
*Masih belum bisa menebak kah Gaeeesss?*
"Aku mengecek nomor di kartu ponsel ini dan ternyata nomor ini adalah milik seseorang yang sangat dekat dengan dirimu Rhett." Abian menatap Rhett dalam. "Louisa O'Grady."
Rhett dan Kaia melongo.
"Aunty Louisa? AuntyLouisa?" seru Rhett. "Oh my God!"
"Arya bilang dia pernah bertemu dengan mereka di Jakarta dan memang bilang punya anak laki-laki tapi tidak bilang siapa namanya" ucap Kaia.
"Dan Arya mengira aku adalah anak Uncle Thomas karena memang kakek Patrick tidak pernah mempublikasikan siapa kedua orangtuaku." Rhett terduduk di sebuah kursi disana. Semuanya serba mengejutkan.
"Apa alasan kakek Patrick tidak mempublikasikan siapa dirimu, Rhett?" tanya Levi.
"Karena kakek tahu jika aku dikenal anak siapa, entah aku atau ibuku yang akan dibunuh. Karena John O'Grady, ayahku, adalah penguasa sesungguhnya klan O'Grady bukan kakek Patrick. Kakek hanya menutupi siapa penguasa sebenarnya."
"Jadi ketika mom hamil aku, kedua orangtuaku langsung diungsikan ke kota Penang Malaysia hingga mom melahirkan aku disana. Tiga tahun kemudian, Dad kembali ke Dublin dengan mom yang mengatakan bahwa mereka baru saja menikah dan tidak ada yang tahu kalau mereka memiliki anak laki-laki yang ditinggal di Malaysia.
Baru setahun kemudian aku diambil oleh kakek Patrick dan diakui sebagai cucunya dan para klan percaya bahwa aku bagian dari keluarga O'Grady karena garis wajahku yang mirip dengan kakek, dad dan uncle Thomas. Spekulasi malah mengatakan aku anak haram kakek Patrick yang dibilang cucu!" kekeh Rhett yang terdengar pahit.
"Para anggota klan apa tidak bertanya-tanya kemana John O'Grady pergi selama itu?" tanya Abian.
"Dad biasa menghilang untuk hiking, berpetualang kemana-mana. Kadang sebulan, enam bulan malah pernah setahun. Jadi ketika Dad menghilang selama itu, mereka biasa saja apalagi Dad selalu mengirimkan kartupos dari penjuru dunia untuk membuktikan bahwa dia memang traveling."
Kaia dan Levi hanya terdiam.
"Jika kumpul keluarga, mom dan dad bersikap seolah sebagai orangtua angkatku padahal mereka orang tua kandungku. Mom sampai tidak berani hamil lagi karena akan membahayakan dirinya dan calon adikku."
__ADS_1
"Suatu malam sewaktu aku masih berumur 12 tahun, aku mendengar percakapan Dad dan Kakek. Pada saat itu kakek berkata agar Dad dan Mom selalu waspada karena kakek tidak selamanya bisa melindungi keduanya. Uncle Thomas ingin menjadi ketua klan O'Grady namun kakek selalu menekankan tunggu wasiat keluar."
Mata biru Rhett tampak mengembun hingga Kaia kasihan dan duduk di sebelahnya. Tangan mungil itu menggenggam tangan Rhett seolah memberikan kekuatan.
"Ketika kakek meninggal, wasiat keluar dan muncul nama Dad sebagai ketua klan O'Grady dan jika Dad meninggal, akan jatuh ke aku. Semua orang menganggap aku anak haram kakek tapi aku tidak peduli, masih mending dianggap begitu daripada semua tahu aku anak John dan Laura."
"Dad memanggilku beberapa hari sebelum kecelakaan naas itu bahwa dia sudah membuat wasiat menyerahkan pabrik baja keluarga di Boston dan pabrik Quilt di Cork untukku sebagai Bisnisku yang legal. Dad memintaku untuk menjauhi bisnis haram O'Grady agar aku selamat."
Rhett menghela nafas panjang. "Selama ini Dad menjadi tamengku di klan dan ketika mereka meninggal bersama Mr dan Mrs Blair, aku shock berat. Kenapa harus melakukannya disaat ada klan keluarga lain yang memiliki hubungan baik selama ini. Aku selalu merasa kecelakaan itu bukanlah kecelakaan biasa. Dad biasa tukar tambah pesawat Gulfstream nya dan pesawat naas itu baru, super baru."
"Oom Abian, apakah dengan mengambil alih pesawat itu dari darat, bisa merubah isi black box?" tanya Kaia.
"Bisa saja. Rhett, apakah Louisa O'Grady seorang yang jago komputer?" tanya Abian.
"Aunty Louisa adalah kepala IT klan O'Grady."
Abian, Kaia, Gary, Levi dan Bryan saling berpandangan.
***
Semua orang di rumah Abian tidak ada yang bisa tidur kecuali Bryan yang sudah tertidur di paha papanya. Semuanya terdiam, sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Kaia yang duduk diantara Rhett dan Levi masih tidak habis pikir orang yang tidak pernah puas akan kekuasaan, kekayaan, power atau apapun. Kaia dibesarkan di lingkungan keluarga yang saling mencintai, menyayangi dan menghormati satu sama lain.
Semua cerita tentang bagaimana akurnya klan Pratomo yang menular ke semua menantu eyang buyut Pratomo lalu menurun hingga ke generasinya sekarang. Sama-sama lahir di keluarga silver spoon, ternyata kehidupan Rhett jauh lebih rumit.
Tiba-tiba Levi menaruh kepalanya di paha Kaia yang membuat Rhett melotot.
__ADS_1
"Nggak usah iri, Rhett! Belum halal" ucap Levi asal.
Kaia tertawa kecil sambil mengusap rambut hitam tebal Levi. "Jadi ingat waktu kecil ya Vi. Kalau main ke Tokyo dengar mami dan Oom Eiji duet main piano, kamu selalu begini posenya."
Levi tersenyum. "Masa kecil yang bahagia."
"Oom Abian, bagaimana bisa membuktikan bahwa aunty Louisa dalang semua itu?"
"Bisa kalau Oom dan Bryan masuk ke HPC milikmu. Biarpun semua data sudah dihapus oleh Tante mu, tidak ada yang bisa benar-benar hilang di internet."
"Kai, coba kamu tanya Arya, kapan dia ketemu dengan uncle Thomas dan Aunty Louisa. Sebab timeline dan alibi itu penting" ucap Levi dengan mata terpejam.
"Kenapa?" tanya Rhett.
"Jika Arya bertemu dengan paman dan bibimu empat tahun lalu di tanggal kedua orangtuamu meninggal, berarti dia punya alibi dan saksi si Arya. Akan sulit jalanmu" ucap Kaia bisa paham maksud Levi.
Sialan!
***
Yuhuuu Up Siang Yaaaaa
Siapa yang bener tebakannya??? Dapat ❤️❤️❤️ dari author receh ini
Thank you for reading and support author
__ADS_1
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️