My Rey

My Rey
Dua Orang Pria Dengan Tekad Yang Sama


__ADS_3

Aura di meja makan keluarga Giandra terasa tegang yang membuat Abi dan Dara saling menatap lalu menatap anak-anak yang sedang menikmati makan malam. Dara melihat bagaimana ketegangan diantara Gozali dan Eiji. Keduanya yang saling berhadapan di meja makan seperti mengibarkan bendera perang.


"Eiji, gimana tadi latihannya?" tanya Dara lembut.


"Alhamdulillah lancar, Tante."


"Besok mulai jam berapa acaranya?"


"Jam tujuh malam tapi aku dah di sana dari jam dua siang Tan. Tadi Ayame bilang pagi akan kemari dulu baru nanti berangkat bareng ke gedung."


Dara mengangguk. "Berarti besok kita nonton ramai-ramai ya. Mas bisa kan pulang cepat besok?"


"Insyaallah bisa Adara, lagipula kita tadi sudah selesai urusannya jadi bisa lebih santai."


Duncan, Javier dan Rhea saling memandang satu sama lain lalu ketiganya kompak melihat Eiji dan Gozali yang saling tidak memandang ke arah orang-orang di meja makan.


"Maaf Oom Abi, Tante Dara, semua, aku sudah selesai. Boleh permisi dulu?" Eiji ternyata sudah menghabiskan makan malamnya.


Abi dan Dara kemudian mengangguk mengijinkan Eiji pergi duluan dari meja makan. Pria tampan itu pun langsung masuk ke kamarnya yang di lantai satu.


"Goz, kamu menginap kan?" tanya Dara.


"Iya bu karena besok pagi harus menjemput Ayame."


"Ohya, Oom Antasena cerita kalau Maira sudah lulus sidang skripsinya" ucap Abi.


"Alhamdulillah" ucap semua orang.


"Anak manja itu udah jadi sarjana sekarang" kekeh Duncan.


Gozali menatap tajam ke arah Duncan. "Kenapa kamu Goz?" tanya Duncan. "Kan memang Maira kadang masih manja."


Gozali tidak menjawab namun dia segera menghabiskan makan malamnya.


"Maaf, bapak, ibu, semuanya. Gozali mau pamit ke kamar." Abi dan Dara terbengong-bengong. Ada apa dengan mereka berdua?


"Ya udah Goz gak papa. Kamu pasti capek urus semuanya tadi" jawab Abi.


"Terimakasih pak." Gozali lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya yang di lantai dua.


Setelah Gozali masuk ke dalam kamarnya, baru lah kelima orang di meja makan tertawa.


"Kenapa mereka berdua seperti orang patah hati tapi saling bertengkar?" tanya Dara kepada suami dan anak-anak.


"Sepertinya ada yang terjadi hari ini di gedung resital" kekeh Javier.


"Tampaknya besok akan ada drama Korea lanjutan" gelak Rhea.


"Kalian tuh pada senang banget lihat saudara kalian nelangsa" kekeh Abi.


"Lha nelangsa dibikin sendiri" komentar Duncan.


Rhea menepuk bahu tunangannya. "Jangan gitu lah bang. Kan nggak semua orang kayak Abang atau bang Joshua."


"Kalau suka langsung ajah nggak usah njelimet" gelak Javier.


"Tunggu saja kalau kamu jatuh cinta beneran Vier" kekeh Duncan. "Pasti ribet!"


***


Gozali mengambil ponselnya dan wallpaper disana sudah diganti dengan Maira. Setelah sekian lama wajah Rhea disana, sejak menemani Maira di acara kampusnya, entah kenapa Gozali mengambil fotonya diam-diam dan memasangnya menjadi wallpaper di ponselnya.


Setelah berdebat lama antara otak dan hatinya, akhirnya Gozali menghubungi kontak yang sekarang berganti dari dik Maira menjadi HuMairaku.


"Assalamualaikum" sapa gadis itu.

__ADS_1


"Wa'alaikum salam Mai."


"Ada apa bang Goz?"


Gozali menelan salivanya berulang lalu memberanikan diri bertanya. "Masih sakit tangannya?"


Ada jeda disana.


"Mai? Maira?" panggil Gozali berulang.


"Nggak bang. Udah nggak sakit. Mai udah kasih salep tadi."


"Maafkan Abang ya Mai" ucap Gozali lirih.


"Iya bang. Nggak papa kok."


"Maaf tadi Abang narik kamu kayak gitu."


"Kenapa Abang narik Mai kayak gitu? Mai salah apa bang?"


Karena Abang nggak rela kamu dicium Eiji!


"Abang juga nggak tahu kenapa."


Astaga bang Gozali tuh yaaaa! Susah banget bilang apa adanya sama Mai sih!


"Ohya udah." Ada nada kecewa yang terdengar oleh Gozali disana.


"Mai suka sama Eiji?" tanya Gozali tiba-tiba.


"Siapa yang nggak suka sama kak Eiji? Tampan, lucu, jago main piano. Semua cewek pasti suka sama kak Eiji" kekeh Maira.


Damn!


"Kalau kamu sendiri? Suka nggak sama Eiji?" ada nada sedih yang bisa dirasakan Maira.


Gozali terdiam. "Baik Mai. Besok kamu jangan jauh-jauh dari Abang ya."


"Lho kenapa bang? Kan ada Oom Abi, Tante Dara, bang Duncan, mbak Rhea, Bang Javier."


"Pokoknya kamu jangan jauh-jauh dari Abang!" suara Gozali terdengar tidak bisa dibantah.


"Abang kan kerja! Nanti Abang nggak konsen harus jaga Mai, jaga kak Eiji!"


"Please Mai. Nurut sama Abang sekali saja!" pinta Gozali. Harus nekad pokoknya!


"Iya dah! Bang Goz nyebelin!"


Gozali tersenyum.


***


Eiji menggeser screen lock ponselnya dan tampak wajah Ayame yang diambilnya diam-diam ketika mereka menghadiri acara penghargaan musik di Tokyo.



"Ya ampun Aya, kamu cantik banget disini" gumam Eiji.


Kamu lagi ngapain? Sabar ya sayangku. Besok aku akan jelaskan semuanya.


Heboh sendiri akhirnya Eiji menelpon Ayame.


"Halo?" suara Ayame terdengar serak.


"Aya? Kamu sakit?" tanya Eiji panik.

__ADS_1


"Nggak kok. Aku habis nonton drama Jepang Unsung Cinderella, ceritanya sedih jadi tanpa sadar aku nangis."


"Ya ampun Ayaaaa, nggak usah lah nonton drama bikin mewek begitu!"


"Suka-suka aku lah! Kok kamu yang ngatur?" omel Ayame.


"Besok kalau datang ke rumah Oom Abi, mata kamu bengkak, siapa yang susah? Dikira aku nakalin kamu terus! Bisa-bisa aku nanti dijewer sama Tante Dara!"


Ayame tersenyum di seberang sana. Aku suka Eiji yang seperti ini.


"Woi Aya! Jangan ngetawain aku ya!" umpat Eiji.


"Kamu kenapa telpon aku, Eiji?"


"Mau tanya aja. Kamu dah makan belum? Dah disiapin semuanya besok belum?"


"Eiji Adipramana Reeves, kamu kira aku manajer kemarin sore apa? Tentu saja semua sudah aku persiapkan! Sudah ah, aku mau lanjut nonton dramanya. Kamu mengganggu!" ucap Ayame.


"Aya."


"Apa?"


"Kamu jangan suka marah-marah sama aku. Nanti cepat tua" kekeh Eiji.


"Ya Allah, paringi sabar punya anak asuh kok kayak gini yaa" keluh Ayame.


Eiji tergelak. "Kamu tuh lahir di Tokyo tapi kok bisa bahasa Jawa?"


"Mamaku orang Jawa campur Belanda tapi lebih suka ngomong pakai bahasa Jawa kalau ngomel-ngomel."


"Njih Diajeng" goda Eiji.


Ayame tidak menjawab namun dia tahu wajahnya memerah.


"Aya, besok jangan jauh-jauh dariku ya" pinta Eiji.


"Lho kan aku nggak jauh-jauh dari kamu. Kan aku yang mengurus kamu selama konser besok."


"Beneran ya."


Eiji bisa mendengar suara helaan nafas kesal.


"Iyaaaa. Sudah, aku mau nonton dulu!"


"Bye Aya-aya ku."


***


Besok aku harus segera melamar Aya sebelum dia semakin tertarik dengan Gozali! - Eiji membuka tas Bottega Veneta nya dan mengambil kotak beludru bewarna merah dan terdapat cincin cantik di dalamnya. Sabar ya Aya. Sedikit lagi drama Korea abal-abal ini selesai.


Aku harus bisa meyakinkan Maira bahwa Eiji tidak cocok untuknya tapi aku. Mungkin aku terlalu lama berpikir tentang perasaan Maira ke aku jadi dia melabuhkan perasaannya ke Eiji. Mumpung belum terlambat, besok aku harus merebutmu Mai.


Dua orang pria dengan perasaan yang sama kepada masing-masing wanita yang diinginkan bertekad untuk menyatakan perasaannya besok. Kalau tidak berusaha maka tidak akan tahu hasilnya.


***


Yuhuuu Up Malam Yaaaa


Happy New Year 2022


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote n gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️

__ADS_1


Goodnight. Efek obat mulai bekerja ini.


Bubye ... see you next year!


__ADS_2