


Rhett O'Grady tertawa. "Rupanya tidak ada yang bisa aku sembunyikan dari anda, Sir."


"Setidaknya kau sudah tidak ikutan bisnis mafia Irlandia Rhett karena aku tidak mau putriku berhubungan dengan permafiaan. Kami sudah cukup lelah dan lebih menyukai bisnis normal."


"Bukankah Jeremy McCloud adalah ipar anda?"


"Mau bagaimana lagi, adikku jatuh cinta setengah mati dengan dia" kekeh Duncan. "Setidaknya Jeremy komitmen dengan ucapannya yang benar-benar melindungi Rain."


"Don't worry Sir, kalau anda memberikan restu, saya akan menjaga dan melindungi Kaia." Rhett menatap serius ke Duncan.


"Aku sih tidak masalah kamu mengejar putriku. Permasalahannya apakah dia mau padamu?" Duncan tersenyum smirk ke Rhett.


"Tampaknya agak sulit untuk meyakinkan putri anda, Sir."


Duncan tertawa. "Good luck for that! Putri saya orang yang keras kepala setelah istri saya."


Rhett tersenyum smirk.


***


Kaia dan Rhea sedang asyik nonton film klasik horor Indonesia pengabdi setan. Entah kenapa kedua ibu dan anak ini lagi kurang kerjaan nonton horor di malam Jumat Kliwon.


Beberapa pelayan disana hanya tersenyum geli mendengar nyonya dan nonanya teriak berbarengan disaat ada adegan mengejutkan.


Duncan sendiri baru saja pulang dari kantor hanya melongo melihat istri dan putrinya malah sibuk memakai selimut dengan wajah ketakutan melihat tv besar di ruang tengah.


"Kalian ngapain?" tanya Duncan bingung istrinya tidak menyambutnya seperti biasanya.


"Nonton horor bang" sahut Rhea sambil menutup wajahnya dengan selimut.

__ADS_1


Duncan pun melihat ke arah Layar tv.


"Astaghfirullah Rey! Kamu tuh bisa-bisanya nonton film gak jelas gini. Ayo, mending temenin aku!" Duncan lalu menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mereka.


"Papiiii ! Kaia nonton sama siapaaaa?" teriak Kaia sebal teman jejeritannya diambil paksa papinya.


"Nonton sendiri lah!" sahut Duncan cuek.


"Maaf sayang, mami openi papi dulu" timpal Rhea.


"Ish nyebelin!" Kaia pun akhirnya mematikan tv dan berjalan menuju kamarnya. "Kok merinding yaaa?"


Suara ponsel membuatnya terlonjak kaget. "Astaghfirullah! Besok lagi jangan mau diajak mami nonton horor ah! Mami nggak tanggung jawab!" omel Kaia sambil menggeser tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelepon.


"Halo?"


"Halo Scarlett" sapa Rhett.


"Oh si Butler. Ada apa?"


"Kabarnya kamu mau ke Massachusetts?"


"Tahu dari mana? Papi ya?"


"Aku tidak sengaja dengar tadi kamu mau ke Boston."


"Memang apa urusannya denganmu?"


"Kenapa kita tidak bareng saja, pakai pesawat pribadiku."


"O'Grady" potong Rhett.


"Whatever. Apa kamu lupa aku anak siapa? Aku juga punya pesawat pribadi. Jadi terimakasih atas penawaran anda tapi saya lebih suka berangkat dengan pesawat saya sendiri."


"Oh come on Scarlett. Bukankah lebih enak berangkat bersama?"


"Tapi tidak dengan mu, Rhett O'Grady."


"Why not? Papimu sudah memberikan ijin padaku" kekeh Rhett di seberang.


"WHAT?!" seru Kaia kesal. Papiiii !!!


"So? Kita berangkat lusa, bagaimana?"


"In your DREAM!" Kaia lalu memutuskan panggilan nya. Boleh nggak sih bakar menyan pas malam Jumat Kliwon ini buat bikin si Butler sakit perut? Tapi nyari menyan di New York dimana?


"Lama-lama obat nyamuk bakar aku anggap menyan deh!" Kaia tertawa terbahak-bahak. "Ya ampun Kaiaaa... Kamu tuh bule malah mikir klenikan."


Kaia lalu menelpon adiknya Aidan dan menceritakan bahwa Levi akan sidang skripsi dengan dosen tamu Oom Joshua.


"Cakep mbak. Biar seru tuh Levi dikerjain Oom Joshua" gelak Aidan.


"Resto gimana dik?" tanya Kaia.


"Alhamdulillah makin ramai. Resto legenda milik opa buyut sudah aku renovasi jadi lebih kinclong."


"Hebaaatt. Opa buyut, Opa Edward, Opa John, Opa Jack pasti bangga dik."

__ADS_1


"Iya mbak, mana aku Nemu beberapa foto opa-opa kita. Aku pasang saja di kantor ku."


"Mbak kangen opa Edward dan Ogan Abi, Oma Yuna dan Necan Dara" Kaia merasa matanya mulai berkaca-kaca.


"Sama mbak."


"Ya sudah, hati-hati kamu di London."


"Aku lusa ke Edinburgh, mengecek restaurannya opa buyut yang disana sekalian mansion McGregor. Apa masih rutin dibersihkan atau tidak."


"Hati-hati Aidan."


"Selamat menemani Levi sidang ya."


***


Pagi ini Kaia sudah siap-siap untuk berangkat menuju JFK Airport guna terbang ke Massachusetts demi menemani Levi sidang skripsi.


Duncan sendiri mengatakan bahwa pesawat pribadi milik keluarga Blair sudah siap disana. Setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya, Kaia pun pergi dengan diantar Trevor.


"Nona, yakin berangkat sendiri?" tanya Trevor dari balik kemudi.


"Kamu kenapa Trey? Mau nemanin aku ke MIT?" tanya Kaia.


"Kalau boleh sih" cengir Trevor.


"Minta ijin sana sama papi" senyum Kaia. Trevor langsung terdiam.


"Bakalan sulit itu" keluhnya yang membuat Kaia tertawa.


***


Kini Kaia sudah berada di bandara dan bersiap menuju pintu keberangkatan khusus ketika tiba-tiba tubuhnya digendong ala bridal style. Kaia yang memekik karena terkejut langsung mendongak melihat wajah Rhett O'Grady dengan wajah penuh kemenangan.


"Rhett O'Grady! Lepaskan dan turunkan aku!" Kaia pun memberontak ingin turun.


Rhett seolah menulikan telinganya dan tetap menggendong Kaia kencang.


"James! Bawa barang-barang Kaia!" perintahnya tanpa mengindahkan protes gadis itu.


James pun membawa koper Louis Vuitton dan tas tangan Hermès milik Kaia lalu berjalan di belakang tuannya yang dengan santainya menggendong gadis dengan tinggi 170 cm itu.


"Dengar Kaia! Kalau kamu tidak berhenti mengumpat, aku cium kamu!" Kaia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"That's my girl" senyum Rhett yang membuat Kaia semakin ingin membantingnya. Keduanya kini masuk ke dalam pesawat pribadi Rhett.


Awas kau Rhett Butler!


****


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Thanks for your support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


__ADS_2